Sebenernya update-an ini 1 bundle sama yang kemarin, French-Paris-Memories-Vanish, haha. Udahditulis, tapiemang ada yang ganjelrasanyabuatnyelesainini chapter. But here we are.
So, yeah, happy reading! (I guess..)
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
[]
BagaimanaPFW-mu? Seru?
Jisoo memutar bola mata jengah.
Ya. Sangatmenyenangkan.
Ia membanting ponselnya di meja. Mengundang perhatian dari make up artists, manager, serta Dior tim yang meramaikan kamar hotelnya saat ini. Tengah membantu melepas riasan-riasan Jisoo selepas acara Paris Fashion Week brand Dior tadi sore.
Jisoo menatap heran Maeng tertawa di pantulan cermin. "Bukannya kalian masih kelihatan sangat mesra kemarin? Sampai kabur entah berkelana ke mana membuat kami semua pusing."
Oh, andaisaja kau tau Maeng; satubilik di salonmubahkanpernahjaditempatbercinta.
"Yap, dia yang mengajak; biang onarnya. Bukan aku!"
"Tapi kau mau saja kan, nyatanya?"
Maeng tertawa lagi, lalu pipi Jisoo memanas karena itu benar. Kenapaia mau?
Pastilebihasyikjikabersamaku.😎
"PD sekali?" gumam Jisoo menatap layar. Tanpa ia tau Maeng ikut melirik kepo.
"I see. 'my baby roje emoji anjing emoji bibir emoji love putih'." Wajah Jisoo makin memanas menyembunyikan ponsel protektif. "Tak menyangka kau bisa bucin juga."
"Hajimaaa, Unnie!"
Justru karena tidak ada dirimujadinyamenyenangkan.