Princess for The Prince
_______
Bagi semua gadis di kerajaan, Lee Chaeyeon mungkin menjadi gadis yang paling beruntung. Sebab gadis itu telah ditunjuk menjadi pelayan pribadi Pangeran Park Jihoon, yang mana artinya Chaeyeon juga menjadi tangan kanan putra mahkota yang tampan itu.
Usia Pangeran Jihoon sudah menginjak kepala dua. Berkali-kali raja dan ratu memperkenalkan Jihoon pada putri dari berbagai kerajaan. Akan tetapi, tak ada satupun yang berkenan di hati Jihoon. Padahal, sebagai pewaris tahta, ia harus mempunyai pendamping hidup.
"Pangeran, Anda sebaiknya bersiap-siap. Satu jam lagi ada pertemuan dengan keluarga kerajaan-"
"Chaeyeon, tidak bisakah kamu tidak membahas pertemuan seperti itu? Aku benar-benar muak," Jihoon memotong ucapan pelayan pribadinya.
Sebenarnya, Jihoon tidak sungguh-sungguh mengatakan itu. Dia sama sekali tidak keberatan dengan pertemuan kerajaan yang berujung pada perjodohan. Orang tua Jihoon tidak pernah salah dalam memilih calon pendamping hidup bagi putra mereka. Para putri yang disodorkan pada Jihoon tidak pernah mengecewakan. Semuanya cantik dan berbudi baik.
Akan tetapi, apalah arti semua itu jika Jihoon sudah memantapkan hati untuk pelayan pribadinya, Lee Chaeyeon.
Jihoon yakin, semesta akan mendukung kebersamaan mereka. Yang perlu dilakukan Jihoon sekarang adalah membuat orang tuanya merestui dirinya dengan Chaeyeon. Pasti tidak mudah, mengingat raja dan ratu ingin Jihoon menikahi putri kerajaan.
"Begini saja, Chaeyeon. Berhubung masih ada waktu satu jam, bagaimana kalau kita main dulu? Bawa aku ke tempat latihanmu sebentar, dan setelah itu aku mau ikut pertemuan itu," kata Jihoon. "Bagaimana? Kau setuju kan?"
Tanpa pikir panjang, Chaeyeon mengiyakan permintaan sang pangeran dengan syarat Jihoon harus mau menceritakan alasannya menolak para putri kerajaan itu.
Tempat yang dimaksud Jihoon adalah sebuah bukit yang terletak di sebelah utara kerajaan. Jaraknya hanya 10 menit jika ditempuh dengan jalan kaki. Jihoon biasanya menemani Chaeyeon berlatih pedang pada malam hari. Kali ini, mereka menunggang kuda agar cepat sampai.
"Pertama kali Ayah memberi kabar perjodohan, aku menyambutnya dengan baik. Aku tidak mau mengecewakan beliau. Jadi aku mau berkenalan dengan putri itu," tutur Jihoon. "Tetapi, orang tua dari sang putri membawa kabar buruk keesokan harinya. Katanya, dia kabur dari istana. Mungkin gadis itu menolak dijodohkan denganku,"
Di bawah siraman cahaya bulan, biasanya Jihoon memperhatikan Chaeyeon yang berlatih pedang. Namun kali ini, giliran Chaeyeon yang mendengarkan semua keluh kesah Jihoon.
"Pangeran, ini waktunya kembali ke istana. Anda harus bersiap," kata Chaeyeon setelah membaca konstelasi bintang di langit.
Jihoon mendengus. Ingin rasanya ia memohon pada semesta agar diberi waktu lebih lama bersama Chaeyeon.
"Baiklah. Ayo pulang,"
Di istana, Chaeyeon meminta kepada para juru rias pribadi Jihoon agar merahasiakan kepergian mereka. Tentu semua menyanggupi. Seperti biasa, para juru rias itu bekerja dengan baik. Mereka membuat penampilan Jihoon semakin memukau. Setidaknya begitu menurut Chaeyeon.
Jihoon agak terkejut melihat raja dan ratu yang menjadi tamu itu adalah orang tua dari putri yang pertama kali diperkenalkan padanya. Iya, putri yang katanya melarikan diri dari perjodohan itu.
'Untuk apa mereka di sini? Apa putri mereka sudah kembali?'
Pertanyaan yang dilontarkan Jihoon dalam hati terjawab ketika berkenalan dengan gadis yang bersama mereka. Nama gadis itu Lee Jinsol. Ia adalah keponakan raja dan ratu. Artinya, Jinsol bukanlah gadis yang itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Lee Chaeyeon Story
Fiksi PenggemarLee Chaeyeon, seorang gadis cantik dengan kepribadian manis yang membuat siapapun tanpa ragu mau berkawan dengannya. Ini kumpulan cerita pendek tentang Chaeyeon dan beberapa idol kpop pria. Selamat membaca, dan semoga kalian menikmatinya!^^ ©jellyv...
