tega banget!

296 52 5
                                        

yoi mamen!

yoi mamen!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

***

Hajatan kemarin berlangsung dengan meriah dan penuh suka cita. Warga rusun alchana menyambut bayi yang ada di kandungan istri dari tetua mereka di rusun dengan penuh rasa bahagia. Tak ayal beberapa di antaranya selalu mengikuti kemana pun Jia pergi, untuk memastikan bahwa Jia dan calon anak tetap baik-baik saja.

Seperti saat ini Julio, Haidar, Jevan, dan Javier sedang mengekori Jia. Jonathan tidak memberikan perintah pada mereka untuk mengikuti Jia, mungkin ini dorongan hati kecil mereka berempat. "Ini kenapa pada ngikutin mbak Jia sih? Mau minta uang?" nada lembut dari Jia terhantar ke telinga empat pria itu.

Dengan gerakan yang kompak, mereka menggelengkan kepala secara bersamaan. Meskipun kalau dikasih uang tentunya sangat mau. "Enggak kok mbak. Kita cuma mau jagain baby di perut mbak Jia." ujar Jevan, diikuti oleh anggukan tiga anggota lain di sampingnya.

Jia terharu melihat betapa pedulinya manusia-manusia yang ada di rusun alchana ini. Seperti kemarin, saat Jonathan lembur. Alisya, Jenneta, dan Roshita selalu setia menemaninya di rumah. Dan para wanita lain seperti Iris, Joya, Sela, Yura, dan Wina yang juga membantu Jia untuk melakukan pekerjaan rumah. Karena dikehamilan pertamanya ini Jia selalu merasa tubuhnya cepat kelelahan, bahkan untuk melakukan hal sepele.

Para lelaki juga selalu menjaga Jia. Contohnya mengangkat galon milik Jia, membantu mencekal Jia untuk berjalan, memastikan barang-barang berbahaya di rumah Jia terpasang dengan baik, dan masih banyak yang lainnya. Mereka semua juga selalu memperhatikan pola makan Jia. Buah dan sayur-sayuran selalu ada di dalam lemari es milik Jia.

"Kalian kok baik banget sih sama aku. Aku gapapa kok, kalian pasti punya urusan lain kan." Jia berusaha menjelaskan. Karena lama-lama ia jadi tidak enak kalau terus-terusan diperhatikan seperti ini.

"Kita emang habis ini mau ada urusan mbak, tapi tenang aja." Haidar menepuk kedua tangannya satu kali, sebagai kode untuk seseorang. Begitu mendengar kode dari Haidar, masuklah Yardan, Hugo, Cheva, dan Haikal.

"Siap! Shift hari ini waktunya ganti." Haikal memberi hormat pada Julio.

Disusul juga balasan hormat dari Julio. "Siap segera laksanakan! Kita mau main dulu."

Jia menggelengkan kepalanya. Tidak paham dengan apa yang terjadi. Begitu pula Jonathan yang berada di ambang pintu, turut heran dan senang dalam satu waktu melihat momen ini. Niatnya ingin mengambil berkas yang ketinggalan dan melihat kondisi Jia, malah sekarang ia jadi terharu dengan sikap adek-adeknya ini. Ia jadi tidak perlu khawatir untuk meninggalkan Jia sendirian di rumah.

RUSUN ALCHANA (ON GOING)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang