Another story 10

516 32 4
                                        

Mendengar suara tangisan Haerin. Yura bergegas menghampiri dan mengikuti ibu Kim yang membawa Haerin keluar.

Yura jadi ikut takut dan merasa bersalah karena menyuruh Haerin bermain dengan anak-anak yang lain. Yura mengusap kaki Haerin dan terus mengikuti Haerin.

Ibu Kim membawa Haerin ke kamar lalu memberinya air putih dan membantu Haerin untuk minum "minum yaa. Pelan-pelan ya sayang"

Haerin pun meminum  air pemberian ibu Kim perlahan-lahan, selesai dengan minumnya Haerin mencoba untuk menahan tangisnya dan mengatur nafas. "Hiks Maa Mama..Ma-uu Maa-Maa" ucap Haerin terbata.

Ibu kim menhapus air mata Haerin dan mencoba menenangkannya "Sebentar lagi Mama pulang. Haerin tunggu sebentar ya sayang yaaa"

Haerin menggeleng dan kembali menangis "Hikkss Maa-mmaaaaa" diusapnya dadanya sendiri bermaksud memberitau kalau dadanya sakit.

Yura yang melihat Haerin kembali menangis mengusap tangan kecil Haerin yang berada di dadanya "Sama Kakak yaaa. Nanti tunggu Mama pulang Okeee"

Haerin berkedip polos melihat Yura
"ain?(Main)"

"iyaa. Haerin mau main? Kakak ambilin bonekanya yaaa" Yura segera berlari mengambil boneka dan beberapa mainan yang lain untuk di bawa ke kamar.

Tak lama Yura pun kembali masuk dan meletakan mainan itu di hadapan Haerin.

Ibu Kim tersenyum melihat Haerin dan Yura. Diusapnya punggung kecil Haerin supaya anak itu tetap tenang, wajah Haerin sudah pucat pasi nafasnya juga terdengar berat.

"Permisiii"

Ibu Kim, Yura dan Haerin menoleh ke arah pintu yang menampakan tiga orang dewasa disana. Ada Pemilik panti dan juga dua orang yang menurut mereka cukup asing.

"Looh ini kenapa? Haerin kenapa nangis?" tanya ibu pemilik panti.

Haerin melihat kearah ibu panti sambil menunjuk kepala bagian belakangnya dan juga dadanya yang sakit "Kitt. Atuuuh (Sakit, Jatuh)"

Pemilik panti itu duduk dipinggi ranjang dan melihat kearah ibu Kim. "gimana ceritanya Bu?"

"Tadi ada anak yang ga sengaja tendang sama dorong Haerin Bu" jelas Ibu Kim.

Ibu pemilik panti cukup terkejut mendengarnya, begitupula kedua orang yang tak lain adalah Mama dan Papa Johnny. Mereka datang untuk melihat keadaan "cucu" mereka.

Dan mereka cukup terkejut melihat keadaan Haerin sekarang. Wajahnya begitu pucat nafasnya memburu dan mata yang sedikit sembab karena habis menangis.

Mama Suh mendekati Haerin lalu duduk disampingnya. Dilihatnya Haerin yang tengah bermain bersama Yura. Haerin yang merasa diperhatikan melihat kearah Mama Suh dan berkedip polos "siapa nenek ini?" mungkin itu pertanyaan di pikiran Haerin.

Melihat tatapan polos Haerin, Mama Suh menjadi begitu emosional. Haerin berumur 4 tahun sekarang tapi belum bisa lamcar berbicara dan juga perkembangan Haerin yang terlihat lamban. Tubuh nya terbilang kecil dibanding dengan anak-anak lainnya.

Ibu pemilik panti mendekati Ibu Kim lalu membawa Ibu Kim keluar dari kamar dan menjelaskan semuanya diluar. Ibu Kim yang mendengar penjelasan itu hanya terdiam dan mencoba mencerna semuanya. Mereka Kakek Nenek Haerin? Untuk apa mereka tiba-tiba datang.

Ibu Kim sudah tau semua cerita Yunji dan juga Haerin. Ia tau langsung dari Yunji, hubungan mereka cukup dekat, Ibu Kim sudah menganggap Yunji sebagai putrinya sendiri. Ia tau bagaimana perjuangan Yunji untuk terus membuat Haerin hidup dan bertahan di masa-masa sulit mereka. Belum lagi tubuh Yunji yang harus berjuang karena penyakit asma akut yang dideritanya. Lelah sedikit Yunji akan sakit dan begitu lemas, tapi Yunji memilih untuk melupakan segala sakitnya dan bertahan untuk terus bisa bekerja dan menemani Haerin sampai Haerin dewasa nanti.

BOYRIEND || BEFORE HUSBAND Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang