Another story 14

536 33 3
                                        

Sepulang dari panti asuhan 1 minggu lalu. Johnny  terlihat lebih banyak diam dan lebih sering melamun, membuat Ten sedikit bingung dan tidak harus berbuat apa.

Seperti sekarang, Johnny hanya duduk di ruang tengah sambil menatap kosong televisi yang ada di depannya. Dery yang ada disampingnya pun sepertinya tidak dia hiraukan.

Ten pun mendekati Johnny dan duduk di sampingnya "Jo" panggil Ten pelan.

Tidak ada respon dari lelaki itu. Johnny hanya diam dan terus melamun.

"Johnny" panggil Ten lagi dengan tepukan pelan dibahu Johnny.

Seakan tersadar kembali. Johnny pun langsung menoleh ke adah Ten dan tersenyum. "Iyaa. Kenapa?"

"Kamu yang kenapa Jo. Kok kamu bengong terus beberapa hari ini"

Johnny menghela nafasnya dan menggeleng "Ga kok. Ga kenapa-kenapa" Johnny berdiri dari duduknya lalu mengambil jaket dan kunci mobil.

"Kamu mau kemana?" Tanya Ten bingung karena Johnny tiba-tiba akan pergi.

"Mau ke tempat Mama sebentar. Ada barang yang ketinggalan" Johnny melangkah keluar rumah dan segera pergi menggunakan mobilnya.

.

Sementara di tempat lain, Haerin sedang memetik bunga-bunga di taman secara random untuk nantinya ia rangaki dan diberikan kepada sang Mama di tempat peristirahatannya. Hari ini hari Minggu dan waktunya Haerin berkunjung ke rumah abu sang Mama.

Setiap Minggu Haerin akan bangun pagi lalu bersiap dan berangkat ke rumah abu sang Mama dengan menggunakan Bus. Ibu Kim yang mengajarinya selama setahun dan setelah Haerim cukup mengerti akhirnya Haerin mengatakan untuk pergi sendiri saja tidak mau merepotkan orang lain.

Lalu dari mana Haerim mendapatkan ongkos untuk naik Bus. Tentu saja dari Ibu Kim yang secara sukarela memberikan Haerin uang dengan alasan Haerin sudah pintar karena mau membantu bersih-bersih di panti. Disaat anak seusianya masih bisa bercanda dan bermain, Haerin memilih untuk membantu pekerjaan di panti supaya bisa memdapat upah yang akan ia gunakan untuk transport ke rumah abu Mama nya.

Setelah naik Bus hampir setengah jam. Akhirnya Haerin sampai di halte terdekat dan melangkah dengan kaki kecilnya ke rumah abu. Haerin segera menghampiri tempat abu Mama nya dan memggantikan bunga yang lama dengan bunga baru yang ia petik tadi. Tak lupa Haerin membersihkannya dengan lap basah yang ia bawa dari panti. Ibu Kim yang mengajarinya.

Haerin memejamkan matanya dan mulai berdoa untuk sang Mama. Setelah semua rapi Haerin duduk dan menatap kosong foto sang Mama "Mama. Haerin kangen Mama" ucapnya pelan.

Setelah duduk hampir satu jam disana. Haerin berdiri dan melambaikan tangannya pada tempat abu itu "Mama. Haerin pulang yaa, minggu depan Haerin kesini lagi"

Haerin pun keluar dari tempat itu menuju halte bus tadi. Ibu Kim berpesan kalau Haerin tidak boleh pulang lebih dari jam 12 siang. Jadi Haerin harus buru-buru supaya tidak telat pulang. Sambil menunggu Bus Haerin mengambil botol minum yang ia bawa tadi dan meminumnya.

Tak lama Bus pun datang dan Haerin segera masuk. Haerin duduk di tempat paling depan supaya lebih mudah melihat jalanan. Tak lama ada satu keluarga yang masuk ke dalam bis, terdiri dari kedua orang tua nya dan satu anak perempuan seusia Haerin.

Haerin diam memperhatikan keluarga itu. Dalam hatinya ia ingin merasakan kebahagiaan seperti itu, bisa hidup bersama orang tua lengkap dan tidak akan merasa kesepian. Dulu Mama nya pernah mengatakan bahwa ia akan berjuang sekuat tenaga supaya Haerin bisa bahagia dan hidup dengan nyaman meskipun mereka hanya berdua.

BOYRIEND || BEFORE HUSBAND Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang