Vote sebelum baca
Comment setelah baca
HAPPY READING!
Mungkin bila orang-orang berbicara mengenai club pecinta motor terbesar di ibukota, maka mereka akan menyebutkan nama BEATLESS. Club motor gede yang sudah berdiri sejak 7 tahun yang lalu dengan keanggotaan melebihi 200 orang.
245 anggota tepatnya, mereka tersebar di beberapa kota dengan 1 kepemimpinan mutlak. Gelar leader yang tidak sembarangan orang dapat mewarisinya, membuat sang penyandang gelar begitu dihormati.
Dan digenerasi ke-4 ini, Beatless dipimpin oleh Aelfdene Zevan Serafino. Laki-laki tampan dengan segala kelebihannya yang bisa membuatnya menjadi leader.
Sudah terhitung setahun Ael menjalankan perannya sebagai leader Beatless. Dan dikepemimpinannya ini banyak kemajuan yang sudah ia torehkan untuk club motor itu.
Beatless bukanlah geng motor yang berisi remaja-remaja punya motor lalu dipersatukan dengan ikatan persahabatan. Beatless adalah club pecinta motor yang disatukan karena kecintaan mereka terhadap motor barulah timbul ikatan persaudaraan antar anggotanya.
Mereka diikat oleh motor dan dengan adanya motor mereka memperoleh saudara.
"Argh! Udah dari lama gue ngincer moge Royal Enfield, tapi moge barunya Benelli bikin gue oleng," ucap Erlando, laki-laki berambut ikal dengan kulit eksotis yang membuatnya nampak manis.
Hari ini ia sengaja datang pagi ke markas Beatless untuk membahas perihal motor gede keluaran terbaru. Ia mau meminta pendapat teman-temannya karena sudah sejak kemarin ia pusing memilih sendirian.
"Kalau lo emang ngincer model klasiknya, beli yang Royal Enfield. Toh lo juga udah punya moge yang mesinnya 11 12 sama yang Benelli," usul Vega, cowok tampan berkulit putih dengan kedua lesung pipi yang membuatnya setiap kali tersenyum nampak jauh lebih tampan.
Erlando menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Iya juga sih, tapi tetep aja anjir menggugah selera yang Benelli," pekiknya gemas.
Sungguh Erlando kesal, kenapa Benelli mengeluarkan model baru yang membuat hatinya bimbang?
"Beli dua-duanya, gitu aja kok susah."
Nah, yang baru saja nyeletuk namanya Justin. Laki-laki paling bodo amat kecuali tentang motor, Beatless, dan sahabatnya. Ia pecinta motor Harley, tapi setiap pergi pakainya tipe Ninja. Bisa dibilang, puluhan motor Harley nya hanya sebagai pajangan di garasi mansion.
"Lah iya! Tapi boros nggak sih? Argh, lo mah setan bukannya kasih solusi baek malah mengaruhi gue buat boros," sewot Erlando yang dibalas delikan sengit Justin.
"Gue setan lo iblis!"
Kemudian Justin lebih memilih melanjutkan aktivitasnya mendesign motor untuk perubahan salah satu motornya nanti. Kemarin ia diberitahu orang bengkel kepercayaannya mengenai kedatangan mesin motor yang sudah lama ia incar.
"Oke, gue ikutin saran Justin," putus Erlando.
"Kampret!" umpat Vega,"Terserah lo deh, Lan!" lanjutnya kehabisan kata-kata.
Vega harus mengingatkan dirinya kalau hal seperti ini sudah biasa. Erlando memang begitu orangnya. Setiap kali bingung antara beberapa pilihan, yaudah pilih semuanya saja. Kecuali soal perempuan. Gitu-gitu Erlando setia, cuma belum nemu yang cocok aja.
"Eh, iya, El! Gimana sama masalah lo dan Ruby?" tanya Vega seraya memfokuskan diri menghadap sang sahabat sekaligus leader Beatless.
Ael menoleh sekilas. "Dibalikin," jawabannya singkat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Purple Thread
Fiksi Remaja[Only on Wattpad!] Bereinkarnasi ke tubuh tokoh fiksi? Sepertinya kesialan sekaligus anugerah telah dialami Seyna Amalia. Ia adalah seorang perempuan yang baru memasuki bangku perkuliahan setelah 3 tahun duduk dibangku SMA. Seyna yang saat itu sedan...
