have a good day!
***
Rusun Alchana jarang benar-benar sepi, tapi pagi ini ramainya berbeda. Bukan terdengar teriakan tidak jelas, melainkan campuran tawa, suara kaki berlarian, dan pintu rumah yang di buka tutup terlalu kencang. Hari kelulusan selalu punya efek aneh di rusun ini—semua orang ikut merasa lulus, ikut merasa besar. Setelah kedatangan si kembar Keano dan Chika, anggota rusun Alchana melangsungkan wisuda pagi ini. Meskipun di mulai dengan keributan, setidaknya mereka sudah mempersiapkan diri dengan baik untuk hari kelulusan.
Jeffry yang sedari tadi berdiri di depan rumah adik kembarnya hanya bisa memijit pangkal hidungnya. Bagaimana tidak, si kembar kali ini sedang meributkan suatu hal yang tak seharusnya diributkan.
"Gue duluan, Jev."
Jevan yang tidak terima dengan Javier langsung memukul lengan laki-laki itu. "Enak aja, gue yang pasang duluan anjir."
"Lah ini punya gue!"
"Kita belinya barengan!"
"Aduh, penting banget ini." Javier menggaruk tengkuknya karena perdebatan ini tidak selesai-selesai.
"Gue juga punya kepentingan."
Jeffry yang mendengar itu semakin pusing di tambah bocah-bocah lain di sekitarnya terlihat ramai menyiapkan hari kelulusan mereka. "Lo berdua kalo masih ribut rebutan siapa yang pakai setrika duluan, gue tinggal biar gue aja yang wisuda."
"Pikir dulu skripsi lo yang mangkrak itu, jangan urusin orang yang udah wisuda."
"Kalian masih wisuda SMA ya anjing." Kesal Jeffry melihat adik kembarnya yang masih saja sibuk berdebat kembali setelah mengatai skripsinya yang mangkrak.
"Iyaa! Juna habis ini berangkat, ma. Mama sama papa berangkat duluan aja ke hotelnya, nanti kita ketemuan di sana." Itu Juna, yang sedang memegang ponsel di telinganya sembari melangkah tergesa dari arah rumahnya menuju lantai bawah.
"Gue duluan, mas Jef." Sapanya, yang hanya dijawab lambaian tangan oleh Jeffry. Pusingnya masih belum reda ketika si kembar kembali berteriak satu sama lain.
"TANYA MAS JEP SIAPA YANG PAS BAYI RAMBUTNYA TUMBUH DULUAN!" Suara itu terdengar nyaring dari dalam rumah, bercampur dengan bau setrika panas yang tergeletak di lantai menunggu siapa yang akan menggunakannya.
"Lebih bermartabat yang bisa jalan duluan lah!"
"Woi mas, harusnya yang pakai gue duluan gak sih?? Gue kan kakak?"
Jeffry yang berdiri di depan pintu hanya melirik sekilas sebelum akhirnya mendongak, tangannya melambai asal ke arah dalam rumah. "Atur se-plenger mungkin anjing. Gue gak mau tau."
Keributan itu belum juga mereda ketika Jayden muncul sambil membawa kamera, langkahnya santai seolah sudah hafal dengan kekacauan semacam ini.
"Jep?" Jeffry menoleh melihat Jayden yang datang ke arahnya sembari melirik ke dalam rumah si kembar. "Adek lo udah siap?"
Jeffry mendengus pelan, matanya kembali tertuju ke arah rumah yang masih ribut. "Boro-boro udah siap, liat aja tuh masih rebutan setrika. Gue sampe bingung, otaknya pada dimana sih?"
"Sama aja kaya adeknya Vazha anjing. Yang mau wisuda Haikal, si Julio ikutan heboh sampe nangis-nangis."
Mendengar itu, Jeffry tertawa kecil. Pikirannya langsung melayang membayangkan wajah pusing Vazha sejak pagi, ditambah adegan Julio yang katanya sampai menangis, kombinasi yang terdengar terlalu lucu di Alchana untuk dilewatkan. "Ngapain nangis tuh bocah?"
KAMU SEDANG MEMBACA
RUSUN ALCHANA (ON GOING)
Fiksi Penggemarkisah-kasih di rusun alchana☺️ kalau mau tau lebih lanjut, langsung baca aja ! mari have fun sepuasnya bersama kita bahagia. local story ! #1 lalisa
