Wush!🍃
Rambut panjang seorang gadis yang berada di rooftop untuk mencari ketenangan, berkibaran akibat angin yang berhembus. Memperlihatkan wajah cantik menggemaskan yang saat ini kedua matanya menutup menikmati kesendiriannya.
Ia Ibel, adik sang protagonis pria yang beberapa waktu lalu pergi dari UKS. Sampai sekarang ia masih tenang di rooftop tanpa tahu masalah seperti apa yang tercipta akibat ulahnya itu, bahkan ia juga tidak mengetahui bila saat ini siswa-siswi sudah dipulangkan.
Ketika Ibel masih memejamkan mata dengan tenang, suara dobrakan pintu mengalihkan perhatiannya. Di sana muncul sosok Aidan yang nampak sangat cemas. Dengan cepat laki-laki itu berjalan ke arahnya kemudian--
Greb!
Ibel tersentak ketika tubuh Aidan mendekapnya erat. Sangat erat dengan jantung berdetak cepat yang bisa Ibel rasakan.
Ibel yang melihat Aidan secemas itu tentu saja terkejut. Meski ini bukan yang pertama kali, tapi ekspresi Aidan saat ini jauh lebih parah daripada saat ia menyusul Ibel di UKS tadi.
"Lo gapapa, 'kan?"
Ibel tersenyum. "Gue nggak kenapa-napa. Lo kok bisa di sini? Bukannya di kelas?" balas sekaligus tanya Ibel.
"Kenapa pergi? Gue udah bilang istirahat di UKS!" Bukannya menjawab pertanyaan Ibel, Aidan justru mengomelinya.
Ibel berdecak pelan. "Bosen," jawabnya singkat.
Gadis itu mencoba melepas pelukan Aidan, namun sang pemeluk malah semakin mengeratkan pelukannya. Ini Aidan kenapa sih? Sikap dia aneh banget sejak nganterin gue pulang waktu itu. Bingung Ibel dalam hati.
"DEK!"
Mendengar panggilan itu, Aidan langsung melepaskan pelukannya, lalu tak lama kemudian sosok Rafa sudah menggantikan Aidan untuk mendekapnya.
"Gue cemas banget sama lo, Dek. Lo emang kepala batu ya, dibilangin istirahat di UKS malah kabur ke rooftop. Gue aduin ke bunda sama ayah baru tau rasa," cerocos Rafa.
Mendengar omelan untuk yang kedua kalinya, Ibel kembali berdecak kesal. Yah, tapi tak ayal kehangatan melingkupi hatinya.
"I'm fine, Bang. Yang sakit itu cuma pipi gue, bukan tangan atau pun kaki. Hiks, GUE NGGAK SELEMAH ITU ASAL KALIAN TAU!" teriak Ibel frustasi. Ia sampai bingung harus menjelaskan seperti apa lagi agar mereka paham.
Rafa melepas pelukannya, ia terkekeh mendengar teriakan Ibel. Tangannya terulur ke puncak kepala sang adik. "Yaudah kita pulang ya," ucapnya sambil tersenyum.
Ibel membalas senyuman Rafa. "Tapi, emang udah boleh pulang, Bang?"
Rafa mengangguk, "Pulang awal karena rapat."
Ibel ber-oh ria. Ketiganya pun keluar dari rooftop. Saat Ibel melewati Aidan lebih dulu karena tarikan Rafa, ia sempat melihat senyum manis Aidan meski sangat tipis dan berlangsung beberapa detik saja.
Ibel tertegun, njir aura cogannya nambah! Ibel langsung memalingkan muka, ia takut Aidan menyadari ekspresi bodohnya.
Sedangkan Aidan? Dalam hati ia terkekeh saat menangkap raut keterpukauan Ibel. Entahlah, sejak dulu hanya sosok Ibel yang berhasil membuatnya sampai seperti ini. Bedanya, karena sikap Ibel yang sekarang mulai 'open', Aidan pun lebih berani terang-terangan memberikan perhatian.
Gue harap ini pertanda lampu hijau untuk merjuangin lo, Bel.
•••••
KAMU SEDANG MEMBACA
Purple Thread
Teen Fiction[Only on Wattpad!] Bereinkarnasi ke tubuh tokoh fiksi? Sepertinya kesialan sekaligus anugerah telah dialami Seyna Amalia. Ia adalah seorang perempuan yang baru memasuki bangku perkuliahan setelah 3 tahun duduk dibangku SMA. Seyna yang saat itu sedan...
