#20 Seungmin x Chaeyeon

412 45 4
                                        

Bersama si Anak Baru

_______

Memiliki orang tua yang sering pindah tugas ke luar kota membuat Kim Seungmin mau tidak mau mengikuti kepindahan orang tuanya. Akan tetapi, itu bukan masalah besar bagi Seungmin. Tinggal di beberapa kota selama bertahun-tahun mendorong Seungmin untuk menjadi pribadi yang mudah bergaul dan beradaptasi.

Hari ini, Seungmin kembali menjadi siswa baru di sekolah pilihan ayahnya. Guru Choi selaku wali kelas memperkenalkan Seungmin di depan para muridnya. Beliau juga meminta Seungmin duduk sebangku dengan Lee Felix, seorang siswa berdarah Australia. Hanya dalam waktu satu hari, Seungmin sudah hafal sebagian besar nama teman sekelasnya. Namun, tidak sedikit juga yang belum dikenal Seungmin. Misalnya gadis berpipi gembil yang sering menjawab pertanyaan dari guru atau mengerjakan soal di papan tulis dengan benar.

"Namanya Lee Chaeyeon," ujar Seungmin. "Dia itu sangat pendiam. Tapi dia salah satu siswa yang pandai di kelas ini. Tentunya selain Mia, Aisha, Sanha dan Chanhee, "

Seungmin mengangguk paham. Baginya, seseorang yang punya kepribadian seperti Chaeyeon pasti memiliki sisi lain yang jarang diketahui orang. Gadis itu mungkin terlalu malas beranjak dari zona nyamannya.

Seungmin bertekad, Chaeyeon harus menjadi salah satu teman akrabnya.

***

Untuk ke sekian kalinya, Seungmin mengecek ponsel dengan gelisah. Ia belum hafal jalan pulang, sehingga ia memutuskan untuk memesan taksi online. Namun, belum ada satupun sopir taksi yang menerima pesanannya. Felix tidak bisa menemani Seungmin karena anak itu ada keperluan dengan klub tarinya.

"Kim Seungmin? Nggak pulang?"

Di sebelah Seungmin, tahu-tahu Lee Chaeyeon muncul dengan mengendarai sepeda motornya.

"Ini mau pulang kok. Tapi taksinya belum sampai," jelas Seungmin.

"Kuantar aja yuk. Rumah kamu mana?"

Seungmin tampak menimbang-nimbang selama beberapa saat. Chaeyeon kembali memberi tawaran pada teman sekelasnya itu.

"Udah naik aja. Aku yang bonceng kamu. Kebetulan aku hafal jalanan kota ini kok, "

Menunggu lebih lama sepertinya terasa sia-sia bagi Seungmin. Maka ia segera naik ke motor Chaeyeon. Gadis itu melajukan motornya setelah Seungmin menyebutkan alamat rumahnya.

"Seungmin mampir ke toko buku bentar ya? Ini adikku nitip buku," Chaeyeon bertanya dengan suara yang dikeraskan.

"Iya boleh," jawab Seungmin.

Chaeyeon memarkir motornya di pelataran toko buku. Di dalam toko, Seungmin tidak berminat menelisik buku-buku di sana. Padahal, membaca adalah hobi utama Seungmin. Namun kali ini, ia lebih suka mengekori Chaeyeon.

"Chaeyeon, aku mau nanya nih, tapi takut nyinggung perasaan kamu," kata Seungmin.

"Nanya aja kali,"

"Jadi gini, kamu itu kelihatan pendiam banget. Kalo kata Felix, kamu itu terlalu kalem sehingga jatuhnya pendiam. Terus-"

"Wow Kim Seungmin, ini hari pertama kamu sekolah tapi udah segitu perhatiannya sama aku," Chaeyeon terkekeh, "Biar kutebak, kamu pasti mau nanya kenapa aku bisa sependiam ini,"

Seungmin mengangguk, "Iya,"

Tangan Chaeyeon meraih sebuah buku fiksi bergenre fantasi.

"Seungmin, kamu tahu rasanya diabaikan saat bicara? Atau rasanya disela ketika bercerita?"

"Aku pernah ngerasain semuanya, Seungmin. Dan sejak saat itu, aku ngerasa ceritaku nggak sepenting cerita orang lain. Jadi, biarlah orang lain bercerita dan aku tinggal mendengarkan mereka. Tentunya sambil menahan keluh-kesahku di dalam hati,"

"Lagipula, aku masih punya Tuhan yang selalu mendengarkan doa dan keluh-kesahku. Juga masih ada Mama, orang yang paling pandai menjaga rahasiaku," Chaeyeon tersenyum tipis.

Setelah membayar semua buku yang diinginkannya, Chaeyeon mengajak Seungmin pulang. Hanya butuh waktu sepuluh menit bagi keduanya untuk sampai di rumah Seungmin.

"Aku duluan ya," pamit Chaeyeon.

"Tunggu Chaeyeon!" seru Seungmin.

"Ada apa?"

"Mulai detik ini, aku akan jadi teman yang mendengarkan semua cerita kamu. Nggak peduli itu penting atau enggak. Jadi, biasakan untuk terbuka sama aku ya,"

"Beneran?" tanya Chaeyeon. Selama ini, belum ada orang yang setulus itu padanya. Membuat Chaeyeon menyunggingkan senyum hangatnya.

Dan Seungmin bersumpah, itu adalah senyum paling indah dari seorang gadis untuknya.

"Makasih banyak, Seungmin. Semoga kita bisa jadi teman yang baik ke depannya ya,"

Seungmin mengangguk mantap, "Iya, semoga saja, Chaeyeon"

END

_______

Huhuhuhu mau juga temen kaya Seungmin:(((

Btw jangan ada yang nanya gimana sejarahnha cewek nganterin cowok pulang, apalagi cewenya yang boncengin😅

Lee Chaeyeon StoryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang