ada yang panas nih!
***
"Kak Ros, bikin konten mukbang yuk! Kita berdua kan doyan makan nih ya, mending buat konten siapa tahu fyp trus bisa jadi seleb deh." mata Chika berbinar begitu menyampaikan keinginanmya kepada Roshita yang sedang sibuk menelusuri halaman sosial media pada ponselnya.
Mendengar kata makanan, jiwa Roshita seolah bergejolak, ada sensasi berbeda yang sulit dijelaskan olehnya. Bagaikan taman yang berbunga Roshita menghempas jauh gawai ditangannya kemudian berfokus pada gadis kecil di sampingnya itu. "Ide bagus, Chik! Gue setuju banget sama lo. Jadi mau mukbang apa dulu sekarang? —" Roshita berpikir sejenak sebelum melanjutkan ucapannya. "tapi gue baru abis makan nasi padang dua porsi sih. Ntar malem aja kalo gitu, oke nggak?"
Chika mengangguk semangat. Sudut bibirnya tertarik ke atas, dengan cepat tangannya mengambil ponsel di saku celananya kemudian mencari referensi makanan yang ada di semua jejaring sosial media miliknya.
"Gimana kalau kita mukbang kepiting alaska? Itu keliatannya enak banget." baru dibayangkan saja rasanya saliva Chika sudah di pelupuk bibir.
Belum sempat Roshita menimpali perkataan Chika, Alisya mengambil tempat di antara mereka berdua. "Kepiting Alaska mahal Chika, nanti uang jajan kamu habis loh. Mending beli yang terjangkau aja biar kak Alisya yang traktir."
Bukan Chika yang bersemangat mendengar kata traktir, melainkan Roshita. Mengingat uang bulanannya sudah menipis Roshita berseru girang, tangan kanannya langsung menggandeng Alisya. "Kalo sushi aman nggak, Lis?"
"Ih iya sushi enak banget kak." Chika kini menjadi semakin bergairah. Giginya mulai terlihat jelas karena senyumannya semakin lebar.
Melihat tekad dan semangat kedua orang di hadapannya itu membuat Alisya luluh. "Aman." Roshita dan Chika melompat kegirangan.
Alisya berdiri dari posisinya untuk meninggalkan kamar Roshita, namun sebelum benar-benar beranjak Alisya kembali menoleh. Ia teringat untuk menyampaikan sesuatu. "Eh iya kalian siap-siap gih, ajak juga penghuni lain, bilang hari ini ikut aku ke premier film temennya mas Chandra."
Roshita mengerlingkan matanya ke arah Alisya untuk memastikan apakah Alisya bersungguh-sungguh dalam perkataannya. "Lis? Beneran ini?"
"Sama mas Chandra kak?" Chika ikut menimpali
Alisya menyipitkan matanya diikuti dengan anggukan penuh keyakinan. "Iyaa Ros. Iya dek. Kenapa emangnya?"
"Nggak cuma kaget aja. Tiba-tiba banget soalnya."
"Udah kalian siap-siap, sama jangan lupa kabarin yang lain ya. Aku udah bilang Haidar, Kei, Rita, sama penghuni cewek lain juga. Jadi tolong bantu buat kabarin lagi ya, tapi gausah bilang ada mas Chandra, bilang aja nonton film."
"Trus lo ngapain kalo kita yang kabarin?"
"Aku mau jemput mas Chandra dulu di stasiun. Jam tujuh kita berangkat."
Roshita menjulurkan jari jempolnya pertanda setuju, sedangkan Chika hanya menonton interaksi dua wanita di depannya itu.
Kabar itu menyebar lebih cepat dari notifikasi grup WhatsApp. Baru lima menit sejak Roshita keluar kamar, lorong rusun yang biasanya lengang mendadak berubah seperti pasar sore. Semuanya sibuk mempersiapkan diri mereka, apalagi yang mengajak seorang Alisya. Semangatnya semakin membara.
"Serius? Nonton film? Ditaktir?" suara Jeffry melengking dari ujung lorong, kepalanya menyembul dari balik pintu kamar dengan masker wajah yang masih setengah kering.
"Iya! Kata Alisya siap-siap sekarang!" balas Roshita tak kalah keras, berjalan tergesa sambil mengetuk pintu kamar satu per satu.
Pintu-pintu mulai terbuka beruntun. Ada yang keluar dengan handuk di pundak, ada yang masih pakai piyama, ada yang bahkan membawa sikat gigi di tangan.
KAMU SEDANG MEMBACA
RUSUN ALCHANA (ON GOING)
Fanfictionkisah-kasih di rusun alchana☺️ kalau mau tau lebih lanjut, langsung baca aja ! mari have fun sepuasnya bersama kita bahagia. local story ! #1 lalisa
