"Pergi dari sini!"
Sebelah alis Kegan naik. "Kenapa?"
"Kaylie gak nyaman deket deket sama lo."
Laki laki itu menyandarkan punggungnya kesandaran kursi, matanya yang tajam menatap santai Ryan yang tampak menggebu gebu berniat mengusirnya.
"Yang harus nya pergi dari sini itu lo."
Ryan menatap Kegan penuh permusuhan. "Kenapa gue?"
"Lo kotor." sahut Kegan enteng.
"Brengsek!"
Hal itu berhasil menyulut emosi Ryan, ia menggebrak meja dengan kepalan tangannya. Membuat orang orang yang berada disekitar mereka terperanjat.
"Lagian Kaylie sendiri juga gak komentar apa apa soal gue, kenapa lo yang sewot?"
Kegan tetap duduk dikursinya dengan tenang, matanya hanya menyorot Ryan santai. Seolah emosi diwajah laki laki itu hanya terlihat seperti sebuah lelucon dimatanya.
Ryan mengepalkan kedua tangannya erat.
"Kaylie, lo setuju kan kalo dia disini bikin lo gak nyaman? Lo cuman perlu ngangguk dan gue bakal seret dia pergi dari sini." ujar Ryan kearah Kaylie.
Kegan menyeringai tipis. "Coba aja kalo lo bisa."
"Ha?! Lo pikir gue gak bisa? Modelan kayak lo gak perlu bikin gue ngeluarin tenaga gede cuman buat nyeret lo pergi dari sini." cibir Ryan.
Kegan menatapnya diam, tatapan matanya kearah Ryan tampak seolah tengah melihat seorang badut konyol berbicara dan berlakon sendirian.
Seringai tipis timbul di sudut bibirnya.
"Apa iya?" cibirnya balik dengan nada meremehkan. "Lo bisa coba." Lanjutnya provokatif.
Ryan berang, nada bicara Kegan yang terkesan arogan menyulut sumbu api Ryan yang sudah sangat mudah terbakar.
Kedua tangan pemuda itu terkepal erat, seolah tengah menargetkan bagian wajah Kegan yang mana yang akan dipukul olehnya.
"Persis sama kayak apa yang gue bayangin dari kacung si songong yang namanya Ethan itu, komplotan yang semuanya cuman modal bacot doang tapi nyali cuman segede biji kacang." ucap Ryan tajam.
Kegan sedikit menaikkan alisnya seolah tertarik, menyaksikan sedaritadi pemuda dihadapannya terus berceloteh tentang segala hal dengan volume suara yang begitu keras.
Namun malah membalikkan kebenaran dan menuduh dirinya yang terus menyemburkan omong kosong.
Kegan menghela nafas ringan. "Kesadaran diri ternyata emang sepenting itu."
"Maksud lo apa?!"
"Bisa diem?"
Suara dingin Kaylie mengalun kearah telinga kedua orang itu, membuat gerakan Ryan yang hendak meraih kerah seragam Kegan terhenti. Tangannya menggantung diudara.
"Dari awal gue gak ngajak kalian kesini, jadi kalo mau ribut mending pergi aja, kalian berdua. Bukan salah satu." ucap Kaylie menatap keduanya bergantian, secara terang terangan mengusir.
Ryan dan Kegan terdiam, Kegan masih dengan tampang datarnya. Sedangkan Ryan, laki laki itu memandang Kaylie dengan tatapan canggung, emosi dimata nya sudah lenyap entah sejak kapan.
Ia terbatuk mengurangi rasa canggung nya lalu kembali duduk, menatap Kegan tajam. "Oke, gue maafin Lo buat kali ini, anggap aja sebelumnya gue gak denger kata kata lo yang bilang kalo gue kotor, jangan ngomong kayak gitu lagi lain kali."
KAMU SEDANG MEMBACA
THE EXTRA'S
AléatoireON GOING - REVISI ____________________________________________ "Ini hidupku, entah itu suka maupun duka. Aku yang akan menentukan semuanya." _ Kaylie Bagaimana rasanya jika tubuh yang kamu mil...
