Dorm-Stay

11.1K 695 191
                                        

Kenapa suasananya hening sekali?

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kenapa suasananya hening sekali?

Lisa melirik ke belakang lewat spion tengah, berdeham kikuk dengan tensi tegang diantara mereka berempat. "Guys, apa kita perlu berkenalan lagi?" tanyanya agak takut.

Jennie menoleh sekilas pada Lisa seolah menyalahkan gadis itu kenapa harus membuka suara dalam suasana yang tak baik ini.

Jarak maksimal. Rosé dan Jisoo duduk menempel pada pintu mobil di sisi yang berbeda. Rasanya sangat canggung, Rosé ingin melompat keluar saja.

Sore ini mereka menjemput Jisoo di rumah orangtuanya. Tadinya Jisoo akan pulang sendiri, namun mereka sekalian mengantarkan kado yang lupa dibawa kemarin, jadi akhirnya Jisoo pergi bersama mereka.

"Kalau tidak penting lebih baik tidak usah bicara, Lisa."

"mwo?? Jinjja, Unnie? Kasar sekali kau jika padaku.." Lisa mengerucutkan bibirnya pada Jennie yang bahkan tidak melirik sama sekali pada dirinya.

Rosé di belakang sana tergelak dengan pertengkaran JenLisa yang selalu saja terjadi di mana pun dan kapan pun. Walau kadang-kadang itu menjadi hiburan sendiri bagi mereka, sih. Tapi yang sweet adalah Lisa yang paling peduli pada Jennie di kala gadis itu sakit. Dan Rosé akui dia suka iri melihatnya. Mereka bisa bertengkar seharian, namun akhirnya berbagi selimut dan coklat hangat sambil menonton film.

Rosé refleks memegang kursi kuat-kuat saat Jennie dengan tidak berperasaan melewati polisi tidur secara brutal.

"Maaf, maaf, aku tidak melihatnya." Jennie cengengesan di tempat. Mengabaikan tatapan horor yang menuju ke arah dirinya.

"Hati-hati, Unnie, kita membawa Dalgomie." Setelah sekian lama diam akhirnya Rosé membuka suara kali ini. Membuat Jisoo menoleh ke arahnya karena menyebut-nyebut Dalgom. Rosé tersenyum membalas tatapan itu.

"Woah aku kira kau sariawan, Chaeyoung."

Rosé memutar bola mata pada Lisa. Lalu mereka kembali pada posisinya masing-masing. Namun tidak untuk tangan Rosé.

Walaupun menatap ke luar jendela, jari-jarinya melangkah dengan pasti. Mencari tempat di mana ia bisa menemui tangan Jisoo.

Dapat.

Merasakan sentuhan lembut itu, Jisoo memerhatikan gerakan tangan Rosé di antara mereka. Dia membiarkan Rosé melakukan itu sampai jari mereka sepenuhnya saling menggenggam.

Hangat.

Keduanya menahan senyum lebar ke arah luar jendela. Menikmati rasa yang mengalir dari genggaman yang semakin erat. Saat tiba-tiba Dalgom melompat dari pelukan pemiliknya dan berlari ke arah Rosé.

"Heeeey, " panggil Rosé dengan suara imutnya. Memeluk Dalgom yang kini menjilati tangannya, Rosé tertawa geli. "Apa Mommy Jisoo menyakitimu, anak pintar?"

𝘓𝘦𝘵 𝘪𝘵 𝘉𝘦 ࿐ ࿔(𝘤𝘩𝘢𝘦𝘴𝘰𝘰)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang