[Only on Wattpad!]
Bereinkarnasi ke tubuh tokoh fiksi?
Sepertinya kesialan sekaligus anugerah telah dialami Seyna Amalia. Ia adalah seorang perempuan yang baru memasuki bangku perkuliahan setelah 3 tahun duduk dibangku SMA. Seyna yang saat itu sedan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Setelah membaca balasan terakhir Rafa, Ibel langsung mencari taxi untuk mengantarkannya ke mansion Keluarga Lakeswara. Jiwanya yang berpindah ke tubuh Ibel tidak memiliki ingatan apapun tentang kehidupan Ibel sebelumnya, sehingga Seyna harus mencari informasi secara mandiri.
Saat tangannya akan melambai pada taxi yang lewat, sebuah motor bersama pengemudinya lebih dulu berhenti di depannya.
"Bareng gue!" ujar pemilik motor itu yang ternyata laki-laki dan orangnya baru Ibel kenal beberapa saat lalu. Aidan, sahabatnya Rafa.
Ibel menaikkan sebelah alisnya.
"Bareng gue!" Aidan mengulang pernyataannya atau lebih cocok disebut perintah pada Ibel yang dari tadi diam saja.
Tanpa mengalihkan pandangannya, Ibel menjawab, "Makasih, tapi gue bisa pulang sendiri."
Namun, tanpa diduga gadis itu, Aidan memakaikan helm lain yang ia bawa ke kepalanya tanpa permisi, lalu menariknya ke arah jok belakang.
Apa yang Aidan lakukan sangat jelas meminta Ibel segera naik, seolah laki-laki itu tidak mendengar penolakan Ibel sebelumnya.
Tentu saja Ibel terkejut, bisa-bisanya cowok itu berbuat seenaknya. "Lo ngapain sih? Gue bilang, gue bisa pulang sendiri! Situ kok maksa."
Jujur saja Aidan merasa aneh dengan sikap Ibel yang tidak seperti biasanya, tapi untuk kali ini ia tepis dulu pemikiran anehnya. Sebab, tujuannya sekarang adalah mengantar Ibel pulang.
"Naik, Bel. Gue lagi males debat."
Meski kesal, akhirnya Ibel menurut. Ia pun menaiki jok belakang motor Aidan, lalu sang pemilik motor langsung melajukan motornya menuju kediaman Lakeswara setelah merasa Ibel sudah nyaman dengan posisinya.
Sebuah mansion mewah layaknya istana dengan pagar hitam tinggi yang menjaga rumah itu, menyambut kedatangan Ibel dan Aidan. Setelah Aidan menghentikan motor sportnya di depan pagar, Ibel turun lalu menyerahkan helmnya. Saat gadis itu akan mengucapkan sesuatu, Aidan lebih dulu pergi tanpa sepatah kata pun.
"Yee, tuh cowok, padahal gue mau bilang makasih," sebal Ibel kemudian berjalan mendekati gerbang dan meminta satpam membukanya.
"Makasih, Pak," ucapnya sopan sambil tersenyum pada satpam yang bernama Bandi.
Pak Bandi tertegun sejenak melihat nona mudanya tersenyum, karena selama ini Ibel selalu saja berekspresi datar. "S-sama-sama Non Ibel," jawabnya terbata.