Chapter 26

1 0 0
                                        

"gimana?akhir pekan jadikan?"

"Jadi kok,nggak ada rencana buat dibatalin"

"Kenapa ngotot banget sih?"

"Mau ketemu langsung"

Leon dan Aska kini tengah duduk didepan toko toserba,memakan es krim ditangan mereka dan menunggu Samuel yang masih memilih minuman apa yang akan dia beli dari mesin minuman.

"Kalo ayah Lo tau gimana?emang dia izinin?"

"Bodoh!lu bodoh!"

"Sorry,emang sejak kapan Daren mau ngelarang anaknya.."

"Betul tuh!btw emang nama papa Daren ya?"

"Nggak tahu,kata ibu gue emang Daren"

"Gue baru tau"

"Nggak pernah liat orang manggil ayah Lo apa?"

"Pernah,manggilnya pake nama najis"

"Apa itu?"

"My Babi"

"Ouh"

Leon hanya mengangguk,memangnya sejak kapan mereka tidak membicarakan ayah mereka dengan hal yang tidak-tidak dibelakangnya,dengan Samuel hanya mendengarkan tanpa bicara.

"Bis nya Dateng tuh Sam.."

"Gue nggak buta ka"

"Siapa tau.."

Mereka berdua hanya menyaksikan bagaimana Samuel naik kedalam bus dan meninggalkan mereka tanpa sepatah kata perpisahan,padahal mereka sudah berbaik hati mau menunggunya dihalte.

"Yuk"

"Kemana?"

"Jajan,laper gue"

"Bentar,kirim kabar dulu ke bunbun"

"Enak ya..gue nggak punya"

"Sabar..lu punya gue"

"Gitu ya?"

Aska mengeluarkan ponselnya dari dalam tas,mencari kontak Leon dan mengirimkan sesuatu padanya yang membuat Leon mengeluarkan ekspresi wajah bersabar.

From Asksk:
Hai~
Gue mau makan

Leleoon:
Oh,oke.

Asksk:
Tapi makan dimana?

Leleoon:
Macdonald

Asksk:
Kay~

•••

Akhir pekan datang lebih cepat daripada yang dipikirkan Vania,sudah seminggu lebih Netha tidak berangkat sekolah dengan keterangan yang berkali-kali ditulis sakit,ada banyak surat juga yang sudah dikirim pada wakil kelasnya.

Dia tidak tahu sakit seperti apa yang diderita Netha dalam surat keterangan dokter,padahal ketika mereka terakhir bertemu,lukanya tidak separah itu meski kepalanya diperban.

Atau...ada luka lain yang tak terlihat oleh matanya.

Ketika dirinya berpikir Netha akan sekali-kali datang ke Klub yang dia ikuti,dan Vania memutuskan untuk melihatnya justru apa yang dia lihat adalah Gymnasium yang sepi kecuali dari Ekstrakurikuler Basket.

Entah kenapa Vania merasa...semuanya tiba-tiba berhenti.

Jadi hari ini dia menggunakan orang lain untuk membuka apa yang disembunyikan Netha darinya,dengan tekad bahwa Netha juga dapat terbuka dengannya dan memercayainya seperti ketika mereka masih kecil dulu.

  𝙏𝙃𝘼𝙍𝙀𝙔 ||𝙫𝙞𝙧𝙩𝙪𝙖𝙡 𝙢𝙚𝙚𝙩𝙞𝙣𝙜||       Where stories live. Discover now