HAI HAI HAI
APA KABAR SEMUANYA?
BENTAR LAGI LEBARAN NIH...
GIMANA PUASANYA??
HABIS INI JANGAN LUPA BINTANG SAMA KOMEN NYA YAAA
KARENA ITU SANGAT MENYEMANGATI AUTHOR NYA
OKEY, HAPPY READING.
***
Alysa menyiapkan tas ranselnya untuk ia bawa kesekolahnya. Ia terlihat lebih bersemangat walaupun wajahnya pucat karena semalam ia tidak bisa tidur dengan nyenyak.
Alysa menatap dirinya sendiri di cermin meja rias nya, "nggak, nggak boleh nangis. Ayah sama bunda mau datang, harus tetep keliatan happy yah," ucapnya menyemangati dirinya sendiri.
"Sa, lo udah siap? Ayok langsung berangkat sekolah," teriak Arya dari lantai bawah.
"Iya, aku kesana." Balas Alysa lalu segera turun dengan membawa tas sekolahnya.
Arya mengulas senyum tipis melihat kedatangan Alysa, ia mengusap lembut kepala Alysa. "Udah tau kan kegiatan hari ini apa aja?" Tanyanya.
"Udah, pasti bakal capek banget hari ini," timpal Alysa.
Ketika sudah disekolah, Alysa berjalan sendiri menyusuri koridor sekolah nya. Kali ini tidak ditemani oleh siapapun, ia berpapasan dengan lintang. Namun, lintang sama sekali tidak menyapanya.
Ketika sudah melewati lintang, Alysa menoleh sebentar. "Aneh," gumamnya lalu melanjutkan perjalanan nya menuju kelas.
Siapa yang tahu bahwa ternyata lintang disana mengukir senyum miring yang penuh arti. "Selamat menjadi anggota dari permainan ku, Alysa." Gumamnya yang tidak bisa didengar oleh siapapun.
Sampai dikelas Alysa tidak henti-hentinya tersenyum hari ini. Hingga Rania menjadi heran, yang biasanya Alysa memiliki sifat kalem sedangkan hari ini sepertinya sedikit kegirangan. "Lo Napa dah?" Tanya Rania.
Alysa duduk di bangku nya. "Aku? Baik kok, kenapa?" Balas Alysa.
"Kalau lagi happy pasti lagi ada apa-apa," timpal Rania sambil memakan roti lapis yang tadi ia beli di kantin.
Alysa terkekeh ringan, "jadi gini, bunda sama ayahku mau datang kesini." Ucapnya.
Rania membulatkan matanya, "yang bener? Gue boleh nggak ketemu sama mereka, gue penasaran banget sama orang tua lo. Serius deh." Pekik Rania.
Alysa mengangguk, sebelum akrab menjadi sahabat dengan Rania, alysa pernah bercerita bahwa ia tidak tinggal bersama orangtuanya. Jadi Rania ingin sekali bertemu dengan orang tua Alysa dan juga ingin berkenalan supaya lebih akrab dengan mereka.
"Yaudah, boleh." Putus Alysa.
"Eh iya Ran, tadi kan aku ketemu kak lintang." Ucap Alysa mengalihkan pembicaraan.
"Serius? Terus gimana?" Tanya Rania mencoba fokus dengan apa yang sedang dibicarakan.
"Tapi... Aku ngerasa ada yang aneh sama kak lintang. Aura nya kayak beda aja gitu," ujar Alysa.
"Nah iya, gue juga ngerasa ada yang aneh. Kalau biasanya kak lintang masuk BK karena nge- bully siswa dari kelas lain, tapi kenapa akhir-akhir ini udah jarang." Papar Rania. "Ada yang nggak beres nih," lanjutnya.
"Ah, sudahlah. Jangan dipikirin, bagus dong kalau kak lintang udah tobat." Seloroh Alysa.
"Bagus sih bagus, tapi lebih nggak bagus kalau mungkin dia lagi sembunyiin sesuatu." Asumsi Rania yang membuat Alysa sontak terdiam.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALYSA [On-Going]
Ficção Adolescente"kisah seorang gadis yang selalu di bully serta mengalami panick attack dan tiga orang laki-laki yang selalu melindunginya." Alysa, si cuek tapi sekalinya akrab manjanya bukan main. Daniel, si wakil ketua geng sekaligus ketua basket. Andra, si ketua...
![ALYSA [On-Going]](https://img.wattpad.com/cover/303061382-64-k660205.jpg)