long time no update!
sorry for typos
happy reading!
🤍🤍🤍
Jeno melajukan Mobilnya memasuki halaman mansion. Mereka kembali ke mansion agar Jaemin dapat belajar dari Taeyong bagaimana cara merawat Jisung. Walaupun nantinya Jaemin akan dibantu suster untuk mengurus Jisung tapi ia harus mengetahui dasar dasar menggurus bayi.
Sampailah mereka di depan pintu mansion Jung. Di sana ada Taeyong yang sengaja menunggu kedatangan mereka. Wajahnya sudah berseri seri begitu mobil memasuki halaman. Ia sangat bersemangat menyambut anggota baru di keluarga Jung.
Jaemin turun lebih dahulu. Ia membuka pintu, melangkahkan kakinya perlahan keluar dari mobil.
Taeyong menghampiri Jaemin. Ia dengan sigap membantu Jaemin untuk keluar. "Pelan pelan sayang." Ucapnya seraya menghalangi kepala Jaemin agar tidak terbentur.
"Akhirnya cucu bubu pulang juga." Taeyong mengelus punggung Jisung yang ternyata kembali tertidur selama perjalanan. "Apa dia tertidur?" Taeyong memastikan dengan menyikap gendongan yang menutupi wajah Jisung.
"Iya bu, tadi di mobil dia terus mengajak bermain dan tertawa, mungkin dia lelah." Jelas Jaemin seraya membelai lembut kepala baby Jisung.
"Kalau gitu langsung saja dibawa ke tempat tidurnya, bubu sudah meminta bibi untuk membersihkan semuanya." Taeyong menarik Jaemin menuju kamar.
Jeno di bantu beberapa maid membawa barang barang milik Jisung. Ia sudah terbiasa terabaikan oleh Taeyong. Apalagi sekarang ada Jisung yang menambah perhatian Tayong. Ia membawa beberapa barang langsung menuju ke kamar menyusul Jaemin yang sudah masuk terlebih dahulu.
Sesampai di kamar Taeyong membuka pembatas box bayi yang sudah disiapkan dari jauh jauh hari khusus untuk baby Jisung. Ia mempermudah Jaemin saat meletakkan Jisung di box bayinya, walaupun Jisung sempat seperti akan terbagun tapi nyatanya bayi mungil itu kembali tertidur.
"Tampan sekali cucu bubu." Bisik Taeyong takut membangunkan Jisung.
"Tentu saja siapa dulu ayahnya." Jeno muncul menginsrupsi mereka. Ia berdiri di samping Jaemin dan merangkul pinggangnya.
Jaemin membalas dengan memeluk Jeno. Keduanya malah bermesraan seperti tidak ada yang sedang melihat mereka. Padahal di samping Jaemin ada Taeyong yang memutar bola matanya malas tak ingin melihat kemesraan anaknya atau mungkin lebih tepatnya ia iri. Ia lebih memilih mengamati Jisung yang sedang tertidur.
Bagaimana tak iri suami tercintanya itu sudah 1 minggu dinas luar kota menggantikan Jeno yang harus menggurus baby Jisung. Ia merasa kurang belaian.
"Sudah bermesraannya, waktunya makan siang." Ucap Mark yang berdiri di pintu seraya menggendong Chenle. Bayi itu terlihat lesu seperti habis menangis.
"Omo ada apa dengan cucu bubu yang satu ini?" Tanya Taeyong seraya berjalan menghampiri Mark. Ia mengambil Chenle dari gendongan Mark dan langsung keluar kamar, berjalan menuruni tangga menuju ruang makan.
"Kalian berdua cepat keluar." Setelahnya Mark turun.
"Baiklah." Jawab Jeno dengan malas.
Jeno menatap Jaemin yang sedang mengamati Jisung. Ia membawa dagu Jaemin sehingga mata keduanya bertemu. Perlahan ia mendekatkan bibirnya sampai bibir keduanya saling menyentuh, mengecup, merasakan kelembutan bibir satu sama lain.
"Sudah daddy kita harus turun sebelum Mark hyung memarahi kita." Ucap Jaemin mendorong pelan Jeno untuk memberi jarak antar keduanya. Ia mengakhiri ciuman itu sebelum ciuman itu menjadi semakin panas. Ia mengalihkan pandangannya pada Jisung dan betapa terkejutnya ia mendapati Jisung sudah bangun dari tidurnya dan menatap orang tuanya dengan tatapan polosnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Daddy Jen || NOMIN
FanfictionKarena kepergian sang kekasih ia harus mengurus sang putra sendiri, tapi semakin anak itu tumbuh ada rasa ketertarikan yang lebih. . "Nana sangat mencintai daddy" "Daddy lebih mencintaimu baby" . . ⚠️ M-PREG, BXB, GAP AGE, 21+ start: 13 Jan 22 end:...
