Cerita Sore Itu
_______
"Selamat sore Eneng Chaeyeon yang cantik,"
Jam pulang sekolah sudah lewat, namun Lee Chaeyeon dan Yoon Sanha belum meninggalkan sekolah. Sanha harus mengikuti latihan rutin basket, dan Chaeyeon menunggunya sambil menikmati fasilitas Wi-Fi sekolah.
Kemunculan Sanha membuat Chaeyeon mengangkat sudut bibirnya. Ia beranjak untuk bersiap pulang.
"Oh, latihannya udah selesai? Kalo gitu pulang sekarang yuk?" ajak Chaeyeon.
"Ayo deh,"
Klub basket sekolah mengadakan latihan rutin dua kali dalam seminggu. Dan Chaeyeon jarang sekali menunggu Sanha seperti ini. Biasanya dia memilih pulang duluan bersama Lee Seoyeon, temannya.
"Chae, tumben kamu mau nungguin aku latihan?" tanya Sanha.
"Aku lagi males pulang cepet," jawab Chaeyeon.
"Kenapa? Ada masalah ya di rumah?"
Lahan parkir sekolah terasa lebih lengang di saat seperti ini. Beberapa anak klub basket seperti Sanha terlihat hendak menaiki motor mereka.
"Enggak di rumah kok. Tapi di kelas. Sama temen aku," Chaeyeon mengambil salah satu helm di kaca spion motor Sanha.
"Nanti aku ceritain ke kamu, tapi sambil jalan ya," lanjut Chaeyeon.
"Kalo sambil jalan nggak kedengeran dong," balas Sanha.
"Makanya, kamu jalanin motornya pelan-pelan aja,"
Sanha menurut. Setelah ia dan Chaeyeon keluar dari gerbang sekolah, ia pun melambatkan laju kendaraannya.
"Jadi kamu mau cerita apa?"
"Jadi gini, tadi kan Bu Taeyeon ngasih tugas kelompok di kelasku. Dan aku otomatis langsung 'nempelin' teman sebangku aku, Hwang Yeji,"
Sanha tahu betul kalau pacarnya itu paling tidak suka dengan tugas kelompok. Sanha pun demikian. Karena menurutnya tugas kelompok itu tidak efektif. Disuruh ngerjain bareng, yang kerja cuma satu orang.
Tapi untuk Chaeyeon lain cerita. Siswa yang satu itu memang cenderung pendiam, sehingga agenda seperti kerja kelompok ini lebih mirip tantangan mental baginya.
"Terus?"
"Yeji nggak langsung nerima aku jadi anggota kelompoknya. Dia gabung sama Soobin. Abis itu mereka berdua malah bikin kelompok sama anak lain," jelas Chaeyeon.
"Kamu nggak jadi gabung sama Yeji dong?"
"Enggak. Anggota dia udah pas. Jadinya aku gabungin temen lain yang sama-sama belum dapat kelompok. Jatuhnya kan kayak kelompok buangan,"
Tangan Chaeyeon melingkar erat di pinggang Sanha. Membuat Sanha melepaskan tangan kirinya dari pedal rem dan menggenggam tangan gadis itu.
"Kenapa kamu nggak sama Seoyeon aja?"
Chaeyeon mendengus, "Seoyeon kadang lupa sama aku. Lagian dia pasti udah sama Lia,"
Hujan yang turun tiba-tiba membuat Sanha menepi. Ia menghentikan motornya di lahan parkir sebuah minimarket.
"Chae, ayo neduh dulu," Sanha menggandeng tangan Chaeyeon dan menariknya ke beranda minimarket.
Sanha memberikan jaketnya pada Chaeyeon, "Ini kamu pake aja biar nggak dingin. Aku mau beli minum di dalam dulu,"
Setelah memakai jaket Sanha, Chaeyeon menengadah untuk melihat hujan. Sekarang sudah pukul lima kurang seperempat. Semoga saja hujannya tidak lama.
Sanha keluar dengan kantung plastik putih berisi dua susu kotak, snickers, dan roti isi. Ia kembali berdiri di sebelah Chaeyeon.
"Nih, makan dulu,"
"Iya, makasih Sanha," Chaeyeon mengambil susu rasa cokelat.
"Mau lanjut cerita nggak? Mumpung kita nggak naik motor nih," ujar Sanha.
"Mau dong," sahut Chaeyeon. "Aku sekelompok sama Nakyung, Chanhee, sama Eric. Cuma berempat,"
"San, kadang aku tuh kesel, soalnya orang-orang nganggap aku remeh karena aku terlalu pendiam. Tapi kan bukan berarti aku nggak bisa diandalkan," kata Chaeyeon. "Contohnya ya itu tadi, Yeji sama Soobin yang enggan sekelompok sama aku,"
Sanha baru kenal Chaeyeon waktu ospek dulu. Dan kebetulan keduanya satu kelas. Tapi mereka nggak sekelas lagi di tahun berikutnya.
Iya sih, Chaeyeon memang pendiam dan tertutup. Kurang peduli dengan keadaan sekitar. Asyik dengan dunianya sendiri seperti kebanyakan introvert.
Dan Sanha belum pernah tahu kalau Chaeyeon bisa sesakit ini karena kepribadiannya itu.
"Chae, kamu nggak usah terlalu dengerin orang lain. Karena sejatinya kamu nggak butuh mereka. Bukan masalah besar selagi kamu punya diri sendiri,"
Chaeyeon mendongak, "Oh ya?"
"Iya, tapi sekarang kamu juga punya aku. Orang yang selalu ada dan mendukung kamu di saat dunia nggak berpihak sama kamu. Orang yang percaya sama kamu, apapun yang terjadi," Sanha tersenyum. Ia kembali menggenggam tangan Chaeyeon, seolah ingin memberikan semangat untuk gadisnya itu.
"Jangan sedih lagi ya, Neng. Ini saatnya bagi untuk menunjukkan kalo kamu juga punya kelebihan,"
Chaeyeon tidak salah memilih Sanha sebagai kekasihnya. Dia selalu berhasil membuat beban hati Chaeyeon terangkat. Karena sekarang Chaeyeon mengeratkan genggaman tangan mereka.
"Makasih banyak, Sanha. Kamu memang yang terbaik," ucap Chaeyeon.
"Sama-sama, cantik. Yuk pulang. Hujannya udah berhenti tiga menit yang lalu loh,"
"Oke,"
Keduanya meninggalkan beranda minimarket. Chaeyeon masih mengenakan jaket Sanha.
"Abis ini hubungi teman sekelompok kamu. Bahas tugasnya bareng-bareng. Kerjain dengan maksimal, biar temen kalian nyesel karena nggak mau gabungin kalian," ujar Sanha. "Kalo perlu bantuan, bilang aku aja. Pasti aku bantu,"
"Iya, siap sayang,"
Mesin motor Sanha dinyalakan. Keduanya melanjutkan perjalanan pulang di bawah langit sore, ditemani aroma petrichor yang menenangkan.
END
_______
dedicated for kak nanoko_ yang ngeship sanha x chaeyeon
KAMU SEDANG MEMBACA
Lee Chaeyeon Story
FanfictionLee Chaeyeon, seorang gadis cantik dengan kepribadian manis yang membuat siapapun tanpa ragu mau berkawan dengannya. Ini kumpulan cerita pendek tentang Chaeyeon dan beberapa idol kpop pria. Selamat membaca, dan semoga kalian menikmatinya!^^ ©jellyv...
