Hai👋
***
Lagi-lagi lintang melakukan hal yang sama pada alysa. Namun, kali ini ia tidak sendiri. Lintang mengajak dua orang temannya untuk membully alysa habis-habisan. Tasya dan juga Alice, dua orang cewek yang selalu mendukung lintang dalam hal membully siswa lain.
Saat pulang sekolah, alysa di ajak lintang pergi ke kamar mandi tetapi kali ini dengan modus baru.
"Hai sa, Lo bisa anterin gue ke kamar mandi nggak? Gue takut jalan sendirian." Tanya lintang pada alysa saat pulang sekolah.
Alysa tersenyum tipis dan mengangguk perlahan. "Bisa," ujarnya.
Sesampainya di kamar mandi, alysa diajak masuk bersama lintang. Saat pintu kamar mandi dibuka, sudah ada Tasya dan Alice yang berdiri di balik pintu. Tiba-tiba Tasya dan Alice menarik tangan alysa lalu mendorongnya ke dalam kamar mandi. Alysa meringis kesakitan ketika punggungnya terbentur tembok. Lintang, Tasya, dan juga Alice tersenyum miring ketika melihat mata Alysa yang berkaca-kaca. Nafasnya terasa sesak, alysa menggigit bibir bawahnya untuk menahan Isak tangis.
"Lo disini aja dulu ya, sampe mati!" Ucap lintang dan tersenyum miring lalu pergi meninggalkan alysa. Setelah keluar dari toilet bersama Tasya dan Alice, lintang mengunci pintu toilet dan alysa yang sadar pintu akan ditutup rapat segera mendekat dan memohon agar tidak di kunci dari luar.
"Kak ... Jangan dikunci kak... Aku takut .... Hikkss," mohon alysa.
Memohon seperti apapun, alysa tetap terkunci di kamar mandi. Pintu pun tertutup rapat, lintang berbalik badan dan menghadap dua orang temannya. Lintang tersenyum smrik dan berkata, "Tasya, Alice, sudah tau kan apa yang haru kalian lakuin?" Tanyanya.
"Siap bos," balas Tasya dan Alice bersamaan.
"Tapi jangan lupa sama bayarannya ya bos," ucap Alice yang langsung mendapat tamparan pelan dari lintang. "Santai aja kali, asalkan misi kalian selesai, gue nggak bakalan lupa sama bayarannya." Timpal lintang.
Tasya menghampiri Daniel yang sedang berlatih basket di lapangan. Ia berlari hingga nafasnya terengah-engah. Setelah sampai di hadapan Daniel, cewek itu langsung membungkukkan badannya dengan kedua telapak tangan yang bertumpu di lutut. Daniel mengernyitkan keningnya ketika melihat kedatangan Tasya, di saat siswa lain pulang mengapa ia masih di sekolah?
Tasya menaikkan pandangannya ketika nafasnya terasa kembali normal. "Itu... Itu.. si alysa..." Ucapnya yang terputus-putus.
"Alysa? Dia udah pulang kali sama si Andra," balas Daniel lalu kembali memainkan bola basketnya.
"Dia ke kunci di kamar mandi! Tadi kalau nggak salah gue liat Darel yang ngunci dia dari luar.." sosor Tasya sambil menunjuk ke arah toilet sekolahnya. "Sekarang dia lagi nangis, gemetaran." Lanjutnya.
"Yang bener lo?!" Tanya Daniel, cowok itu mengepalkan tangannya. "Awas aja lo Darel!" Gumamnya.
Sementara itu, di toilet sekolahnya, ada Alice yang sedang memojokkan alysa. Tubuh alysa merosot ke bawah dan terduduk di lantai toilet nya yang dingin. Alice mengguyur Alysa dengan air yang membuatnya menggigil kedinginan. Lintang hanya menyaksikannya dengan senyum miring yang tak henti-hentinya terukir di bibir nya.
Alysa menangis dalam diam, ia tidak mampu menahan air matanya. Yang ia pikirkan kali ini adalah ternyata penyiksaan yang dilakukan kakak kelasnya, lintang lebih kejam dari yang dilakukan Rachel padanya.
"Udah udah, biarin aja si alysa disini sendirian. Gue mumet liat muka melas nya dia." Celetuk lintang yang bersedekap dada di pintu toilet. "Cepet keluar sebelum ada yang liat." Titah lintang pada Alice.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALYSA [On-Going]
Teen Fiction"kisah seorang gadis yang selalu di bully serta mengalami panick attack dan tiga orang laki-laki yang selalu melindunginya." Alysa, si cuek tapi sekalinya akrab manjanya bukan main. Daniel, si wakil ketua geng sekaligus ketua basket. Andra, si ketua...
![ALYSA [On-Going]](https://img.wattpad.com/cover/303061382-64-k660205.jpg)