33

513 58 15
                                    

Minju tersenyum kecil menatap wajah damai Jevan yang sedang tertidur. Ia baru saja pulang dari promnight pukul 2 malam.

Awalnya Jaemin mengajak Minju untuk pulang ke apartmennya. Namun, Minju menolak. Ia juga baru ingat kalo Jevan masih ada dirumahnya.



Klek

Minju menolehkan kepalanya melihat Jaemin keluar dari kamar mandi dengan kaos putih dan celana trining hitam. Rambutnya yang basah membuat laki laki berumur 24 tahun itu semakin tampan.

"Apa dia gatau cara ngeringin rambut?" gumam Minju melirik Jaemin yang berjalan kearahnya.

"Jangan kekasur kalo rambut belum kering!" tunjuk Minju ke Jaemin yang hendak menaiki ranjang.

Jaemin mendecak sebal lalu duduk ditepi ranjang disamping Minju yang memunggungi dirinya dengan Jevan yang tertidur dipelukan Minju.

"Saya laper"

Minju melirik kearah Jaemin yang sedang menatapnya.

"Tadi pas pulang disuruh makan dulu sama Mama gamau"

"Lapernya kan sekarang bukan tadi"

Minju menatap Jaemin jengah lalu kembali memeluk Jevan.

"Minju laper"

"Minju saya laper" Jaemin mengguncang guncang lengan Minju.

"Minjuu..."

"Aakkk"


Plak

"Heh ngapain si!" Minju melotot melihat Jaemin dengan tampang tak berdosa duduk menatap Minju setelah menggigit pahanya.

"Laper"

Minju berdecak sebal lalu turun dari ranjangnya.

"Ga pantes udah tua masang muka kaya gitu" dengus Minju meninggalkan Jaemin yang masih mempoutkan bibirnya.

Dengan senyum lebar Jaemin mengikuti Minju dari belakang. Gadis itu berjalan kearah dapur membuat makanan untuk Jaemin.

"Ngapain?" tanya Minju bingung dari tadi Jaemin ngintilin mulu dibelakang.

"Mau liat kamu masak"

Minju mendecih malas, "daripada cuma ngeliatin mending lu bantuin gue"

Jaemin meringis lalu melangkah menuju mini bar didapur dan duduk dikursinya menatap Minju yang sedang sibuk memotong bahan bahan.

"Pake telur?" tanya Minju sambil nunjukkin satu butir telur yang baru ia ambil dari kulkas.

Jaemin mengangguk sambil tersenyum.

Laki laki itu menghembuskan nafasnya lega. Rasanya bahagia melihat hubungannya dan Minju kembali membaik. Walaupun gadis itu sampai sekarang belum mengatakan apapun soal ajakannya untuk menikah.

Minju sedang memotong sosis untuk campuran nasi goreng buatannya. Sebenernya dia malas masak, apalagi udah malem gini.

Karena liat Jaemin yang mukanya udah kaya gelandangan minta makan. Akhirnya Minju memilih untuk memasak nasi goreng pada pukul 3 pagi. Sungguh merepotkan.

Minju menghentikan kegiatan memasaknya saat merasakan tangan yang melingkar diperutnya.

"Kenapa?" tanya Minju.

Jaemin meletakkan dagunya dipundak sempit gadis itu. Minju menoleh melirik kearah samping melihat Jaemin memejamkan matanya.

"Kekamar kak, sebentar lagi nasi gorengnya mateng"

SERENDIPITY [✓]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang