Let it Be; love her once again

1.5K 105 47
                                        

Haiii :D

Bonus chapter 2. Hope you like it!!

Malam itu hujan datang sangat deras

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Malam itu hujan datang sangat deras.

Jisoo terbangun karenanya. Ia berdeham kering, haus, tapi gelas di atas nakas kosong. Sedikit susah ia bangkit dari duduknya menopang pinggang, dan berjalan keluar kamar untuk menuju kitchen. Tangga ini juga semakin membuatnya kesusahan, mungkin sebentar lagi sudah saatnya Jisoo pindah ke kamar bawah.

Seanne yang biasanya tidur di kamar tamu, tiba-tiba malam itu entah bagaimana Jisoo lihat tertidur di sofa ruang tengah; berhenti dan mengernyit. Seanne tidur meringkuk mengenaskan dengan bantal sofa yang dijadikan selimut. Ketiduran dan sudah terlalu nyaman untuk pindah?

Jisoo menatapnya lama, lama sekali. Tidak ada niat membangunkan, tapi ia akhirnya mengambil bed cover dari kamar tamu dan menyelimuti tubuh Seanne sampai leher.

Tapi wanita itu setengah sadar bergumam, "Gomawo." Tanpa membuka matanya.

Jisoo berdiri beberapa saat memperhatikan wajah damainya lamat-lamat. Aku ingin ... apakah tidak papa? Keraguan hatinya terkikis saat tangannya bergerak mengusap lembut rambut di kening Seanne beberapa kali, lalu mencium kening hangatnya cukup lama. "Tidak mau pindah ke kamar?" tanya Jisoo berbisik pelan.

"Mm," Namun Seanne hanya berdeham malas dan menggeliat mengubah posisi.

Jisoo kembali berdiri dan memandangnya beberapa saat, sebelum menuntaskan niatnya ke dapur lalu balik ke kamar. Untuk pertamakalinya, ia tersenyum tanpa alasan.

[]

Pagi hari itu, rumah terasa lebih ramai dari biasanya. Jisoo baru saja menuruni tangga dengan hati-hati sambil memegangi perutnya yang semakin bulat. Saat di bawah terdengar suara bel rumah yang dibukakan oleh housekeeper; Eomma Jisoo datang berkunjung dengan berbagai jinjingan di tangannya, diikuti oleh Jiyoon.

Karena tangga berhadapan lurus dengan pintu utama, walaupun jauh dan Jisoo masih setengah jalan—ia bisa melihat ibu dan kakaknya masuk. Tersenyum dan menggumam kecil, "Eomma." Padahal biasanya, sebelum Seanne kembali ke Korea, senyum itu hampir tak pernah ada walaupun di saat-saat kunjungan orangtuanya begini.

Eomma Jisoo di sana khawatir melihat putrinya yang kesusahan turun tangga. "Ya ampun Jisoo, kau masih tidur di lantai dua? Sayang, turun naik tangga begini berbahaya kalau sudah sebesar itu. Besok pindah ke kamar bawah saja, seperti dulu hamil pertama, ya?" rewelnya sambil menaruh bawaan di lantai dan berjalan cepat-cepat ke arah tangga—tapi matanya menangkap sesuatu yang menyembul dengan selimut bergerak di sofa, saat melewati ruang tengah. Jiyoon ikut berhenti di belakangnya mengikuti arah pandang sang ibu; Seanne yang bangkit, rambutnya masih berantakan dan wajah setengah mengantuk.

Ibu Jisoo itu menatapnya, tertegun. Ada diam panjang, sampai Jiyoon berkata pelan di belakangnya. "Nde, Eomma. Itu ... Chaeyoung."

Seanne dalam mata kantuknya juga termangu, salah tingkah. Ini pertamakalinya lagi ia bertemu Eomma Jisoo, dulu dia memang cukup dekat dengannya. Dan Seanne dengar dari Jiyoon, kakak Jisoo itu kurang lebihnya sudah menceritakan tentang apa yang terjadi; Seanne tidak tau setiap detailnya.

𝘓𝘦𝘵 𝘪𝘵 𝘉𝘦 ࿐ ࿔(𝘤𝘩𝘢𝘦𝘴𝘰𝘰)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang