19. dendam

52 8 0
                                        

Hayyie semuanya!!!

Masih semangat baca sampai sini?

Buat pembaca baru yang belum follow dipersilahkan untuk follow dulu...

Vote nya jangan lupa habis baca ceritanya dan komen di setiap paragraf yaaa

Happy reading all

***

"Cuma kakak sepupunya aja sok jagoan," cetus Resvan diseberang sana yang sedang saling beradu kekuatan dengan Arya.

"BANYAK OMONG LO!" Umpat Daniel lalu melayangkan beberapa pukulan ke arah Resvan. Dibantu oleh Arya, Daniel menghajar Resvan habis-habisan karena tidak ada henti-hentinya mengumpat tentang Alysa. Sejujurnya ada rasa benci dibenak Resvan terhadap Alysa.

Fadlan dan Zidan tidak tinggal diam, Fadlan melawan Devano sedangkan Zidan melawan kembaran dari Devano yaitu Devaro. Devano dan Devaro adalah dua remaja kembar yang satu sekolah dengan Fadlan dan Zidan. Jadi tidak wajar jika mereka saling membenci satu sama lain. Terutama Zidan yang selalu bersaing setiap ada perlombaan antarkelas.

Andra menarik kerah baju Darel dan menipiskan jarak diantara mereka. "Gue, Arya dan Daniel itu orang terdekatnya Alysa. Termasuk seluruh anggota blackrose gang yang selalu melindungi dia. Dan lo nggak punya urusan sama dia. Jadi nggak usah deketin dia lagi. Dan jangan pernah bikin dia risih." Pungkas Andra dengan menatap tajam netra Darel. Setelahnya Andra melayangkan pukulan ke arah pipi Darel sehingga ujung bibirnya mengeluarkan sedikit darah.

"Sialan!" Gumam Darel mengumpat ketika mendapati rasa sakit yang menjalar di pipinya.

"Berhenti semuanya! Kita mundur dulu," Darel memberi arahan pada seluruh anggota geng nya. Banyak dari geng motor Darel menatap heran ke arah ketua geng nya tapi mereka lebih memilih menurut kepada sang ketua.

"Bang? Ini seriusan?" Tanya Resvan yang tidak percaya akan keputusan kakaknya.

"Kita butuh bantuan seseorang. Cabut," pungkasnya lalu berjalan ke arah motor yang berada tidak jauh dari sana diikuti oleh beberapa anggota dari geng nya.

Arya menarik senyum miring, "Kalian tetep kalah kan?" Tanyanya yang terdengar meremehkan.

Langkah Resvan terhenti ketika mendengar perkataan Arya, "Kita bukan kalah, tapi kita mengalah." Gumam Resvan lalu tersenyum smrik.

Andra menghembuskan napas lega, pandangannya beralih menatap anak-anak geng motornya yang terlihat kewalahan menghadapi lawan dari geng Darel.

"Gue aman," ucap Zidan.

"Gue juga," lanjut Fadlan.

"Arya, lo gimana?" Tanya Andra ketika melihat Arya yang seperti ketua bijaksana yang khawatir akan keselamatan anggotanya.

"Gue aman, tadi Daniel yang nolongin gue, tapi Daniel..." ucapnya lalu menatap ke arah sendu ke arah Daniel.

"Gue gapapa, cuma luka sedikit. Tadi nggak sempet menghindar dari Resvan," ucapnya dengan santai walaupun terlihat jelas di tangan kirinya terdapat luka karena ia sempat tersungkur ke tanah ketika mendapatkan serangan dari Resvan.

"Kalian berdua balik, biar kita yang ngobatin lukanya Daniel." Titah Arya pada Fadlan dan Zidan.

"Oke, kalian juga cepetan balik, kasian Alysa pasti khawatir di rumah." Balas Fadlan.

Akhirnya mereka semua pun pulang, termasuk Zidan dan Fadlan. Sebelum pulang kerumahnya, Andra dan Arya menyempatkan diri untuk datang ke rumah Daniel. Mereka berniat untuk membantu Daniel mengobati luka yang ada ditangannya.

ALYSA [On-Going]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang