happy saturday everyone !
***
Pada pukul dua siang, Vazha baru saja memasuki rusun alchana yang lumayan sepi. Para mahasiswa sepertinya belum pulang dari kampus apalagi yang sedang bekerja. Anak-anak yang masih sekolah juga tidak terlihat hidungnya sama sekali menandakan jika mereka juga belum pulang.
Vazha akan mengganti pakaian terlebih dahulu sebelum berangkat menjemput Julio. Adiknya yang satu itu meminta ia untuk menjemputnya dengan alasan ingin jalan-jalan bersama. Vazha sangat memaklumi hal tersebut karena mereka jarang ada waktu untuk berdua.
Di teras rumah, ia bertemu Jordan yang sedang membaca buku lumayan tebal. Kacamata yang bertengger di hidungnya menambah kesan jika laki-laki ini sangat fokus sampai suara langkah kaki Vazha saja tidak mengganggunya.
"Tumbenan baca buku disini?"
Jordan mengangkat kepalanya cepat. "Eh, Zha. Iya nih, gue suntuk kalau belajar di rumah terus."
Vazha ikut mendudukkan dirinya di sebelah Jordan. Terlihat laki-laki itu langsung menutup bukunya dan memutar tubuh menghadap Vazha.
"Jenneta suka apa ya?"
"Kok tanya gue? Akrab aja enggak."
Jordan berdecak lalu melepaskan kacamatanya. "Maksud gue cewek tuh suka apa? Kata Joya lo pinter nih masalah beginian."
"Semua orang suka sama sesuatu yang berbeda. Kasih sesuatu yang Jenneta suka, kalau misal gak tau apa yang dia suka, mending kasih sesuatu yang umum aja." Vazha menaikkan sebelah kakinya sembari menghisap rokok yang tadi ia nyalakan sambil menyetir.
"Nah itu masalahnya, gue gak tau Jenneta suka sama apa. Apa gue kasih boneka aja ya?"
Vazha menoleh, "Cewek sangar modelan Jenneta lo kasih boneka? Di buat nyantet lo tuh boneka."
"Mulut lo nyeremin anjir. Terus apa dong, Zha?"
"Sesuaikan sama karakternya, kalau ceweknya modelan kalem, kasih boneka sama bunga pasti mau. Kalau cewek kaya Jenneta ini mungkin sesuatu yang beda dari cewek biasanya."
Jordan mengangguk setuju dengan apa yang diucapkan oleh Vazha. Gebetannya kali ini tidak seperti wanita pada umumnya yang anggunly. "Kira-kira apa ya, Zha?"
"Cari tau sendiri. Gue cuma bisa kasih saran itu, selebihnya it's your business."
Jordan memutar bola matanya malas. Meski benar adanya tentang perkataan Vazha. Ia harus mencari tahu sendiri apa yang disukai oleh Jenneta.
"Terus, lo kan suka sama Alisya nih, kira-kira apa yang bakal lo kasih ke dia?"
Vazha melirik sebentar sebelum membuang putung rokoknya yang hampir habis. "Alisya bakal nerima apapun yang dikasih orang, because she's kind. Maybe sesuatu yang berkesan buat dia."
"Like what?"
"A little attention for that girl."
"Perhatian juga dibilang hadiah? Emang bakalan berkesan?" Tanya Jordan karena ia tidak mengetahui jalan pikiran seorang Vazha.
"Apapun itu asal dilakuinnya dari hati juga bakal berkesan di mata orang itu. Gak hanya hadiah, kadang kelakuan kita juga bisa jadi hal yang istimewa buat dia."
Sekarang Jordan paham mengapa Vazha dijuluki orang yang paling pintar dengan urusan asmara. Pantas, banyak gadis di kampusnya yang mengincar Vazha. Jordan yakin, perempuan yang Vazha sukai pasti akan sangat beruntung.
"Tapi gue gak pernah liat lo seperhatian itu sama Alisya?"
"Perhatian gak perlu diumbar kali. Lagian siapa yang bilang suka Alisya?" Pertanyaan itu seolah membuat Jordan terjebak di zona abu-abu. Ia tak paham sama sekali dengan ucapan Vazha. "Udah ya, gue balik dulu."
KAMU SEDANG MEMBACA
RUSUN ALCHANA (ON GOING)
Fanfictionkisah-kasih di rusun alchana☺️ kalau mau tau lebih lanjut, langsung baca aja ! mari have fun sepuasnya bersama kita bahagia. local story ! #1 lalisa
