#39 Allen x Chaeyeon

72 9 0
                                        

Heart

_______

Seorang gadis Korea menatap lawan bicaranya dengan perasaan kalut. Ia menggigit bibir bawahnya, berusaha melontarkan kata-kata yang telah dirangkainya dalam otak. Bagaimanapun, ia tak boleh membuat perasaan lawan bicaranya ini terluka.

Pria ras kaukasoid di depannya itu juga menatapnya. Menanti jawaban yang akan diucapkan si gadis Korea. Sekalian menguatkan mental, kalau-kalau perempuan itu...

"Maaf, sepertinya aku tak bisa..."

...membuatnya kehilangan harapan.

Perasaan kecewa terlihat jelas dalam sorot matanya. Akan tetapi, ia dapat dengan mudah mengendalikannya. Menyembunyikan emosi negatif itu dalam satu senyuman tulus.

Pria pirang berdarah Perancis itu menghela napas. "Aku mengerti," katanya. "Terima kasih untuk waktumu, Lee Chaeyeon,"

Laki-laki itu berpamitan, kemudian berlalu meninggalkan Lee Chaeyeon, si gadis Korea yang baru saja menolak pernyataan cintanya.

Selalu seperti ini. Dengan halus, Chaeyeon selalu menolak setiap laki-laki yang mengungkapkan perasaan padanya.

Chaeyeon sama sekali tidak tertarik dengan mereka. Baginya, hanya ada satu pria yang memenangkan perasaannya. Pria yang memiliki semua yang Chaeyeon butuh dan inginkan. Pria yang sering menyebut Chaeyeon cantik dalam keadaan apapun. Pria yang hati dan perasaannya luar biasa lembut.

Dan sayangnya, pria itu bahkan tidak membalas secuil pun cinta yang disodorkan Chaeyeon.

Allen Ma, itulah namanya.

Chaeyeon tahu Allen tak pernah menyambut perasaannya. Hati laki-laki itu mungkin telah dimiliki oleh gadis lain. Jadi Chaeyeon berusaha mengubur perasaannya. Ia juga memutuskan pergi ke Perancis guna mengejar mimpi dan cita-cita. Siapa tahu kesibukannya di sana bisa membuat Allen lenyap dari pikirannya.

Sebenarnya, Chaeyeon berharap masih bisa berlari pada Allen. Chaeyeon tidak sanggup melupakan laki-laki itu. Laki-laki yang masih membawa separuh hatinya.

Masih segar di ingatan Chaeyeon ketika dirinya terbang melintasi berbagai negara untuk sampai di Perancis. Saat itu ia menyesal, karena tidak sempat menemui Allen sebelum pergi. Ia pergi tanpa mengucapkan salam perpisahan yang berarti pada laki-laki itu.

Chaeyeon berusaha menepiskan semua itu dari ingatannya. Allen Ma sudah punya kehidupan sendiri, dan Chaeyeon harus menjalani hidupnya dengan lebih baik tanpa Allen. Ia harus lebih bahagia.

***___***

Toko buku ini tampak lebih ramai dari biasanya. Beberapa penulis buku menggelar acara tanda tangan untuk buku karangan mereka yang baru beredar di pasaran.

Chaeyeon merupakan salah satu dari para penulis berbakat itu. Jadi, di sinilah ia sekarang. Menandatangani buku karangannya dan menyapa para pembaca setianya. Menambah daftar kenalan baru di negeri orang.

"Nona, tolong tanda tangan di sini," Seorang gadis remaja menyodorkan buku karangan Chaeyeon yang dibuka pada halaman pertama.

Chaeyeon mengangguk, lantas membubuhkan tanda tangan pada halaman buku yang dimaksud.

"Sudah,"

"Terima kasih, Nona Lee. Omong-omong, ini buku pertama Anda, bukan?" tanya gadis itu.

"Benar sekali. Kenapa memangnya?"

"Buku Anda bagus sekali. Aku suka. Sebaiknya Anda menulis buku lagi, Nona Lee. Pasti banyak yang menyambut dengan antusias," kata si gadis. "Aku salah satunya,"

Lee Chaeyeon StoryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang