Sorry for typos
Happy reading💕
💚💚💚
Suara ponsel yang bedering mengembalikan kesadaran salah satu dari dua anak Adam yang masih terlelap di ranjang berukuran king size itu.
Jaemin bangun dengan rasa berat di pinggangnya. Ia menengok kebelakang ternyata Jeno tengah tertidur seraya memeluknya erat.
Jaemin bergerak dengan pelan tidak ingin membangunkan daddynya. Ia perlahan memindahkan tangan Jeno lalu mengambil ponsel Jeno yang ada di nakas samping ranjang.
Tanpa melihat siapa yang menelpon Jaemin menggeser tombol hijau di layar, "halo?" Sapa Jaemin kepada seseorang di sebrang sana. Ia kembali berbaring menghadap Jeno mengamati setiap senti wajah tampan bak dewa yunani itu.
"Halo Jen." terdengar suara pria dewasa dari sebrang sana.
"Maaf paman siapa ya? Daddy masih tidur." Jaemin bertanya, ia membelai wajah tampan Jeno menatap kagum pada sosok yang selalu ada untuknya itu.
"Apa ini Nana?" Bukannya menjawab pria itu malah bertanya balik.
Gerakan Jaemin berhenti. Ia heran kenapa orang di sebrang sana memanggil nya Nana? Orang yang biasa memanggilnya seperti itu hanya keluarganya saja, bahkan teman dekatnya seperti Felix atau Hyunjin pun memanggilnya Jaemin. Lalu bagaimana seseorang yang tidak ia kenal bisa memanggilnya Nana?
"Iya paman ini Nana, paman tau Nana?" Jaemin bangkit dari tidurnya lalu bersandar di header kasur.
"Tentu saja, bukan hanya tau tapi sangat mengenal Nana." Seseorang di sana menjawab.
Jaemin penarasan siapa ini, ia menjauh kan ponsel itu dari telinganya. Ia melihat di layar tertulis 'paman Yuta' siapa Yuta?
"Halo Nana?" Yuta memastikan apakah Jaemin masih ada di sana.
"I-iya paman." Entah kenapa ia menjadi gugup.
"Jangan panggil paman na, panggil grandpa okay?" Yuta meminta Jaemin memanggilnya grandpa karena memang seharusnya seperti itu.
"Ba-baik pa- eh grandpa." Ucap Jaemin yang hampir salah memanggil Yuta.
"Nice, na bisakah kau bangunkan Jeno untukku?"
"Tentu grandpa." Jaemin kembali meletakkan ponsel itu di nakas. Ia melihat Jeno yang sedang tertidur.
Cup!
Jaemin mencium pipi Jeno "Daddy ayo bangun grandpa menelpon." Jaemin sedikit menggoyangkan tubuh Jeno.
Bukannya bangun Jeno malah menarik Jaemin kembali ke pelukannya. Jeno sebenarnya sudah tidak benar benar tidur saat Jaemin menciumnya tadi, hanya saja matanya masih enggan untuk terbuka.
"Biarkan saja ayah menunggu." Ucap Jeno dengan suara parau khas bangun tidur nya. Ia menggesekan hidungnya di leher Jaemin. Tidak puas dengan itu ia juga menciumi sampai memberi lumatan lumatan kecil dileher mulus itu.
"Eunghh- daddy ini bukan kakek Jaehyun tapi grandpa Yuta." Ucap Jaemin sedikit mengeluh sambil menjauhkan kepala Jeno dari lehernya.
Sebentar Jeno masih mencernanya, ia memproses informasi yang baru saja Jaemin sampaikan. Bukan Jaehyun tapi Yuta. Mata yang tadinya masih enggan terbuka langsung terbuka sempurna.
Jeno bangun melewati tubuh si manis untuk mengambil ponselnya.
"Halo paman."
"Halo Jen, udh seranjang aja bukankah harusnya menunggu Nana sampai umur 18?" Yuta meletakan ponselnya dan memakai earphone untuk memudahkan gerakannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Daddy Jen || NOMIN
ФанфикшнKarena kepergian sang kekasih ia harus mengurus sang putra sendiri, tapi semakin anak itu tumbuh ada rasa ketertarikan yang lebih. . "Nana sangat mencintai daddy" "Daddy lebih mencintaimu baby" . . ⚠️ M-PREG, BXB, GAP AGE, 21+ start: 13 Jan 22 end:...
