barbeque party!

457 64 5
                                        

heyyo what's up!

heyyo what's up!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


***

Beberapa hari yang lalu Jeffry baru saja mengulang tanggal kelahirannya. Ia berjanji akan mengadakan pesta barbeque kecil-kecil an di rooftop rusun alchana. Tentu saja ini semua bukan murni ide Jeffry, siapa juga yang akan inisiatif menghabiskan uang untuk orang lain, kecuali Hugo dan Cheva.

Ini merupakan ide dari kedua adik kembarnya itu Jevan dan Javier, mereka berdua menyebarkan rumor bahwa Jeffry akan membuat pesta, belum sempat mengelak Jeffry harus mengiyakan rumor tersebut karena berita ini sudah sampai pada telinga Alisya dan membuat si Alisya bertanya langsung padanya. Akhirnya, Jeffry dengan gentleman memutuskan untuk mengadakan pesta. Meski harus diundur beberapa hari setelah ulang tahunnya, namanya juga menunggu uang bulanan.

"Ini kita beneran jadi makan-makan nih?" Tio menyenggol lengan Jeffry dengan sikut kanannya. Jeffry yang sedang kelabakan menghitung kira-kira berapa uang yang akan ia keluarkan itu menghela nafas panjang. "Lo kenapa sih, dari tadi desah mulu kek orang kesusahan gitu?" Wildan ikut menimbrung, tangan kanannya memukul pelan punggung Jeffry.

"Pasti lagi mikir abis berapa ya?" Teo ikut menerka, yang langsung dibalas anggukan oleh Jeffry. — "Pusing gue, kalo sepuluh orang oke lah ya, ini lima puluh orang anjir, berasa lagi santunan gue." Jeffry mengusak kasar rambutnya. Memikirkan bagaimana para teman-teman rakusnya itu makan membuatnya ingin loncat saja dari rooftop saat ini.

Vazha mengambil tempat di samping Jeffry, ia menepuk lengan Jeffry. "Anggep aja lo lagi sedekah Jep. Namanya juga hidup."

Jeffry mengernyitkan alisnya, ia tidak terima. Sedekah katanya? "Sedekah itu mah buat orang ga mampu, lo semua pada kaya anjeng. Mana ada orang gamampu sedekah sama orang kaya?!"

Mereka semua yang ada bersama Jeffry tertawa. Melihat bagaimana urat-urat yang ada di leher Jeffry nampak, membuat mereka tak kuasa menahan tawa."Dih bang bang, lo sendiri yang bilang cinta butuh pengorbanan. Selama Alisya bahagia apapun akan gue lakukan. Baru gini aja udah kaya mau mati aja lo." Jevan salah satu tersangka yang membuat Jeffry pusing tujuh keliling angkat bicara.

Bola mata Jeffry membulat, ia mendelik ke arah Jevan. Tubuhnya yang semula duduk kemudian berdiri menghampiri Jevan. Ia mengepalkan kedua tangannya, kedua lengan bajunya disingsingkan ke atas. Dari sini terlihat bahwa kemarahannya sudah mencapai ubun-ubun. Jevan perlahan memundurkan langkahnya, tubuh besarnya itu bersembunyi dibalik tubuh Javier yang lebih kecil. "Lah anjir maksud lo apaan?" Javier mengeluh tubuhnya dijadikan tameng oleh Jevan.

"Bangke mas Jepri kaya pembunuh bayaran. Tolongin gue."

"Jep lo dikatain kaya pembunuh bayaran sama Jevan." Jayden ikut memanaskan suasana. Jevan melirik tajam ke arah Jayden. "Lah anjir lo bang, lemes banget mulut lo kaya boneka konter hp."

RUSUN ALCHANA (ON GOING)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang