Di kantin salah satu SMA swasta elite, terjadi keributan besar dengan 3 tokoh utama yang 2 di antaranya sedang berdebat. Sang lelaki yang nampak marah dan sang perempuan yang membela diri. Sedangkan perempuan lain nampak menunduk dengan seragam kotor bekas jus alpukat.
"Lo apa-apaan sih!" Bentakan dari laki-laki ber-name tag Rafael Angga L. membuat suasana semakin menegang.
Keadaan kantin yang sudah hening sejak kejadian beberapa menit lalu semakin dingin dengan aura mencekam yang dikeluarkan Rafa. Laki-laki itu marah, ralat sangat marah dengan kelakuan perempuan ber-name tag Naraya Frinzia G. pada Violeta Akarin.
"Aku cuma nggak suka dia gangguin kamu mulu." Dengan semua keberanian yang ia kumpulkan, Nara menjawab bentakan Rafa.
"Gangguin gue? Yang ada lo yang gangguin gue! Keberadaan lo nggak pernah bikin hidup gue tenang."
Deg!
Lagi, perkataan Rafa lagi-lagi menyakiti hati Nara. Begitu tajam dan sudah berulang kali melukai hatinya. Namun, mengingat rasa cintanya pada Rafa yang melebihi rasa bencinya, Nara selalu memaklumi. Menganggap jika perlakuan Rafa padanya sebagai bentuk perhatian cowok itu kepadanya. Setidaknya Rafa mengetahui keberadaan Nara.
"Kenapa sih, Raf, kamu selalu belain dia? Dia nggak jauh lebih baik dari aku! Dia cuma hama pengganggu hubungan kita," teriak Nara sambil menatap hina sosok Vio yang masih menunduk.
Kala kedua matanya melirik tangan Rafa yang menggenggam erat tangan Vio, kemarahan Nara semakin menjadi. Tanpa berfikir panjang ia ambil gelas berisi es jeruk di meja sampingnya, lalu membanting gelas itu tepat di depan Vio.
Prang!
Semua orang menganga tidak percaya. Naraya Frinzia Gwydion memang benar-benar gila.
"Lo--"
Pecahnya gelas membuat seorang gadis langsung terbangun dari tidurnya. Ia terkejut. Posisinya yang berada di bangku tepat di sebelah pertengkaran itu membuatnya mendengar suara pecahan lebih keras.
Gadis itu ber-name tag Meribella Ruby L. Ia yang baru bangun mengucek-ucek matanya demi menjelaskan penglihatannya yang sempat memburam. Ia meringis kecil kala merasakan kepalanya sangat pusing.
Saat penglihatannya sudah normal, dapat ia lihat sebuah botol berisi air minum di depan matanya. Masih dalam keadaan belum menyadari apa-apa, Ibel menerima botol itu kemudian meminum isinya hingga tersisa setengah. Lalu ia menoleh ke samping kiri, ke tempat orang yang tadi memberinya minum.
"Thanks."
"Hm."
Setelah itu, ia menyapukan pandangannya ke sekeliling. Entah kenapa ia merasa aneh, tapi sayang sekali otaknya masih terlalu loading untuk menyadari keanehan itu. Hingga kedua netra coklat cerahnya menangkap seorang laki-laki yang akan menampar seorang perempuan.
Secepat kilat ia berdiri lalu menahan tangan laki-laki itu, yang tak lain adalah tangan Rafa.
Adegan heroiknya tentu saja menarik perhatian seluruh penghuni kantin, terlebih Rafa yang saat ini menatap tajam dirinya.
Ditatap setajam itu tak membuatnya goyah, justru ia membalasnya tak kalah tajam. Heh, lo pikir gue takut?
"Lepasin tangan lo, Dek!" desis Rafa tajam.
Gadis itu mengernyit bingung. Bisa-bisanya cowok di depannya memanggilnya 'Dek', padahal seingatnya ia tidak memiliki seorang kakak.
Menyadari adik-nya cuma diam aja, sorot mata Rafa semakin menajam.
KAMU SEDANG MEMBACA
Purple Thread
Dla nastolatków[Only on Wattpad!] Bereinkarnasi ke tubuh tokoh fiksi? Sepertinya kesialan sekaligus anugerah telah dialami Seyna Amalia. Ia adalah seorang perempuan yang baru memasuki bangku perkuliahan setelah 3 tahun duduk dibangku SMA. Seyna yang saat itu sedan...
