dunia fantasi

211 44 10
                                        

pada sehat semua kan?
***

"Mbak Alisya." panggil Haidar ketika melihat punggung kakaknya itu melewati depan rumahnya. Di pagi buta seperti ini mau kemana Alisya dengan berbagai macam paper bag di tangannya. Wanita itu juga nampak sangat rapi dengan balutan dress dibawah lutut bercorak bunga tersebut. Wajahnya juga terlihat sedikit dipoles karena biasanya Alisya hanya menggunakan liptint saat keluar, namun sekarang terasa tekstur bibirnya lebih tebal dari biasanya.

Kira-kira melihat penilaian Haidar yang begitu perfeksionis, dia sudah bisa menjadi juri penampilan di acara modelling.

Alisya sontak menoleh begitu gendang telinganya merespon bunyi familiar tersebut. Suara berat milik adek semata wayangnya. "Iya, Dar. Kenapa?" giliran Alisya yang memandangi Haidar dengan tatapan heran. Tampilan rapi Haidar dini hari begitu aneh dilihat. Karena biasanya di akhir pekan Haidar lebih suka menghabiskan waktu untuk rebahan dan menggulir lama media sosial miliknya. 

Ternyata mereka sama-sama merasakan keanehan satu sama lain.

"Kok kamu rapi banget, mau kemana?" belum sempat Haidar menjawab Alisya sudah menyodorkan pertanyaan lainnya.

"Mau hangout sama kita mbak." Julio dan segerombolan anak laki-laki lain membuntuti Haidar. Diantaranya ada Yardan, Mahendra, Juna, Devano, Hugo, Cheva, Haikal, Jevan, Javier, Azriel dan Haikal. Dengan baju dominan gelap, mereka terlihat seperti segerombolan gang motor yang akan tawuran.

"Ini mau pada kemana? Nggak pada tawuran kan?" tanya Alisya sekali lagi, kini tatapannya mengintimidasi kearah Haidar. Dia tidak mau kalau adeknya ini sampai melakukan hal-hal negatif yang akan membahayakan nyawanya. Alisya sangat menyayangi Haidar, makanya dia harus ekstra waspada, siapa pun yang memberikan pengaruh buruk pada adeknya, dia tidak akan segan-segan untuk memarahi orang tersebut.

"Nggak mbak cantik. Kita cuma mau jalan-jalan, biasa cowok. Mau touring." jawab Javier, diselingi kekehan karena wajah panik Alisya yang menggemaskan menurutnya. Untung saja dia ingat kalau usia mereka terlampau cukup jauh, jika tidak dia pasti ingin mempersunting Alisya menjadi teman hidupnya. Meski harus terjadi perang antarsaudara. Tapi, jika dipikir lagi saingannya bukan hanya mas Jeffry, tapi hampir sebagian penghuni laki-laki rusun alchana.

"Iya mbak, kita mau touring lewat jalur puncak yang baru itu loh, menikmati hawa dingin. Kan enak tuh dingin-dingin, apalagi kalo mbak Alisya mau ikut trus Yardan yang bonceng." imbuh Yardan.

"Sini gue bonceng lo ke akhirat." sinis Haidar.

Mahendra yang memang memiliki watak polos, kebingungan dengan jawaban teman-temannya ini. Jawabannya tidak sesuai dengan kenyataan yang mereka rencanakan sebelumnya. "Bukannya kita mau ke dufan? Katanya Haidar sama Julio pengen beli gula kapas yang ada disana, trus mas Haikal mau naik wahana perahu kan? Gajadi ya?" Mahendra mengatakan hal itu tanpa merasa bersalah sama sekali. Seperti tidak ada beban di dalam hidupnya.

Bagai tersambar petir, mendengar ungkapan polos dari Mahendra menimbulkan getaran emosi mendalam dari tiga orang yang disebutkan tadi. Susah payah mereka membangun image, dihancurkan begitu saja oleh Mahendra yang kelewat polos ini.

"Yaelah udah gue bilang gausah pada boong. Udah tahu ada mas Mahen." untung Devano daritadi diam saja, tidak menanggapi jawaban dari teman-temannya.

"Emang the best temen mungil gue ini." Juna tertawa melihat tingkah Mahendra.

"Mahen ini kecil mungil gue sentil juga lama-lama usus lo." Haikal tersulut amarah. Gemas sekali melihat tingkah Mahendra. Untung saja dia lucu, kalau tidak sudah dimasukkan ke dalam tong air.

"Ih gaboleh gitu Haikal, kasian dong Mahennya. Mbak Alisya nggak bakal ngetawain kalian juga kalaupun main ke dufan. Malahan bagus dong buat healing, menjauhi hal negatif juga jadinya." jelas Alisya. Dia heran, anak zaman sekarang gengsinya tinggi sekali. Mau melakukan apa pun inginnya dianggap keren oleh orang lain. Padahal kan tidak ada yang peduli juga dengan apa yang mereka lakukan. Toh hidup juga hidup mereka, kenapa harus bingung mikirin pendapat orang.

RUSUN ALCHANA (ON GOING)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang