Alo semuanyaaa
Gimana kabarnya?
Sehat selalu yaa...
Bintang dan komen darimu membuat semangat ku menggebu-gebu 🌟
***
"Jauhin adek gue!"
"Owh, jadi lo sudah tau tentang hubungan adek lo sama gue?" Tanya devano lalu tersenyum smrik. "Atau, Rania sudah tau tentang hubungan keluarga kita?"
"Gue nggak mau lihat adek gue deket-deket sama lo lagi! Dia nggak berhak buat cowok kayak lo!" Ucap Fadlan dengan penuh penekanan.
"Gue berniat baik kok sebenarnya," Devano mendekat ke arah Fadlan dan menatap tajam kedua mata Fadlan. "Gue cuma pacarin Rania biar dia tetap bisa ketemu sama ayahnya."
"Sialan."
Bugh
Bugh
Dua pukulan melayang tepat di kedua rahang Devano yang membuat ia sedikit mundur kebelakang. Devano meringis pelan sambil memegangi pipinya.
"SIALAN LO! LO SUDAH BERANI NGEREBUT AYAH GUE, DAN SEKARANG LO MAU NGEREBUT KEBAHAGIAAN ADEK GUE JUGA?! HAH?!" Ucap Fadlan dengan nada meninggi, wajahnya memerah menahan amarahnya dengan kedua tangan yang terkepal erat.
"Itu adalah bagian dari rencana hidup gue." Balas Devano dengan suara terdengar meremehkan.
"Kenapa harus adek gue, Rania? Masih banyak perempuan di luar sana dan nggak harus Rania yang jadi sasarannya." Fadlan merendahkan nada suaranya dan mencoba perlahan mendekati Devano.
"Kalau bukan Rania siapa lagi? Alysa?" Tanya devano lalu terkekeh pelan.
"Gue nggak ada urusan sama dia, Alysa sudah jadi urusan Darel, bos gue! Dan gue cuma punya urusan sama lo! Fadlan, seorang cowok dengan marga Aditya!" Ucap Devano dengan penuh penekanan di setiap katanya.
Fadlan menyunggingkan senyum miring penuh arti, "Lo nggak ada bosen bosen nya, ya. Ganggu gue mulu? Asal lo jangan pernah berani-beraninya usik kehidupan Alysa dan adek gue!"
"Gue nggak munafik, tapi sejujurnya gue benci sama lo dan juga seluruh anggota geng lo. Termasuk Alysa!"
Fadlan mendekat dan menipiskan jarak antara dirinya dengan Devano. Embusan napas berat dapat dirasakan oleh dua insan yang saling menatap tajam saat ini. "Jangan pernah ganggu adek gue dan Alysa! Lo berurusan sama gue, salah satu anggota blackrose geng! Dan jangan pernah usik kedamaian blackrose geng!" Ucap Fadlan sambil menunjuk jari telunjuknya ke arah dada bidang Devano.
Setelah mengucapkan itu, Fadlan membalikkan tubuhnya dan benar benar pergi tanpa sepatah kata lagi.
****
"Pagi, Sa."
"Pagi, kamu udah rapi bener."
Daniel terkekeh dan menggaruk tengkuknya yang tidak terasa gatal, "ngomong-ngomong, kakak lo udah siap?" Tanyanya.
Pagi ini tepat hari Minggu yang berarti sekolah libur, Daniel dan Alysa serta yang lainnya berniat untuk mengajak Alysa pergi jalan-jalan mengelilingi markas dan memberitahu Alysa tempat-tempat penting yang ada di markas.
Tidak lama Andra datang ke depan rumah disusul Arya dibelakangnya. Hari ini mereka berangkat ke markas bersamaan menggunakan mobil milik Daniel yang sudah terparkir di halaman rumah.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALYSA [On-Going]
Teen Fiction"kisah seorang gadis yang selalu di bully serta mengalami panick attack dan tiga orang laki-laki yang selalu melindunginya." Alysa, si cuek tapi sekalinya akrab manjanya bukan main. Daniel, si wakil ketua geng sekaligus ketua basket. Andra, si ketua...
![ALYSA [On-Going]](https://img.wattpad.com/cover/303061382-64-k660205.jpg)