Another story 11

523 41 18
                                        

Semoga masih ada yang mau baca ya.

.
.
.
.
.
.


Saat makan malam selesai. Mama Suh duduk berdua dengan Johnny di ruang tengah sambil bersantai. Ten dan Johnny masih tinggal bersama dengan orang tua Johnny sambil menunggu rumah mereka selesai untuk di renovasi.

"Tadi siang Mama sama Papa ke tempat Haerin" cerita Mama Suh. 

Mendengar itu Johnny langsung mengalihkan pandangannya ke arah sang Mama "Ngapain kesana Ma?"

"Mau lihat Haerin lah. Tadi waktu kita dateng Haerin nangis gara-gara habis didorong temennya" ucap Mama Suh. 

Johnny melihat Mama Suh dengan tatapan terkejut. 

"Joo. Ayo kita bawa Haerin yuk. Mama ga tega lihat dia" 

"Maa. Ga bisa semudah itu, Mama tega pisahin Yunji sama Haerin?" 

"Kita bawa Yunji juga. Kita bawa Yunji sama Haerin tinggal di rumah Mama" 

"Terus Ten gimana Ma?" tanya Johnny karena sekarang diriya dan Ten masih tinggal bersama orang tua Johnny.

Mendengar itu Mama Suh hanya menghela nafas berat. Ia terus kepikiran bagaimana Haerin dan juga Yunji melewati hari-hari mereka. Dirinya benar-benar merasa bersalah karena telah salah paham dan tersulut emosi saat Yunji menjelaskan bagaimana keadaan kesehatan Haerin. Padahal waktu itu Yunji sama sekali tidak pernah meminta hal-hal berlebihan atau bahkan Uang ke dirinya bahkan ke Johnny.

Yunji lebih memilih bekerja keras sendiri, hidup sederhana dan menahan semuanya sendirian. Ia rela melakukan apapun supaya Johnny tidak menyuruhnya menggugurkan bayi mereka, ia rela hidup sendiri dan ‘bersembunyi’ dari banyak orang. sedangkan Johnny masih bisa bebas menikmati hidupnya.


.


Setelah percakapannya dengan Mama Suh. Johnny keluar ke taman belakang dan duduk disana sambil merokok.

Flashback

Johnny sedang berkunjung ke tempat kos Yunji dan menemani Haerin yang sedang duduk dan bermain dengan bonekanya.

“Haerin” panggil Johnny pelan.

Haerin melihat kearrah Johnny lalu merangkak ke arah  sang Papa.

Johnny mengangkat Haerin dan  membuatnya untuk berdiri.

Haerin melihat sang Papa dengan tatapan bingungnya

Johnny tersenyum  melihat Haerin “Haerin kan udah satu tahun. Haerin ga pengen belajar jalan hmm?”

Haerin mengedipkan matanya dan hanya tersenyum  melihat Johnny.

Johnny menghela nafasnya melihat Haerin. Anak nya ini sudah berusia satu tahun tapi belum bisa berjalan belum bisa bicara meskipun hanya bahasa-bahasa bayi. Haerin hanya sering bergumam atau menangis.

“anak papa normal kan, anak papa sehat kan  ya?” Johnny memeluk Haerin dan mengusap punggungnya lembut.

“paaaa paaaa” ucap Haerin pelan.

Johnny melepaskan pelukannya dan  melihat Haerin dengan terkejut. “Ehhh. Haerin panggil Papa?”

Haerin tertawa melihat Johnny. Ditepuknya pelan pipi sang Papa dan kembali memanggil nya “Paaaa”

“iya sayang  iyaaaa, ini Papa sayang” Johnny kembali memeluk Haerin dan  menciumi pipinya berkali sampai membuat Haerin tertawa.

Johnny menghela nafas berat mengingat Haerin memanggilnya untuk yang pertama dan terakhir kalinya. Karena saat itu Johnny sedang menjemput Yunji dan Haerin untuk berkunjung  kerumah orang tuanya. Dan hari itu juga menjadi hari terakhir dirinya dan Yunji bertemu sebelum akhirnya menghilang dari kehidupan Johnny.

BOYRIEND || BEFORE HUSBAND Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang