Halo semuanya!!!
Happy reading, semoga suka sama part yang ini...
***
"Ran, kamu kok nggak suka sih sama pelajaran bahasa indo?" Tanya Alysa. "Padahal pelajaran itu lumayan gampang loh."
"Lo nggak tau sa, gue kalau belajar bahasa indo itu ngerasa gagal jadi orang indo," balas Rania.
"Lah? Kok?"
"Kek, anjir lah, padahal jawabannya sesimple itu tapi bisa-bisanya gue nggak tau jawabannya." Lanjutnya dengan kekehan kecil.
"Owh, gitu...." Alysa mengangguk paham.
"Lo nggak suka sama pelajaran apa sa?" Tanya Rania.
"Aku suka semua pelajaran, karena menurut aku.... Semua pelajaran itu gampang kalau kita ngerti sama yang dibahas..." Balas Alysa.
Rania tersenyum tipis mendengar kata-kata motivasi dari Alysa, menurutnya Alysa adalah orang yang bijak, suka membantu orang lain dan tidak pelit ilmu kepada siapapun.
"Sa, lo... Hati-hati ya sama lintang," celetuk Rania.
"Hati-hati? Sama kak lintang? Kenapa?" Tanya Alysa, ia mangernyitkan dahinya bertanya tentang apa yang Rania ucapkan tadi. Sedangkan Rania, cewek itu hanya tertunduk dan terdiam setelah mengucapkan kata-kata yang membuat alysa bingung.
"Ya, hati-hati aja pokoknya," ujar Rania dan menepuk pundak Alysa lalu beranjak pergi keluar kelas. Alysa menatap kepergian Rania, ia masih bingung dengan apa yang diucapkan oleh sahabatnya itu.
Ketika pelajaran di mulai, Alysa mengikuti pelajaran dengan baik tanpa adanya Rania yang duduk disampingnya. Cewek itu biasa pergi ke kantin setiap pelajaran bahasa Indonesia.
"Rania hadir tidak?" Tanya Ranti saat sedang mengabsen murid-murid sebelum memulai pelajarannya.
Seluruh siswa yang ada di kelas hanya terdiam dan saling memandang satu sama lain. Tidak ada yang berniat menjawab pertanyaan dari Bu Ranti—guru bahasa Indonesia yang dikenal sebagai guru tergarang di SMA Pelita Bangsa.
"Kenapa tidak ada yang jawab? Dan kenapa setiap pelajaran saya, banyak murid yang tidak masuk?" Tanya Bu Ranti dengan nada yang sedikit tegas. Masih belum ada jawaban dari seisi kelas.
"Baiklah, siswa yang tidak hadir saat ibu mengajar, ibu beri alpha saja di daftar absensi kalian. Sekarang buka buku bahasa Indonesia halaman 127, kira lanjutkan materi yang minggu lalu." Titah Bu Ranti.
Bu Ranti memang guru yang selalu mengajarkan anak didiknya disipilin saat jam pelajaran. Bahkan jika ada siswa yang tidak hadir saat jam pelajarannya, ia tak segan-segan menandai siswa yang tidak hadir dengan alpha atau tanpa keterangan, sekalipun siswanya sudah izin dan mengirim surat. Ia juga sering sekali menghukum siswa yang bolos dari pelajarannya dengan cara menyuruhnya untuk keliling lapangan atau hormat pada bendera di siang hari dan saat teriknya matahari yang menyengat kulit.
Alysa mengikuti seluruh jam pelajaran dengan baik. Mencerminkan siswa teladan di kelasnya, ia juga tidak lupa untuk selalu menjawab pertanyaan yang diajukan Bu Ranti pada siswanya. Sebagai bahan ajar, Bu Ranti selalu mengajukan pertanyaan kepada siswa didik nya di akhir pembelajaran.
***
"Lo cantik banget sih, sa." Celetuk Daniel yang melihat kehadiran Alysa. Alysa, memiliki rambut hitam pekat panjang dan lurus sepunggung dengan warna kulit putih dan bersih itu datang berkumpul bersama teman-teman nya di ruang tamu dengan membawa satu buah permen lollipop di tangannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALYSA [On-Going]
Teen Fiction"kisah seorang gadis yang selalu di bully serta mengalami panick attack dan tiga orang laki-laki yang selalu melindunginya." Alysa, si cuek tapi sekalinya akrab manjanya bukan main. Daniel, si wakil ketua geng sekaligus ketua basket. Andra, si ketua...
![ALYSA [On-Going]](https://img.wattpad.com/cover/303061382-64-k660205.jpg)