Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
dimohon kesanggupannya untuk membaca part yg panjang 😘
***
"Jadi gitu ya sama pembagian tugasnya? Yang cewek dibantu Leon, Tara, Jayden, dan Johan sekarang belanja kebutuhan makanan. Sayang, uangnya bisa kamu bagi sesuai kebutuhan. Hugo sama Saga ikut gue atur busnya biar besok kalau berangkat aman. Sisanya belanja peralatan sesuai pembagian tadi dan juga langsung siap-siap. Besok kita berangkat sekitar jam 7 pagi ya. Gue harap kalian kumpul di sini tepat waktu. Gak usah bawa barang banyak-banyak, kita cuma liburan 3 hari 2 malam. Semuanya paham?"
"PAHAM MAS!"
Jonathan mengangguk mantap mendengar jawaban antusias dari penghuni rusun. Akhirnya mereka liburan juga setelah sekian lama sibuk dengan urusan masing-masing. Syukurnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan tentang keadaan kesibukan mereka. Pada dasarnya mereka sangat suka untuk di ajak liburan. Jonathan menatap beberapa penghuni rusun yang masih sekolah.
"Buat yang masih sekolah, surat izin untuk hari jumat udah aman kan?"
Shaka mengangkat tangannya sebagai perwakilan. "Aman mas. Sudah kita serahkan ke pihak sekolah tadi." Jawabnya dan diangguki oleh beberapa yang masih sekolah. "Walau tadi ada sedikit cekcok soalnya alasan kita semua sama, pada mau liburan. Gurunya agak gak terima." Lanjut Shaka.
"Dih, sama mas, Ka. Masa katanya kita bohong. Dikatain mau pesta narkoba. Emang tampang kita sakau semua?" Yardan menggerutu sebal mengingat tadi wali kelasnya mengatainya. Hembusan pasrah dari Jonathan membuat Yardan menoleh.
Sebenarnya hanya ini yang dikhawatirkan Jonathan, kalau izin semua begini malah dianggap kebohongan sama gurunya. "Tapi beneran gakpapa kan? Atau kita ajuin aja berangkat hari sabtu, tapi pulangnya tetep minggu?"
"Gak bisa mas! Liburannya cuma bentar dong jadinya. Lagian masalah izin udah aman mas." Sela Marvin dengan cepat.
"Yaudah jadi besok, buat yang kuliah dan kerja aman?"
Semua orang yang masih kuliah dan bekerja mengangkat jari jempolnya. Kalau begini Jonathan tidak perlu khawatir. Sebagai yang paling tua di rusun ini, Jonathan hanya ingin yang terbaik untuk adik-adiknya.
Jonathan menatap keseluruhan anggotanya, "Tadi yang izin masih kuliah siapa?" Tanyanya. Maklum, kadang ia suka lupa sama penghuni rusun yang jumlahnya tidak sedikit ini.
"Jimy, Ken, Wildan, Sella, Joya, sama Tio." Jelas Iris pada Jonathan. "Terus ini Jeffry sama Vazha lagi ada acara di fakultasnya, kata mereka pulangnya malam."
"Pak satpam udah dikasih tau kalau mereka bakal pulang malam mbak?" Alisya menyahut, takutnya nanti pak satpam tidak membukakan gerbang untuk mereka yang pulang malam. Iris menggeleng pelan. "Kalau itu gue gak tau, Lis."
"Biar gue aja nanti yang bilang." Nathan mengangkat tangannya ingin membantu. Alisya tersenyum manis lalu mengucapkan terima kasih. Betapa senangnya ia masuk rusun ini karena semua penghuninya saling perhatian satu sama lain.