Absen dulu pembaca Purple Thread!
Vote sebelum baca
Comment setelah baca
HAPPY READING!
Ia pun segera menegapkan tubuhnya seraya kedua tangannya ia masukkan ke saku celana. "Dia memang selalu menarik, sampai perubahannya pun buat gue ingin mencari tahu."
Setelah itu ia turut menyusul Ibel pergi dari rooftop.
•••••
Selepas berbincang atau lebih tepatnya berdebat dengan Ael, kobaran rasa dongkol pada laki-laki itu semakin membara. Ia tidak menyukai apapun yang laki-laki itu katakan tadi, ia tidak meyukai cara Ael melihatnya, dan ia tidak menyukai sikap 'sok' berkuasanya seorang Aelfdene Zevan Serafino. Ekspetasinya sebelum ia datang ke The King's Workshop langsung hancur setelah bertemu dengannya. Tidak terfikirkan bagaimana Ael beserta teman-temannya ada di sini, bukankah Raka dan Ael tidak berhubungan baik?
Ia harus bertanya pada Raka tentang ini nanti, karena Ibel yang sekarang tidak tahu apa-apa.
"By!" panggil Raka setelah melihat Ibel keluar dari lift. Saat ini ia sedang dikasir menemani teman-teman Ael untuk membayar belanjaan mereka. Awalnya ia akan pergi untuk mencari Ibel, tapi Justin, Erlando, dan Vega menghentikannya. Mereka bilang ia harus memberikan 2 orang berstatus rival itu tempat untuk berbincang 4 mata.
Ibel pun langsung ke tempat Raka.
"Hola Queen," sapa Vega.
"Gimana perbincangan lo sama leader kami?" tanya Erlando.
Namun, Ibel hanya menatap mereka sekilas tanpa minat menjawab. "Gue pamit pulang ya, Ka, thanks untuk hari ini," ujarnya pada Raka to the point.
"Eh, nggak jadi nunggu anak-anak? Bentar lagi mereka ke sini," kaget Raka. Pikiran negatif pun langsung hinggap di otaknya, ia takut Ael berbuat aneh-aneh pada perempuan yang sudah ia anggap adik ini.
Ibel menggeleng. "Maaf banget, tapi ada yang mau gue urus, jadi kapan-kapan aja ya. Gue titip salam untuk mereka."
Merasa tidak bisa megubah keputusan Ibel, Raka pun mengangguk sambil tersenyum. "Hati-hati, kalau ada apa-apa langsung kabarin gue," ucap Raka mewanti-wanti Ibel.
Setelah itu Ibel mengajak tos Raka sebelum meninggalkan The King's Workshop. Dan sampai ia pergi dari sana, keberadaan teman-teman Ael sama sekali tidak ia anggap.
Baik Vega, Justin, maupun Erlando hanya mampu melongo atas sikap acuh Ibel pada mereka.
"Kita adalah manusia transparan di mata Ruby."
"Ada, tapi tak dianggap."
"Hm."
•••••
Sekitar 17 menit waktu yang diperlukan Ibel untuk sampai di mansion Lakeswara. Kedatangannya hanya disambut oleh Bi Mara beserta art lain yang sedang membersihkan mansion, karena bundanya ikut bersama sang ayah ke kantor, sedangkan abang tersayangnya di sekolah untuk menuntut ilmu.
Tanpa basa-basi Ibel langsung pergi ke kamarnya untuk menemukan kalung milik Ael, ia ingin sesegera mungkin menyelesaikan masalahnya dengan leader Beatles itu!
Perempuan itu mulai mencari di dalam lemari, kemudian melanjutkannya ke laci-laci kamar setelah tidak menemukan keberadaan kalung jangkar di dalam lemari. "Kok nggak ada sih?"
Namun, tetap tidak menyerah Ibel terus mencarinya di setiap sudut kamar. Bahkan di bawah kasur dan kolong tempat tidur juga ia geledah untuk menemukan kalung itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Purple Thread
Novela Juvenil[Only on Wattpad!] Bereinkarnasi ke tubuh tokoh fiksi? Sepertinya kesialan sekaligus anugerah telah dialami Seyna Amalia. Ia adalah seorang perempuan yang baru memasuki bangku perkuliahan setelah 3 tahun duduk dibangku SMA. Seyna yang saat itu sedan...
