"Aku hanya seorang anak yang menginginkan kata semangat dari kedua orang tuaku. Apakah itu suatu hal yang salah?
Namun, saat nilaiku turun, kedua orang tuaku hanya bisa menyalahkan aku saja tanpa memberikan kata semangat agar aku bisa lebih semangat dalam belajar.
Selalu dibandingkan dengan kakakku sudah menjadi hal yang biasa bagiku.
Aku, yah, aku bukan seperti kakak yang sempurna dalam segala hal.
Aku sudah menyerah untuk mendapatkan perhatian dari kedua orang tuaku dan memilih untuk pergi saja.
Perlakuan kasar dengan tindakan memang menyakitkan, tetapi perkataan kasar juga jauh lebih menyakitkan karena hal itu akan teringat sampai aku dewasa.
Di-doktrin untuk selalu bisa seperti kakakku membuatku lelah dengan semua itu, dan akhirnya aku menyerah untuk menyesuaikan diri menjadi seperti kakakku yang pintar.
Aku memang bodoh, itulah kata yang sering kudengar dari kedua orang tuaku. Aku hanya ingin meraih kasih sayang mereka, namun itu tak pernah kudapatkan.
Aku lelah dan menyerah dengan semua itu. Namun, ternyata ada kejutan luar biasa yang kudapatkan hasil dari kesabaranku selama ini."
KAMU SEDANG MEMBACA
Fahri (END)
Ficção AdolescenteMahendra Sabil Al Fahri, seorang cowok yang selalu terlihat ceria dan penuh canda tawa di depan semua orang. Namun, di balik senyumnya yang menawan, ia menyimpan luka mendalam akibat perlakuan tak adil dari kedua orangtuanya. Topeng keceriaan yang i...
