HAHHH?!!

105 24 11
                                        

we're back!
•••

Malam ini aula rusun alchana telah disulap menjadi tempat perayaan yang jauh berbeda dari biasanya. Meski pesta yang digelar terbilang sederhana dan tidak terlalu besar, dekorasi yang menghiasi ruangan membuat suasananya terlihat begitu elegan dan mewah. Lampu-lampu gantung berwarna keemasan memancarkan cahaya hangat yang memantul indah pada dinding aula, sementara rangkaian bunga segar dan kain-kain dekoratif menghiasi setiap sudut dengan sentuhan yang rapi dan berkelas. Sungguh selera yang bagus.

Di bagian tengah ruangan, beberapa meja bundar ditata dengan taplak berwarna krem dan putih gading. Vas bunga kecil serta lilin aromaterapi ditempatkan sebagai pemanis, memberikan kesan mewah tanpa terlihat berlebihan. Deretan hidangan dan aneka kudapan tersusun cantik di atas meja prasmanan yang dihiasi ornamen berwarna emas, membuat tampilannya menyerupai pesta yang disiapkan untuk acara-acara spesial.

Alunan musik lembut mengisi aula, berpadu dengan gemerlap lampu hias yang membentang di langit-langit ruangan. Balon-balon berwarna putih, emas, dan champagne disusun membentuk lengkungan besar di dekat panggung kecil yang telah dipersiapkan untuk acara penyambutan. Kilauan dekorasi yang sederhana namun tertata apik membuat aula rusun itu tampak jauh lebih mewah daripada biasanya.

Tidak ada dekorasi yang berlebihan, tidak pula panggung megah dengan peralatan mahal. Namun, perpaduan pencahayaan yang hangat, dekorasi yang tertata rapi, dan suasana perayaan yang hidup berhasil menciptakan pesta kecil-kecilan yang terasa istimewa. Aula Rusun Alchana malam itu terlihat seperti tempat berlangsungnya sebuah perayaan eksklusif, hangat, meriah, dan penuh kesan sejak pandangan pertama.

Satu per satu orang mulai memasuki aula pesta. Rasa takjub langsung terlihat dari wajah mereka saat melihat dekorasi yang memenuhi ruangan. Lampu-lampu hangat, ornamen bernuansa emas, dan tata ruang yang elegan membuat aula rusun itu tampak seperti ballroom mewah.

Beberapa orang bahkan hanya bisa saling menatap dengan heran. Kalau ini yang mereka sebut pesta sederhana, maka definisi sederhana mereka memang sudah tidak masuk akal.

"Ini katanya kecil-kecilan? Sengaja merendah apa gimana sih?" ceplos Jayden begitu menatap sekelilingnya. Tidak ada kata kesederhanaan disini, yang ada hanya kemewahan yang terkonsep.

Vazha dan Jeffry yang ikut di belakang Jayden tidak segera menjawab ocehan pria itu. Mereka masih terkagum dengan apa yang sedang dilihat di depannya. Bukankah ini cukup berlebihan untuk sekadar penyambutan? Apakah orang kaya memiliki definisi berbeda tentang kata kecil-kecilan?

"Ini udah kaya nikahan anjir. Bangke, makin keliatan perbedaan strata sosialnya." Vazha semakin yakin kedua manusia rapi itu bukan orang biasa. Status mereka semakin terlihat jelas dengan adanya pesta ini.

Jeffry tetap fokus mengamati setiap sudut tanpa terlewat. Mulai dari lampu gantung emas, meja bundar mewah beserta kursinya yang tersebar di berbagai sudut, beragam jenis makanan dan minuman yang membuat mulut berair, serta semua hal yang ada di dalam aula rusun alchana tersebut.

"Pertanyaan gue cuma satu, ini sejak kapan aula kita berubah jadi ballroom hotel bintang lima gini?"

"Lah kalian gatau kalau daritadi ada EO yang udah ngatur biar venuenya bisa disulap jadi se keren ini?" Haidar menjawab dengan enteng pertanyaan Jefran.

Pemuda itu mendekat ke belakang ketiga pria tersebut. Disusul dengan Julio, Juna, Yardan, Cheva, serta Yoshua.

Matanya membelalak. Bukan hanya Jeffry, tapi semua lelaki disana. "EO?" ulang Jayden dengan nada tidak percaya.

"Acara penyambutan penghuni baru pake EO? Sumpah?" kini Vazha yang berusaha untuk memahami situasi yang terjadi.

"Yang bener aje lo, Dar."

RUSUN ALCHANA (ON GOING)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang