Part ini nyeritain Yunji waktu Johnny ngilang pas Perut Yunji 4 sampai 7 bulan.
Yunji duduk termenung di taman belakang kamar kosnya. Setelah pulang dari bekerja pukul 10.30 tadi Yunji segera mandi dan makan lalu bersantai di tempat ini, Sambil mengusap perutnya yang mulai membesar ia melihat kearah langit yang sedang cerah malam itu, usia kandungannya sudah memasuki bulan ke 6 dan bayinya sudah mulai bergerak untuk menyapa sang ibu.
Bulan lalu setelah ia mengalami pendarahan dan harus bedrest beberapa hari, bayi kecil di dalam perutnya bergerak untuk pertama kalinya seolah memberitau bahwa ia baik-baik saja didalam sana. Perasaan Yunji campur aduk ya terharu ya bahagia dan juga sedih. Ia ingin memberi tau Johnny bahwa bayi mereka tumbuh dengan baik dan sudah mulai bergerak, ia ingin Johnny juga merasakan pergerakan bayi mereka untuk pertama kalinya, tapi apa daya sudah hampir 2 bulan ini Johnny menghilang dan tidak menemuinya bahkan menelfon atau chat juga tidak sama sekali. Mungkin Johnny sedang sangat sibuk dengan kuliahnya.
Sambil mengusap perutnya Yunji berbicara dalam hati "Maaf kamu ga bisa punya keluarga yang sempurna bayi. Mama minta maaf yaa"
Yunji tersenyum saat merasakan bayi nya bergerak di dalam perutnya "bayi sehat-sehat ya sayang di dalem perut Mama. Mama sayaaaaaang banget sama kamu"
"Bayi sayang kan sama Mama? Nanti kalau udah besar kamu temeni Mama terus yaa, kita kayak besti nanti ya sayang jalan-jalan berdua, makan berdua, ke salon berdua."
Bayi diperutnya kembali bergerak dan membuat Yunji tersenyum begitu bahagia. Yunji melihat jam di ponselnya yang sudah menunjukan waktu hampir jam 12 malam, Yunji mengatur nafasnya dan kembali berdiri lalu berjalan perlahan ke kamarnya. Ia harus istirahat karena dokter bilang kalau dirinya tidak boleh lagi terlalu lelah supaya tidak kembali terjadi pendarahan yang nantinya dapat membahayakan bayinya bahkan dirinya sendiri.
Yunji mengunci pintu kamarnya lalu merebahkan dirinya di atas matras yang ia temukan di tempat pembuangan barang bekas untuk dirinya istirahat. Yunji mengambil jaket miliknya dan menggunakannya untuk menutupi perutnya.
"Besok ikut Mama kerja lagi yaa, bayi jangan rewel ya nak, bayi kuat ya ngikut Mama kerja besok. Harus pinter kayak hari ini ga rewel, Mama jadi bisa fokus kerjanya ya nak"
Yunji tidak merasakan pergerakan bayinya, mungkin bayinya sudah tidur. Ia pun ikut memejamkan matanya dan tidur dengan tenang.
Di tempat lain
Johnny mengantar Ten pulang ke kost nya setelah tadi mereka pergi ke toko buku dan mampir ke kafe untuk mengobrol. Ten adalah gadis yang Johnny temui 3 minggu lalu di organisasi kampus mereka, sebagai sama-sama Maba dan divisi yang sama mereka pun cepat dekat dan akrab dengan mudah.
Setelah mengantar Ten, Johnny kembali pulang ke rumahnya untuk segera beristirahat karena besok ada kuliah pagi.
.
Keesokan paginya. Yunji bangun pukul 8 pagi dan membereskan kamarnya lalu pergi mandi dan memasak sarapan untuk dirinya. Setelah sarapan ia segera bersiap untuk berangkat ke tempatnya bekerja.
Dikuncinya pintu kamanya dan segera pergi ke sauna tempatnya bekerja dengan berjalan kaki untuk menghemat biaya transportasi, memakan waktu setengah jam untuk dirinya sampai.
Sesampainya di tempat kerja, Yunji segera mengganti pakaiannya dan mulai bekerja karena kebetulan hari ini Yunji kebagian untuk mencuci dan melipat baju dan handuk yang sudah kering. Lalu nanti malam menggosok bak berendam.
Yunji mulai dengan mengambil semua handuk dan kain lalu memilahnya dan mulai mencucinya dengan mesin.
Sambil menunggu mesin bekerja, Yunji mengambil semua jemuran dan lalu menyetrika dan melipatnya dengan benar.
.
Tak terasa waktu menunjukan pukul 3 sore dan waktunya Yunji untuk beristirahat. Yunji mengambil kotak bekalnya yang berisi nasi putih dan telur dadar setengah ya setengah karena setengahnya ia makan saat sarapan tadi hehehe. Lumayan mengirit kan, Yunji harus pandai-pandai mengelola uangnya untuk ia tabung dan digunakan saat melahirkan nanti.
Yunji duduk sedikit bersembunyi di samping lemari dan mulai memakannya dengan cepat supaya bisa melanjutkan pekerjaannya lagi.
Saat sedang asyik makan, seseorang masuk keruang cuci dan sedikit mengejutkan Yunji.
"Kalau makan jangan lama-lama, cepetan itu dilanjut kerjanya" ucap seseorang itu.
Yunji berhenti mengunyah dan mengangguk "Iya Bu"
Malam harinya jadwal Yunji untuk membersihkan beberapa bak keramik yang selesai digunakan untuk berendam.
Yunji mulai menyikat satu persatu bak besar itu secara bergantian begitu juga dengan lantainya. Ada sekitar 4 tempat yang harus ia bersihkan dan setiap tempat memiliki 3 bak besar di dalamnya.
Yunji sesekali berhenti jika sudah terlalu lelah, lalu kemudian melanjutkannya lagi.
.
Johnny sedang membawa Ten untuk makan malam di rumahnya bersama kedua orang tuanya.
Johnny mempersilahkan Ten untuk duduk karena memang makan malam sudah siap.
Mama Suh memperhatikan Johnny yang memperlakukan Ten dengan sangat baik. Mama Suh belum pikun kalau Ten dan Yunji bukanlah orang yang sama, dan yang terakhir Mama Suh dengar Johnny sedang menjalin kasih dengan perempuan bernama Yunji dan ia mengingat dengan jelas bahwa perempuan itu sedang hamil cucunya.
Lalu ini apa? Siapa lagi perempuan di depannya ini. Apa Johnny lepas dari tanggung jawab dan meninggalkan kekasihnya yang sedang hamil itu dan menjalin hubungan dengan si Ten ini.
"Maaa...Paa... ini temen kuliah aku namamya Ten. Dia orang Thailand dan dapet beasiswa disini" ucap Johnny memperkenalkan.
Ten pun tersenyum dan mengangguk malu.
"Ohh dari Thailand. Disini tinggal sendiri?" Tanya Papa Suh.
"Iya Om. Disini ngekos sama temen kampus juga"
"Ohh gitu" Papa Suh mengangguk paham.
Sedangkan Mama Suh hanya diam seolah tidak peduli dengan obrolan mereka bertiga. Mama Suh hanya mencoba untuk mengingat tentang Yunji. Ia masih penasaran bagaimana keadaan anak itu dan bagaimana hubungan Yunji dan anaknya. Kenapa Johnny berani sekali membawa dan memperkenalkan perempuan lain.
Sedangkan Yunji, baik Mama Suh dan Papa Suh sama sekali belum pernah bertemu secara langsung dengannya dan hanya mengetahui Yunji dari cerita Johnny.
Bagaimana keadaan anak itu? Bagaimana juga kehamilan dan kesehatannya. Sepertinya Mama Suh harus segera mencari tau tentang Yunji melalui Taeyong, karena itu satu satunya cara. Taeyong pasti tau bagaimana keadaan dan dimana Yunji.
.
Selesai dengan pekerjaannya, Yunji segera pulang dan mampir ke supermarket untuk membeli makanan diskon dan juga mie instant untuk dirinya makan.
Sesampainya di kos. Yunji segera membersihkan dirinya dan makan untuk makan malam. Hari ini rasanya lelah sekali dan ingin cepat istirahat.
Saat akan tidur Yunji duduk bersandar sambil mengatur nafasnya. Menghirup banyak-banyak oksigen di ruangan ini, nafas Yunji tersengal karena sepertinya asma nya kambuh.
Yunji memejamkan matanya mengatur nafas karena dadanya terasa sakit sekali. Dipukulnya beberapa kali dada sesak itu berharap sakitnya berkurang. "Sakit sekali Tuhan. Tolong" batin Yunji.
Huuu.....huuuu.....
Diambilnya inhealer miliknya dan menggunakannya secara perlahan. Beberapa kali Yunji melakukan itu tapi sakitnya tidak berkurang.
Yunji kembali memejamkan matanya, sekitarnya seperti berputar dan akhirnya semua menjadi gelap. Yunji pingsan
T. B. C
KAMU SEDANG MEMBACA
BOYRIEND || BEFORE HUSBAND
FanfictionCerita Johnny sebelum memulai kisah bahagianya bersama Ten dan keluarga kecil mereka. Ini cerita GS!
