Best Support System
_______
"Chae, buru keluar gih. Ada yang mau ketemu,"
Dengan malas, Chaeyeon melempar tatapan bertanya pada Hwang Yeji yang baru masuk ke kamar mereka. Siapa sih yang mau menemuinya di saat seperti ini? Namun sayang, Chaeyeon tidak mendapatkan jawaban karena Yeji sudah menghilang di balik pintu kamar mandi.
Setelah meraih cardigan indicolite miliknya, Chaeyeon melangkah keluar, tepatnya ke gerbang asrama putri yang ditempatinya selama satu semester ke depan.
Setelah membuka gerbang, perhatian Chaeyeon langsung tertuju pada seorang laki-laki yang duduk di atas motornya. Seseorang yang sangat dikenal Chaeyeon.
"Hyunjin?" Chaeyeon mendekati temannya itu. "Kamu ngapain di sini?"
Laki-laki itu, Hwang Hyunjin tersenyum. Membuat perasaan Chaeyeon menghangat seketika. Suasana hatinya sedikit membaik. Apalagi dengan balutan kaus hitam dan kemeja yang kancingnya dibiarkan terbuka.
"Nemuin kamu," jawab Hyunjin. "Temenin aku ke ATM bentar yuk, ambil transferan. Sekalian kita jalan-jalan. Tenang aja, aku traktir nanti. Nggak sibuk kan?"
Chaeyeon ikut menarik kedua sudut bibirnya, "Boleh. Tapi aku ambil helm dulu ya,"
"Nggak usah, aku bawa dua nih. Yang satu pinjam dari Felix,"
"Oh, oke deh,"
Setelah memastikan Chaeyeon memakai helm dengan baik, Hyunjin juga membantu gadis itu duduk dengan nyaman di motornya. Setelah itu, barulah Hyunjin mengambil tempat di depan Chaeyeon. Mereka melaju setelah Hyunjin membiarkan motornya menyala selama beberapa menit.
Hwang Hyunjin adalah tetangga Chaeyeon sejak dua tahun lalu, di mana Chaeyeon dan keluarganya pindah ke kompleks perumahan Hyunjin. Dulu mereka satu kelas. Kalau sekarang, satu kampus meskipun beda fakultas dan jurusan. Meskipun begitu, mereka terlihat sering menghabiskan waktu bersama. Memang, karena Hyunjin berjanji akan menjaga Chaeyeon selama kuliah di kota perantauan itu. Jika terjadi sesuatu pada Chaeyeon, Hyunjin tidak segan-segan menemui Chaeyeon langsung untuk memastikan keadaan gadis itu.
Seperti sekarang ini, Hyunjin yang tadinya asyik rebahan di asrama langsung beranjak setelah menerima pesan dari Yeji. Katanya, Chaeyeon bad mood setelah pulang kuliah, tapi menolak bercerita pada Yeji.
Dari kaca spion, Hyunjin bisa melihat Chaeyeon yang nampaknya tengah menikmati perjalanan mereka. Syukur-syukur kalau suasana hatinya meningkat sekarang.
Setelah membelah jalan selama sepuluh menit, Mereka berhenti di sebuah minimarket yang menyediakan fasilitas ATM di dalamnya. Hyunjin masuk, sedangkan Chaeyeon minta izin untuk menunggu di luar. Kalau ikut masuk dan melihat berbagai produk di sana, bisa-bisa ia jadi lapar mata.
Di serambi minimarket tersebut terdapat beberapa meja dengan masing-masing dua kursi. Chaeyeon duduk di salah satunya. Memperhatikan jalanan yang tidak terlalu ramai. Sesekali, ia akan mengambil napas dalam-dalam, membiarkan paru-parunya terisi oleh udara malam yang disukainya. Terakhir, ia menghembuskannya perlahan.
Chaeyeon berharap, kegundahannya bisa ikut terbuang.
"Nih buat kamu," suara Hyunjin terdengar bersamaan dengan sebuah susu kotak yang ditempelkan di atas kepala Chaeyeon.
"Makasih banyak, Hyunjin. Kamu masih ingat banget ya sama kesukaan aku," Chaeyeon menerimanya dengan sumringah.
"Iya dong, aku itu ingat banyak hal tentang kamu," Hyunjin mengambil tempat di seberang Chaeyeon. Mereka duduk berhadapan, dengan meja bundar di antara keduanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Lee Chaeyeon Story
FanfictionLee Chaeyeon, seorang gadis cantik dengan kepribadian manis yang membuat siapapun tanpa ragu mau berkawan dengannya. Ini kumpulan cerita pendek tentang Chaeyeon dan beberapa idol kpop pria. Selamat membaca, dan semoga kalian menikmatinya!^^ ©jellyv...
