2

796 89 24
                                    

Minju buang nafasnya kasar memandang miris amplop putih ditangannya. Guru BKnya emang baperan, dikit dikit surat peringatan dikit dikit dapet point.

Padahal ini bukan pertama kalinya dia dapet surat peringatan dari BK. Udah berkali kali. Minju bahkan pernah dapet surat peringatan tapi masih aja takut.


"Duh gimana caranya ngasih tau Papa? Pake alesan apa?" Minju mengusap wajahnya gusar. Otaknya ga bisa buat mikir nyari alesan biar ga diomelin sama Suho.

Bapak Suho kalo ngomel tuh ga ada selese selesenya. Mulut emak emak komplek yang suka gossip aja kalah kalo Suho udah ngomel.


"Hheuh" Minju majuin bibirnya, pipi chubby nya ia gembungkan. Matanya menatap rerumputan hijau didepannya yang bergoyang tertiup angin. Banyak anak anak dan orang dewasa yang sedang duduk, lari kejar kejaran, dan bermain membuat Minju tersenyum tipis.











Bruk

"Akk"

"Eh?" Minju kaget ngeliat anak kecil jatuh nyungsep  dengan jarak kurang dari 2 meter tepat dihadapannya.

Minju langsung ngelepas tasnya lalu menghampiri anak laki laki yang nampak kesusahan berdiri.


"Hey? Kamu gapapa?" Minju membantu anak tersebut berdiri sambil ia pegangi lalu membersihkan baju anak itu yang tertempel tanah dan rumput kering.

"Atit" kata bocah itu ikut ngusap usapin bajunya membuat Minju terkekeh gemas.
Bibirnya melengkung kebawah menahan tangis.

"Ayo ikut kakak duduk di sana" ucap Minju ngangkat bocah berumur sekitar satu setengah tahun tersebut ke gendongannya terus jalan ke kursi taman yang tadi ia duduki.

"Kamu disini sama siapa?" tanya Minju. Tangannya mengelus surai lembut anak laki laki yang sedang ia pangku.

Minju ikut celingak celinguk nyariin orag tuanya waktu liat bocah di pangkuannya gerak gerakkin kepalanya kaya nyari seseorang.







Ini orang tuanya kemana ?



Kok ditinggal sendiri, bahaya banget









"Tuu" tunjuk anak itu ke arah samping Minju.


Minju langsung noleh ke arah yang ditunjuk tapi ga ada siapa siapa disana.


"Cituu" anak itu masih nunjuk nunjuk kearah yang sama membuat kening Minju berkerut makin bingung. Soalnya ga ada apa apa.





Apa maksudnya tadi orang tuanya ada disana ya? Pikir Minju.






"Mama Papa kamu tadi dimana?"




Bukannya jawab pertanyaan Minju, anak itu malah menatap Minju dengan polos. Kepalanya mendongak miring membuat Minju memekik gemas ia refleks mengecupi wajah anak laki laki itu saking gemesnya.


"Mmy"


"Hm?" Minju mencoba menajamkan pendengarannya.

"Tadi manggil apa?" tanya Minju.

Anak itu malah tertawa tangannya nusuk nusuk pipi chubby Minju.


Ya Tuhan Minju jadi pengen nyulik anak orang. Gemes banget, dia ga tahan. Pipinya minta dicubit tapi takut nanti ketahuan orang tuanya.


"Aden?"


"Yaampun Den"

Minju langsung berdiri menggendong anak itu lalu mundur menjauh melihat seseorang tiba tiba datang kearahnya hendak mengambil anak yang sedang ia gendong.

SERENDIPITY [✓]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang