1 hari sebelum latihan tanding diadakan.
"Latih tanding?"
Netha mengangguk,menatap dengan malas pada Vania yang kini tengah kebingungan.
"Tapi...tapi bukannya kamu bilang ibu kamu nggak ngizinin Neth?"
"Nggak ngizinin bukan berarti aku nggak bisa"
"Loh?!,tapi...kok tiba-tiba banget sih?!aku kaget banget loh?!!liat nggak muka aku nih?"
"Iya liat kok"
"Terus?"
"Terus apa?"
"Aku boleh Dateng nggak?"
"Nope,nggak usah bikin suasana runyam,nggak butuh support kamu"
"Iiiihhh kok gitu sih...aku juga mau liat cara main kamu tauk!dulu pas SMP kita emang beda tapi tau nggak? temen-temen cowok aku yang ikut Voli tuh pernah ngomongin nama kamu terus tauuu"
"Terus katanya kamu juga bakal ikut turnamen nasional!gimana aku nggak penasaran?eh..tau-taunya pas aku udah dateng kamu nya malah nggak ada"
"Tapi Vaniaaa,ini cuma latih tanding"
"Ya nggak papa"
"Kalo kamu Dateng nih Van,tanpa sepengetahuan aku..aku nggak bakal ngomong sama kamu lagi"
"Ya nggak papa,aku kan nggak butuh omongan kamu!"
"Oh gitu?oke!sana balik ke kelasnya dong..mulai sekarang aja gimana nggak ngomong-ngomongnya?"
"Eh?hehehehe becanda Neth..aku disini aja"
Selain kedua orangtuanya,ada satu hal lagi yang membuat Netha terkadang tak fokus tak hanya memandang lapangan saja,alasan lain yang membuat Netha tak nyaman bukan tak lain adalah penonton.
Sorak Sorai mereka,tatapan mata padanya,kehadiran mereka sekalipun membuat Netha terganggu.
Entah ini Antisosial atau ada perasaan pribadi didalamnya,yang membuat Netha harus merasakan perasaan tak karuan saat berada di tengah-tengah lingkaran tersebut.
Vania menatap ponsel di tangan Netha,memiringkan kepalanya dengan bingung sejak kapan ada stiker lucu yang tak sesuai dengan selera Netha.
"Neth,emang dari dulu ponsel jadulmu itu udah ada stikernya ya?"
"Hm?ohh..ini,hadiah kecil dari toko kue yang malam-malam aku beli,awalnya nggak sadar ada didalam plastik"
"Ihh mau dong satu"
"Besok aku bawa"
"Kalo inget."
"Ya harus inget!"
Netha mengangguk pelan,selembar stiker lucu dari toko kue hari itu dia pakai satu untuk chase ponsel dan masing-masing satu bukunya,tidak menyangka akan mendapatkan sebanyak itu.
•••
Sesuai dengan janji yang diberikan Sensei padanya,seragam Klub Voli datang lebih cepat hingga Netha merasa senang dan memiliki mood yang baik.
Jika dulu seragam Voli SMP nya memiliki garis warna Biru muda dan putih maka seragam Voli SMA nya kini memilih warna hitam dan biru tua,dengan jaketnya yang memiliki warna sama.
Tidak tahu Netha akan berhadapan dengan keluarga biru lagi,memang dia berjodoh.
"Wahhhh...lebih cepat dari yang ku kira"
Kian memakaikan jaket ke tubuhnya,melirik cerminan dirinya dari lantai lapangan yang mengkilap meski terlihat samar-samar dan buram.
"Yah..anggap saja sebagai penambah semangat kalian,meski besok hanya latihan tanding bukan berarti kalian bisa bermain-main seenaknya didalam lapangan jadikan itu sebagai pengalaman dan introspeksi diri apa yang kurang dari kalian"
YOU ARE READING
𝙏𝙃𝘼𝙍𝙀𝙔 ||𝙫𝙞𝙧𝙩𝙪𝙖𝙡 𝙢𝙚𝙚𝙩𝙞𝙣𝙜||
Подростковая литература"𝐓𝐇𝐀𝐑𝐄𝐘 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐝𝐮𝐚 𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐤𝐞𝐭𝐞𝐦𝐮 𝐝𝐢 𝐯𝐢𝐫𝐭𝐮𝐚𝐥𝐥 𝐝𝐚𝐧 𝐛𝐞𝐫𝐚𝐤𝐡𝐢𝐫 𝐩𝐢𝐬𝐚𝐡 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐤𝐞𝐬𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐩𝐚𝐡𝐚𝐦𝐚𝐧 ". **** "𝙏𝙃𝘼𝙍𝙀𝙔:𝙗𝙚𝙧𝙩𝙚𝙢𝙪 𝙖𝙙𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙩𝙖𝙠𝙙𝙞𝙧,𝙗𝙚𝙧𝙥𝙞𝙨𝙖𝙝 𝙖...
