Fifah : Tokoh utama
Si brengsek Ethan : Tokoh utama
Ryan : Tokoh utama ke 2
Sania : Antagonis
Hera : Temen si Sania
Sakya : Temen si brengsek (Ethan)
Kegan : Sama 2
Yordan : Sama 3
Citra : Mama ♡
Nando : Adek gue
Cecil : Pembuli gue
Mona : Dia juga sama
Kaylie mengetuk ngetukkan pulpen ditangannya ke dagu, ia memeras otaknya mencoba mengingat nama nama tokoh didalam cerita 'Malaikat bersayap patah' ini.
Bahkan terkadang ia akan membuka buka kembali buku novel usang itu untuk mencari nama nama tokoh lain yang belum terdaftar di catatannya.
Namun saat ini kebetulan Kaylie sedang tidak membawa buku itu bersamanya, jadi. Dengan terpaksa, ia harus memeras otaknya mencoba mengingat nama nama karakter didalam buku.
Ia mengernyit, menatap kearah catatan kecilnya yang berisi nama orang orang penting di dalam cerita. Mencoba mengingat siapa kiranya yang kurang.
Kaylie tersadar sesuatu.
"Gue lupa dia."
Menulis satu nama lagi yang terlupa di ingatannya, ia sedikit meringis merasa bersalah pada orang itu.
Delia : Temen.. Gue?
"Sorry Del." gumamnya.
"Lo ngapain?"
Kaylie mendongak, menatap Ethan yang muncul begitu saja dihadapannya dengan dua kaleng soda yang ia bawa.
Kaylie menggeser duduknya, membiarkan Ethan duduk disebelahnya.
Cowo itu menyodorkan salah satu soda ditangannya kearah Kaylie yang langsung diterima gadis itu secara terbuka.
"Lo nulis apaan si?" tanya cowo itu penasaran.
Ia menarik buku catatan Kaylie disaat gadis itu tengah menenggak minuman nya.
"Kegan, Sania, Ryan, Fifah, Yordan, Nando, Ethan si breng–Wey! Apaan nih? Kok gue doang yang di caci maki disini?" tanya Ethan tak terima dengan julukan yang di sematkan padanya.
Kaylie tak peduli dan hanya sibuk menyesap minuman nya.
"Kay, hapus ini. Ganti, harusnya 'si ganteng'. Mana bisa berubah jadi brengsek?! Gue cowo baik baik ya, sembarangan lo." omelnya.
"Jangan nawar, itu panggilan spesial gue khusus buat lo." jawab Kaylie acuh.
Ethan berdecih. "Mana mungkin!"
"Yaudah kalo gak percaya, sini balikin." Kaylie merebut kembali buku catatannya dari tangan Ethan, ia mengabaikan keluhan sahabatnya itu dan kembali fokus mengingat nama karakter lainnya.
"Lo gak hapus? Tega banget, masa iya dimata lo gue brengsek?"
"Ck, udah. Perkara nama aja ribut." damprat Kaylie geram.
Ethan terduduk diam dengan wajah merengut, namun setelah beberapa saat raut wajahnya kembali seperti semula dan ia juga mulai mengintip buku catatan Kaylie.
Ia sedikit merasa geli ketika melihat Kaylie mengukir sebuah tanda hati disebelah nama ibunya, benar benar keluar dari karakter jutek nan judes gadis itu.
"Kenapa lo nyatet nama nama mereka semua?" tanya Ethan heran.
"Biar inget aja, takutnya gue mendadak lupa nama nama mereka." jawab Kaylie spontan.
"Yaelah, gitu doang mah gampang kali. Tinggal baca ulang lagi aja bukunya, susah amat. Lagian lo gak mungkin sepikun itu buat mendadak lupa nama nama mereka, secara kan kita sekarang hidup sehari hari juga berbaur sama mereka." timpal Ethan.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE EXTRA'S
RandomON GOING - REVISI ____________________________________________ "Ini hidupku, entah itu suka maupun duka. Aku yang akan menentukan semuanya." _ Kaylie Bagaimana rasanya jika tubuh yang kamu mil...
