Chapter 20

2 0 0
                                        

Betul kata pamannya,tidak ada yang berubah meskipun ada beberapa keadaan yang mulai berbelok kearah yang tidak menyenangkan.

Rumah yang dulu ditinggali Netha juga mulai kosong ketika satu-satunya orang yang menyayanginya pergi untuk mencari rumah baru yang akan lebih menerimanya,meski dia agak tak nyaman karena di satu sisi paman Asta adalah gurunya sementara sisi yang lain adalah pamannya.

Rumah yang ditempati pamannya hanya sebuah Apartemen kecil,ruang kerja yang sedikit Netha intip juga penuh dengan kertas-kertas yang berserakan,dapur kecil,dan hmmm bisa dibilang ruangan ini tidak memiliki ruang tamu.

Memang kehidupan seorang perjaka.

"Netha~kenapa kamu berdiri disana?ayo makan~"

Meski nada bicaranya kembali aneh.

Netha yang sebelumnya melihat matahari terbenam perlahan berjalan masuk,menutup pintu Apartemen dan duduk di lantai sementara meja kecil kini sudah berada didepannya.

"Bukan nya hidup berdua akan lebih menghabiskan banyak uang?"

"Netha mengkhawatirkan ku?
( ꈨຶ ˙̫̮ ꈨຶ )ayahmu itu mengirimkan uang untukmu..yah bisa dibilang paman seperti menyewakan kos untuk Netha~"

"Oh..."

"Dipikir-pikir aneh untuk kamu memanggil paman dengan paman,padahal usia paman tidak setua itu"

"Om?"

"Bukan"

"Kak?"

"Boleh"

"Paman saja"

"Netha jangan marah~tapi usia paman memang masih pantas dipanggil dengan kakak huhu~😭kamu tidak percaya ya?"

Netha mengangguk,tidak akan ada yang percaya paman didepannya ini masih memiliki usia yang terbilang masih cukup untuk dipanggil kak ketika melihat kacamata dan bulu-bulu halus yang menutupi dagunya.

"Jangan bilang paman terlihat tua?:("

"Iya"

"Ukh!Netha bisakah kamu menghentikan cara bicaramu yang terlalu polos"

"Tidak,mengatakan yang sebenarnya akan memudahkan orang lain untuk memperbaiki dan...aku sendiri mengatakannya karena tidak menyukainya"

"Jadi paman betulan terlihat tua?"

"Un,atau mungkin terlihat seperti...gembel?"

Sementara Asta saat ini tengah sekarat setelah tertusuk duri omongan pedas dari keponakannya,Netha justru memiringkan kepalanya karena bingung mengapa pamannya terlihat ingin mati?

"Ekhem!dilihat-lihat lagi Netha~apa kamu tidak bisa tidur?"

"Me?memangnya kenapa?"

"Itu...bagaimana paman harus mengatakannya?bagian bawah matamu mulai terlihat hitam"

Netha menyentuh matanya,memang saat ini dia begitu merasakan kantuk yang cukup kuat untuk menidurkannya selama satu hari penuh,tapi...meski matanya tertutup,dia kesulitan untuk membedakan mana yang nyata dan mimpi..membuatnya sering tercekik dan menimbulkan dirinya yang tidak bisa tidur.

"Mungkin karena aku tidur diruangan yang sebelumnya bukan punyaku,nanti juga mulai terbiasa"

"Hm~begitu ya?apa ruangan yang paman berikan kurang nyaman?"

"Tidak,justru disini jauh lebih nyaman"

Asta tersenyum,ada banyak hal yang dialami Netha,mungkin ketika merasakan kedamaian malam dan tidak adanya kekhawatiran setiap saat membuatnya tidak bisa beradaptasi sementara.

  𝙏𝙃𝘼𝙍𝙀𝙔 ||𝙫𝙞𝙧𝙩𝙪𝙖𝙡 𝙢𝙚𝙚𝙩𝙞𝙣𝙜||       Where stories live. Discover now