Our Date
_______
"Udah?" Ha Yoonbin bertanya sambil memasukkan ponsel ke saku celana.
Lee Chaeyeon mengangguk. Yoonbin tidak melihat dokumen apapun di tangan Chaeyeon, padahal sebelumnya gadis itu masuk ke gerai fotokopi dengan membawa beberapa lembar kertas untuk dijilid.
"Loh belum jadi?" tanya Yoonbin lagi.
"Belum. Antre banget sih. Jadinya aku tinggal," jawab Chaeyeon. "Yuk jalan lagi,"
Keduanya menghampiri sepeda motor Yoonbin yang terparkir di halaman gerai. Seorang pria dengan pakaian khas juru parkir mendekat, padahal waktu Chaeyeon dan Yoonbin datang orang itu sama sekali tidak terlihat.
Chaeyeon memakai helm yang disodorkan Yoonbin setelah memberi selembar uang pada si juru parkir.
"Jalan ke mana nih enaknya?" tanya Chaeyeon.
"Nonton aja yuk. Mau nggak? Aku yang bayar kok," tawar Yoonbin.
"Boleh deh,"
Hari Minggu yang cerah ini membuat ruas jalan dipenuhi kendaraan. Banyak orang seperti Yoonbin dan Chaeyeon yang memanfaatkan akhir pekan untuk bersenang-senang, setelah berkutat dengan pekerjaan selama seminggu.
Akan tetapi, Lee Chaeyeon tidak sepenuhnya menikmati akhir pekan ini. Ia harus menyelesaikan tugas dari salah satu dosen di kampusnya. Itulah yang membuat Yoonbin menemaninya ke gerai fotokopi terdekat.
Tidak masalah, beban di pundak Chaeyeon akan menguap setelah sang dosen memberikan nilai sempurna atas kerja kerasnya.
"Yeon, mau makan dulu nggak?" tawar Yoonbin lagi.
"Kamu yang bayarin lagi?"
"Iya. Habisnya uang kamu pasti banyak berkurang buat nugas. Terus kamu udah bayarin parkir motor aku tadi," kata Yoonbin.
"Ya ampun, bayar parkir kan nggak seberapa. Lagian kan yang ngajak ke fotokopian itu aku, jadi aku ngerasa wajib bayarin parkirnya,"
Bagaimanapun argumen yang dilontarkannya, Chaeyeon tidak bisa menolak ajakan Yoonbin. Karena sekarang dia dan kekasihnya itu sedang duduk berhadapan di restoran sushi sebuah mall. Namun sebelumnya, mereka terlebih dulu membeli tiket di bioskop.
"Makasih banyak ya Bin. Kamu udah bayarin tiket nonton, terus bayarin makan pula," ucap Chaeyeon. "Jadi nggak enak nih,"
"Santai dong, kayak sama siapa aja sih," balas Yoonbin. "Pokoknya kalo butuh apa-apa, kamu jangan ragu buat bilang sama aku,"
Chaeyeon tidak habis pikir, amal perbuatan apa yang pernah dilakukannya sehingga mendapat kekasih sebaik Ha Yoonbin. Masalahnya, pacar Chaeyeon yang sebelumnya saja tidak sampai seperti ini.
"Kamu juga ya Bin. Kalo ada apa-apa tuh cerita sama aku. Jangan disimpen sendiri," pesan Chaeyeon. "Inget kalo kamu itu akan selalu dan selalu punya aku,"
Yoonbin tersenyum, "Iya Chaeyeon,"
Keduanya lalu melanjutkan konversasi mereka. Mulai dari dosen di fakultas Yoonbin sampai harga makanan di kantin fakultas Chaeyeon yang relatif murah.
Iya, memang serandom itu.
"Selamat menikmati,"
Seorang pelayan mengantarkan pesanan mereka. Membuat produksi saliva Chaeyeon meningkat melihat hidangan yang tersaji di depannya.
"Ayo makan, Chae. Kalo mau makan yang lain juga boleh,"
***
"Seru banget filmnya, kapan-kapan aku download deh. Biar bisa nonton sama Chaeryung,"
Yoonbin menggandeng tangan Chaeyeon saat mereka hendak turun melalui eskalator. Selain mereka berdua, eskalator tersebut juga dipenuhi orang-orang yang baru keluar dari bioskop.
"Iya, terserah kamu. Kalo butuh Wi-Fi ke rumahku aja," kata Yoonbin.
"Masa aku ke sana cuma buat numpang Wi-Fi?" gumam Chaeyeon.
"Gapapa kali. Temen aku banyak tuh yang mampir nyari Wi-Fi," kata Yoonbin. "Omong-omong kamu nggak mau belanja apa bahan makanan? Kan biasanya kamu nyobain resep-resep gitu,"
"Enggak Bin. Lain kali aja,"
Mereka sampai di lahan parkir mall. Seorang perempuan tua berpakaian kumal menarik perhatian Chaeyeon. Wanita itu duduk beralaskan kardus bekas. Tangannya memegang kaleng bekas yang berisi sedikit uang sebagai bentuk belas kasih dari pengunjung mall.
Chaeyeon merogoh tas tangannya. Ia menemukan selembar uang yang nominalnya sama dengan diberikannya pada juru parkir tadi. Tersenyum hangat, Chaeyeon mengulurkannya pada wanita pengemis tersebut.
"Bin, kayanya aku tau deh kenapa kamu punya rezeki lebih," kata Chaeyeon. "Maksudnya, kamu selalu berkecukupan gitu,"
"Oh ya? Emangnya kenapa?"
"Soalnya kamu rajin sedekah. Terus aku juga terdorong buat ngelakuin hal yang sama,"
Yoonbin tersenyum, "Bagus Chae! Kalo kita rajin sedekah, Tuhan bakal melipatgandakan rezeki kita. Asalkan kita ikhlas,"
"Tapi jangan ngasih ke sembarangan orang ya Chae,"
"Hah gimana?"
"Misalnya ada orang ke rumah kamu minta sedekah. Terus orangnya masih muda. Nah, yang kaya gini jangan dikasih. Masih muda bukannya kerja yang bener malah minta-minta," pesan Yoonbin.
Dari dulu, Chaeyeon menilai kalau kepribadian Yoonbin itu lebih dewasa dari usianya. Dan laki-laki itu sudah membuktikannya dalam beberapa kesempatan, seperti saat ini.
"Iya, aku tau kok," sahut Chaeyeon. "Yuk pulang. Chaeryung pasti udah nunggu,"
"Ayo. Tapi sebelumnya kita beliin apa gitu buat adik kamu. Anggap aja oleh-oleh," kata Yoonbin.
Chaeyeon tertawa, "Kamu tuh udah kaya kakak ipar idaman aja sih,"
"Jelas dong! Aku kan mau ngedeketin keluarga kamu. Biar nanti gampang buat nyari restu,"
Tawa Chaeyeon semakin lebar. Ha Yoonbin benar-benar!
END
_______
Buat kak rizqykurniasari yang udah req😊
Maaf kalo nggak sesuai ekspektasi
KAMU SEDANG MEMBACA
Lee Chaeyeon Story
FanfictionLee Chaeyeon, seorang gadis cantik dengan kepribadian manis yang membuat siapapun tanpa ragu mau berkawan dengannya. Ini kumpulan cerita pendek tentang Chaeyeon dan beberapa idol kpop pria. Selamat membaca, dan semoga kalian menikmatinya!^^ ©jellyv...
