Bersama adiknya yang bernama Lee Chaeryeong, Chaeyeon menghabiskan sore dengan berkutat bersama buku resep masakan di dapur. Setelah itu, Chaeyeon berinisiatif membagikan hasil karyanya pada Han Jisung, tetangga sekaligus teman sekolahnya.
Kediaman keluarga Han sedang sepi, karena orang tua Jisung belum pulang. Anak itu sendiri sedang menyibukkan diri dengan belajar di ruang tengah dengan buku-buku yang berserakan di atas karpet.
"Belajar dong. Besok kan UAS," jawab Jisung.
"Belajar apa nyiapin contekan?"
"Sembarangan lo! Sekarang waktunya berubah kali," tukas Jisung.
Ucapan Jisung mengundang tawa dan pernyataan maaf dari Chaeyeon. Bersama dua sahabat karibnya, Han Jisung sering melakukan kegiatan nista itu menjelang ujian sekolah.
Namun kini tidak. Yang Chaeyeon lihat sekarang ini adalah Han Jisung yang sedang mempersiapkan dirinya matang-matang.
"Ya udah, ini buat lo. Biar tambah semangat belajarnya," Chaeyeon menyodorkan kotak bekal berwarna hijau di tangannya.
"Apaan nih?"
"Makanan favorit lo. Buatan gue sendiri tuh," ujar Chaeyeon. Ia tahu betul betapa Han Jisung sangat menyukai kue keju.
"Wah, makasih banyak ya," ucap Jisung.
"Sama-sama Sung," balas Chaeyeon. "Tapi serius deh Sung, tumben banget lo nggak nyiapin contekan kayak biasanya?"
Jisung menutup buku latihan yang digelutinya, "Yeon, lo tau kan kalo ranking, nilai, IPK dan semacamnya itu nggak terlalu berpengaruh buat kesuksesan?"
"Iya tau," Chaeyeon mengangguk.
"Dan lo tau nggak apa yang paling berpengaruh terhadap kesuksesan?" tanya Jisung lagi.
"Enggak. Emangnya apa?"
"Yang paling penting itu kejujuran Yeon," kata Jisung lagi. "Makanya, mulai sekarang gue berusaha nerapin hal itu ke diri gue. Pelan-pelan aja sih, misalnya dengan ngurangin kebiasaan jelek gue tiap menjelang ujian,"
Sulit dipercaya. Begitulah isi hati Chaeyeon setelah mendengar penuturan Jisung. Diam-diam Chaeyeon mencubit kulit tangannya sendiri. Rasa sakit yang timbul meyakinkan Chaeyeon bahwa itu bukan mimpi.
Apa setelah mencicipi kue keju buatannya, Jisung jadi sebijak ini? Sepertinya tidak mungkin.
"Lo nggak ada niatan belajar bareng gue gitu Yeon?" tanya Jisung. "Sambil makan cheesecake buatan lo ini,"
Menerima ajakan Jisung sebenarnya tidak ada salahnya bagi Chaeyeon. Hanya saja, ia teringat janjinya pada Chaeryeong untuk mengajarinya memahami materi belajarnya.
"Maaf Sung, lain kali aja ya. Sekarang gue mau pulang dulu. Udah ditunggu Chaeryeong nih," pamit Chaeyeon.
"Oh, oke deh,"
Chaeyeon beranjak. Ia hampir mencapai pintu pemisah ruang tengah ketika Jisung memanggilnya.
"Chaeyeon,"
"Apa?"
Jisung berdiri dan berjalan ke arahnya hingga mereka berhadapan.
"Yeon, tadi gue kan berusaha buat nerapin kejujuran nih. Jadi sekarang gue mau jujur sama lo," kata Jisung.
"Jujur soal apa Sung?"
"Sebenarnya gue suka sama lo Yeon... udah lama sih..." Jisung berucap pelan.
Dari gelagat Jisung selama mereka satu kelas, Chaeyeon sudah tahu kalau laki-laki bermarga Han itu menyukainya. Tapi tetap saja, Chaeyeon sedikit terkejut dengan ungkapan yang tak diduga ini.
"Yeon, gue tau gue bukan cowok yang cukup baik buat lo. Tapi lo mau nggak jadi pacar gue?"
Chaeyeon tidak langsung menjawabnya. Ada jeda sekitar dua menit sebelum Jisung berujar lagi.
"Kalo ga mau juga gapapa kok-"
"Iya Sung,"
"Hah apa?"
"Iya, gue mau jadi pacar lo,"
END
_______
Ini kapal Chaeyeon terlaris setelah chaejin. Kalian ngerasa gak sih kalo han sama chaey itu mirip sekilas?
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.