14. I Caught You

5.8K 735 36
                                        

Vote sebelum baca
Comment setelah baca

HAPPY READING!

Setelah edisi penggagalan kerusuhan yang 'akan' dilakukan Nara di parkiran Bimasakti tadi dan setelah menghadapi teriakan, cacian, hingga ancaman Nara di sepanjang perjalanan menuju salah satu mall, akhirnya ketiga gadis cantik itu sampai di tujuan.

Mereka tidak langsung keluar dari mobil, tapi berdiam diri sebentar untuk mengatur Nara yang masih saja menggila, meski tidak segila tadi.

"Lo bener-bener budeg ya, gue bilang nggak mau ikut tetep aja dipaksa. Kita tuh nggak sedeket itu sampai lo bebas maksa-maksa gue," cecar Nara pada Kila sambil menunjuk-nunjuknya.

Kenapa hanya pada Kila? Karena sejak tadi Kila yang Nara rasa 'memaksa'nya. Kalau Ibel mah dari awal di depan kelasnya sampai sekarang sudah ada di mall, ia tetap bungkam persis patung. Walau tak ayal Ibel lah yang mengemudikan mobil.

Dan Kila yang melihat dengan jelas jari telunjuk Nara terangkat di depan matanya, menggeram. Seumur-umur ia tidak pernah diperlakukan seperti itu.

Dengan sekali gerakan, Kila genggam jari itu lalu menurunkannya secara paksa, tak lupa tatapan tajam yang sudah ia layangkan kepada Nara sebagai bentuk bila ia sudah tersinggung karena apa yang ia lakukan.

Namun, pada dasarnya Nara yang keras kepala dan merasa dirinya paling benar. Ia tidak merasa terintimidasi sama sekali. Justru ia berdecak kesal sambil memalingkan muka, tidak lupa tangannya ia tarik dari genggaman Kila dengan paksa.

Ibel yang masih memperhatikan perilaku 2 perempuan di depannya menghela nafas pelan. Sepertinya ia harus mengatakan sesuatu sekarang.

"Ekhem! Ayo masuk," ajaknya yang mendapat perhatian dari Nara dan Kila.

Kila yang mendengar itu mengangguk dengan senyum kecil terbit di bibirnya. Kemarahan yang timbul karena Nara langsung hilang begitu saja.

Sedangkan Nara tak tahu harus berekspresi bagaimana, mengingat terakhir kali pertemuan mereka tidaklah baik-baik saja.

Namun, tak ayal di hati kecilnya ia bahagia. Bagaimana tidak, bila orang yang paling sulit ia dekati melebihi Rafa, sekarang bisa menghabiskan waktu bersamanya. Dan mungkin saja ini awal yang bagus untuk kedekatannya dengan Rafa melalui Ibel.

Setelah itu mereka bertiga keluar mobil lalu jalan beriringan memasuki mall.

•••••

Sekitar 2 jam waktu yang dihabiskan Ibel, Kila, dan Nara untuk memutari mall membeli barang-barang yang mereka perlukan. Sebenarnya tidak perlu waktu selama itu, namun karena sepanjang perjalanan selalu ada perdebatan harus menuju ke mana lebih dulu, akhirnya membuat banyak waktu terbuang sia-sia.

Tapi untunglah tidak ada drama Nara kabur atau melakukan sesuatu yang aneh, sehingga mereka tidak kerepotan dan bisa melaksanakan tanggung jawab hingga akhir. Begini-begini mereka tidak akan meninggalkan Nara sebelum memastikan perempuan itu sampai rumah dengan selamat.

Dan sekarang mereka tengah 'berdiskusi' akan pergi makan di mana. Berjalan selama 2 jam penuh sungguh membuat mereka kelaparan.

"Mau mekdi atau kfc?" tanya Ibel yang sedari tadi berperan sebagai penengah antara Kila dan Nara.

"Mekdi," balas Nara. Tapi nampaknya Kila memiliki pendapat yang berbeda.

"Kfc."

"Enakan Mekdi."

"Kfc jagonya ayam. Jadi, fiks ayamnya lebih enak."

"Gue pecinta mekdi. I'm lovin it."

"Ke Kfc titik."

Purple ThreadTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang