Aloo
Sebelum lanjut, aku mau tanya beberapa pertanyaan buat kalian
Jam berapa kalian baca part ini?
Pembaca baru atau lama?
Suka ngebaperin atau dibaperin?
***
"Ah masaa, yang bener?" Tanya Rania sambil mengangkat sebelah alisnya.
"Bener kok, udah ah sana." Ucap Alysa sambil berusaha menjauhkan Rania dari tempat duduknya.
"Iya-iya,"
Rania mengalah, ia pergi meninggalkan Alysa. Sedangkan Alysa kembali fokus pada room chat-nya dengan Daniel.
Daniel
"Ke taman sekolah yuk."
"Hmm, boleh."
Setelahnya Alysa langsung berdiri dari tempat duduknya dan bergegas menuju taman belakang sekolah. Disana sudah ada Daniel yang duduk di salah satu kursi yang tersedia di taman. Saat ini taman terlihat sepi, hanya ada beberapa pasangan yang sedang berbagi cerita dan canda tawanya.
Alysa tersenyum tipis lalu berjalan menghampiri Daniel. "Hai," sapa alysa ketika sudang berada dibelakang Daniel.
Daniel menoleh dan tersenyum, "sini duduk." Ajaknya.
Alysa pun duduk di samping Daniel. Berbincang dan saling bertukar pendapat. Mungkin tentang perihal sekolahnya ataupun tentang geng motor yang diketuai Andra dan Daniel sebagai wakil ketuanya. Daniel menceritakan tentang awal mula dan perjalanan geng motornya. Cukup lama mereka berbicara, hingga akhirnya Alysa dibuat salting kembali oleh kata-kata manis yang diberikan Daniel untuknya.
"Daniel, kenapa kamu masuk kelas IPS? Kenapa gak IPA aja?" Tanya Alysa mengalihkan pembicaraan.
"Iya Sa, aku menyesal gak belajar kimia pas disekolah, dan sekarang aku gak bisa menghitung berapa banyak gula yang terkandung dalam senyuman mu."
"Ish, kamu ih. Makin kesini, makin kesana." Kesal Alysa walaupun sebenarnya alysa di buat nge-fly oleh gombalan yang Daniel berikan. Namun ia berusaha menutupi salah tingkahnya dengan terlihat kesal.
Daniel terkekeh, "Sa, kamu tau nggak, nyindir-nyindir apa yang bikin nyaman?" Tanya Daniel.
"Emm, enggak tau." Balas Alysa. "Memangnya apa?"
"Nyindir di bahu kamu," ucap Daniel lalu menyenderkan kepalanya di bahu Alysa.
Alysa terdiam, mematung dan tidak tahu apa yang harus ia lakukan sekarang. Ia sama sekali tidak menghindar, dan membiarkan Daniel menyender di bahunya. Sedangkan Daniel, ia memejamkan matanya sejenak. Jantungnya berdebar kencang.
"Gue kenapa? Jarang-jarang gue kayak gini." Batin Daniel.
Daniel kembali menegakkan tubuhnya, "gue juga punya pantun buat lo,"
"Apa tuh?"
"Aku Jerman, kamu Prancis."
"Cakep," balas Alysa.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALYSA [On-Going]
Teen Fiction"kisah seorang gadis yang selalu di bully serta mengalami panick attack dan tiga orang laki-laki yang selalu melindunginya." Alysa, si cuek tapi sekalinya akrab manjanya bukan main. Daniel, si wakil ketua geng sekaligus ketua basket. Andra, si ketua...
![ALYSA [On-Going]](https://img.wattpad.com/cover/303061382-64-k660205.jpg)