Fahri menyerahkan pialanya kepada Angelo, yang terlihat heran dengan tindakan Fahri.
"Aku lapar, mau makan aja!" pekik Fahri.
Fahri kabur begitu saja, membuat Pak Budiman tertawa karena sudah hafal dengan sifat Fahri.
"Kirim semua piala Fahri ke rumah saya, Pak Budiman," ucap Angelo.
"Baik, Pak Angelo," jawab Pak Budiman.
"Aku susul Fahri dulu ya," ucap Roy.
"Iya, susul sana. Mommy dan daddy urus piala adikmu dulu," jawab Angelina.
"Baik, mom," ucap Roy, sambil mencium pipi kiri Angelina dan Angelo secara bergantian sebelum pergi untuk menyusul Fahri.
Di kantin, Fahri malah dilihat oleh banyak orang, membuatnya kebingungan.
"Kalian kenapa lihat-lihat gua, oi!" pekik Fahri.
"Bapak lu sugar daddy, ya!" ejek Anita.
"Hah?" Fahri bingung.
"Parah lu, masa gak tahu sih!" sambung Ika.
"Gua kira itu bukan Angelo Yanuar yang terkenal itu, ternyata bener-bener dia, pas dilihat dari dekat," ucap Atika.
"Bukannya kalian pernah lihat daddy gua kan?" tanya Fahri heran.
"Dia kan pakai kacamata sama topi pas anter lu ke kelas waktu itu, makanya gak jelas," jawab Nadira.
"Lu beruntung banget bisa jadi anak Angelo Yanuar," kata Sulis.
"Biasa aja sih," jawab Fahri.
"Jadi mobil Lamborghini itu dari ayah lu?" tanya Rizky.
"Iya, siapa lagi kalau bukan dia," jawab Fahri.
"Dia memberikannya begitu saja?" tanya Ujang.
"Bilangnya hadiah karena gua mau jadi anaknya," jawab Fahri.
"Mantap bener," kata Bisma.
"Abang lu juga anaknya?" tanya Umayyah.
"Iya," jawab Fahri.
"Bosen nih, Ri," kata Atika.
"Bentar," jawab Fahri.
Fahri duduk di atas meja, dan Danel mencoba menariknya, tapi Fahri tidak menurutinya.
"Ok, kebetulan ada ide buat kasih duit sama kalian semua," ucap Fahri.
"Nah, cocok!" seru Ujang.
"Eta mah kahayang maneh!" ejek Fahri.
"Kabeh jelema mah hayang duit, nyaho!" kata Ujang.
"Kabiasaan, pake bahasa Sunda wae!" ejek Bisma.
"Sudah saatnya serius," ucap Fahri.
"Gua baru tahu lu bisa serius," kata Ridho.
"Astaga, punya sahabat laknat bener," ucap Fahri.
"Fahri!" panggil Roy.
"Sini, bang!" pekik Fahri.
Roy mendekat dan mengelus rambut Fahri. Fahri hanya diam, menikmati perlakuan Roy padanya.
"Rapat sudah selesai, pulang yuk!" ajak Roy.
"Aku nyusul, mau habiskan batagor dulu nih," jawab Fahri.
"Jangan pakai bumbu kacang, kan alergi kacang," ucap Roy.
"Padahal mau pakai bumbu kacang," jawab Fahri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fahri (END)
Roman pour AdolescentsMahendra Sabil Al Fahri, seorang cowok yang selalu terlihat ceria dan penuh canda tawa di depan semua orang. Namun, di balik senyumnya yang menawan, ia menyimpan luka mendalam akibat perlakuan tak adil dari kedua orangtuanya. Topeng keceriaan yang i...
