4. ujian dan kelulusan

202 51 20
                                        

Hayyie..

Mau lanjut baca lagi nih?

Ya udah silahkan baca aja, tapi jangan lupa follow juga yah.

*****

"Kejadian nya cukup singkat, namun memiliki sejuta kenangan yang hebat."

-Clara

*****


Hari ini adalah hari ujian kelulusan, setelah hari ujian akan datang hari perpisahan. Sebenarnya alysa sudah siap untuk perpisahan, karena ia akan terbebas dari penyiksaan Rachel dan Fera. Tetapi, di sisi lain alysa belum siap untuk berpisah dengan sahabatnya clara.

"Kamu yakin bakal lanjut sekolah ke luar kota." Tanya Clara, dari suara terdengar bahwa Clara sangat mengkhawatirkan alysa. Ia juga belum siap untuk berpisah dari sahabat sejatinya.

"Yakinlah." Alysa menjawab sembari membuka buku pelajarannya. Saat ini alysa dan Clara sedang berada di perpustakaan sekolah. karena masih ada waktu setengah jam sebelum menjalani ujian kelulusan, mereka memutuskan untuk membaca buku-buku yang ada di perpustakaan. buku-buku di perpustakaan

Clara mengembuskan nafas berat, "kalau boleh tau, kamu bakalan bareng sama siapa sih di sana? Sampai-sampai kamu antusias banget pengen sekolah ke luar kota."

"Kepo yaa...." Ledek alysa pada Clara, yang membuatnya mendapatkan sedikit cubitan di pinggang kirinya.

"AHKKK, sakit Clara!!" Rengek alysa saat mendapatkan cubitan dari Clara.

"Aku serius..." Clara mengerutkan bibirnya, tangannya bersedekap dada. Ia sedikit kesal dengan tingkah laku sahabatnya yang sedikit kekanak-kanakan. Sebenarnya alysa bisa menjadi manja ketika dekat dengan orang tersayang nya.

"Iya deh iya.. aku kasih tau." Alysa mendekatkan pandangannya menghadap Clara, "tapi kamu harus janji jangan kasih tau soal ini ke siapa-siapa ya.." bisik alysa sambil menatap wajah Clara.

"Iya aku janji."

"Jadi aku tuh punya kakak sepupu dua orang, kakak sepupuku paling tua namnya Andra dan adeknya arya. Mereka punya temen deket, namanya Daniel. Katanya sih mereka tetanggaan, terus bundaku bilang kalau dulu aku deket banget sama mereka bertiga. Udah segitu aja yang aku tau." Jelas alysa pada Clara.

"Kalau boleh tau nama sekolah apa?" Tanya Clara. Clara memang tipe orang yang sangat kepo dengan urusan orang lain, tetapi ia sangat pandai dalam menjaga sebuah rahasia.

"Nama sekolahnya SMA PELITA BANGSA."

"Oh, gitu..." Clara mengangguk paham dengan apa yang dijelaskan alysa. "Kamu sudah pernah ketemu sama orangnya?" Tanyanya.

"Katanya bunda, dulu pas aku masih kecil pernah ketemu, sering main bareng bahkan. Tapi sekarang aku lupa..."

"Masih muda kok udah pelupa," ledek Clara.

"Kejadiannya udah bertahun-tahun yang lalu, wajar donk kalau aku lupa..."

Terlihat dibalik pintu perpustakaan ada Fera yang sedang memantau gerak gerik alysa dan Clara. Mungkin Fera sudah mendengar semua pembicaraan alysa dan Clara.

"Ke kelas yuk, Udah hampir setengah jam kita disini, bentar lagi juga bel masuk. Aku bosen disini terus," keluh Clara, ia sangat tidak suka suasana sepi sebuah perpustakaan. Entah kenapa, Clara lebih suka keramaian daripada kesepian. Mungkin, karena memang hidupnya sudah dipenuhi kesendirian. Hal itu berbanding terbalik dengan alysa yang lebih suka kesepian daripada keramaian. Alysa bukan tipe pembenci keramaian melainkan penikmat kesunyian.

ALYSA [On-Going]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang