16 (membungkam orang hina!)

1.1K 123 118
                                        

Satu minggu kemudian, karena ada rapat dengan wali murid, seluruh kelas 12 tidak belajar. Fahri bersama sahabat-sahabatnya sedang duduk santai di kantin.

Fahri memainkan sumpit sambil menunggu mie ayam yang dipesannya, sementara sahabat-sahabatnya malah asyik bermain ponsel.

"Ri, lu nggak mabar?" tanya Ridho.

"Belum beli skin lagi," jawab Fahri.

"Padahal tinggal minta duit aja sih," kata Santo.

"Malas, mending buat makanan aja," ujar Fahri.

"Makanan buat kenyang, daripada beli skin nanti malah boros uang nggak jelas," sambung Fahri.

"Tumben bener," kata Danel.

"Disuruh mommy jangan main game terus nanti mataku rusak," jawab Fahri.

"Kedua orangtua lu datang?" tanya Wiwit.

"Sibuk semua, nyebelin tahu," keluh Fahri.

"Sabar, mereka kerja juga kan demi lu," kata Danel.

"Tetap aja sih, gua kesal tahu!" sahut Fahri kesal.

"Tenang aja, kan ada bang Roy," kata Ali.

"Sama aja, tahu abang sibuk operasi hari ini," jawab Fahri.

"Kalau operasi biasanya paling cepat 5 jam," tambah Fahri.

"Makan dulu aja, muka lu kayak kerupuk kena air," kata Putra sambil menaruh mie ayam di depan Fahri.

"Kerupuk kena air?" bingung Ali.

"Melehoy jadinya," jelas Ridho.

"Hah, melehoy apaan?" tanya Ali.

"Letoy, atau bisa dibilang nggak punya tenaga," jawab Danel.

"Aku paham," kata Ali.

Fahri makan mie ayam, namun saat memakannya, ada yang sengaja menumpahkan air ke mie ayam miliknya.

"Ck!" kesal Fahri.

Fahri bangun dan menonjok wajah orang yang telah membuat emosinya meningkat.

"Lu jangan buat emosi gua!" kesal Fahri.

"Anak pungut!" ejek Rivaldo.

"Gua bukan anak pungut!" jawab Fahri kesal.

"Alah, emang bener kan lu anak pungut!" ejek Rivaldo lagi.

"Bodoh sih, jadi dibuang deh!" tambah Rivaldo.

"Nyesel gua lahir bareng lu!" ejek Rivaldo.

"Gua juga ogah lahir barengan sama lu!" jawab Fahri kesal.

"Kenapa lu nggak mati aja sih?" tanya Rivaldo.

"Iya, gua mati aja, tapi lu duluan yang mati!" pekik Fahri.

'PLAK!' Pipi kiri Fahri ditampar oleh Rivaldo, membuat Fahri langsung memukul wajah Rivaldo yang membuatnya mimisan.

"Lu tuh cowok atau cewek sih, mainnya tampar-tampar mulu!" ejek Fahri.

Fahri mengusap darah yang keluar dari sudut bibirnya, sementara Rivaldo kesal dan memukul perut Fahri, dan Fahri membalasnya.

Fahri akan menendang Rivaldo, namun ada yang menendangnya terlebih dahulu. Ternyata, itu adalah Rahmat.

"Hendra!" kesal Rahmat.

"Nama itu sudah mati," jawab Fahri datar.

"Apa maksudmu?!" tanya Rahmat kesal.

Fahri (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang