- Pria tak dikenal

1.9K 66 0
                                        

CALIFORNIA.

Dua belas jam hampir berita kehilangan putri dari Adinatha Group. Berita itu sudah tersebar luas, bahkan Adinatha akan memberikan apapun bagi siapapun yang menemukan putrinya.

"Aku akan mengurung wanita ini, hingga dunia melupakannya," ujar Sans penuh kebencian.

Sans menyeret wanita itu ke ruangan bawah tanah. Tubuh Savina disuntikan beberapa kali obat bius. Sehingga, wanita itu tidak sadarkan diri selama dua belas jam.

Ruangan bawah tanah yang sunyi dan senyap, sangat kedap suara. Bahkan hanya ada penerangan yang remang-remang dari cahaya lilin.
Sans langsung memasung kaki wanita itu, lalu menyiramnya dengan air. Sehingga Savina basah kuyup.

Byur! 

Wanita itu tersadar, menggigil kedinginan. Mengedarkam pandangannya, mendapati dirinya berada diruangan gelap dan hanya cahaya lilin yang ada disana.

"Dimana aku?!"

"Kenapa aku dipasung?!"

"Lepaskan!" berontak wanita itu.

"Selamat datang di neraka Sania," ucap seorang pria dengan nada baritonnya. Pria itu tersenyum sinis menatap kearah Savina.

Savina membalas tatapan itu. "Sania? Kau mengira aku Sania?" tanyanya. 

"Kau salah orang! Aku bukan Sania. Aku Savina!" teriak wanita itu keras. "Apa masalahmu dengan saudariku hah?!"

"Kau berbohong? Jangan berani- beraninya membodohiku! Jalang sepertimu pantas mati!"

Sans langsung menjambak rambut wanita itu.

"Arghh sakit!" rintih Savina kesakitan.

"Jangan pernah mengatakan sesuatu dari mulutmu itu jalang! Aku benci dirimu! Kau pembunuh!"

"Pembunuh?" tanya Savina tidak mengerti.

"Aku akan membuatmu merasakan antara hidup dan mati. Atau apa kau ingin mati perlahan ditempat ini?"

"Apa maksudmu?!"

"Siapa kau sebenarnya hah?!" teriak Savina keras.

"Cepat borgol tangannya dan tutup mulutnya!" perintah Sans tegas. Pria itu mulai mengambil cambuk yang ada disana.

"Lepaskan aku!" Pengawal itu menutup mulut Savina dengan lakban hitam.

Kini Savina tak bisa berkata-kata. Pria itu mulai mencambuk punggungnya. Sans mencambuknya sekuat tenaga. Hampir 20 kali cambukan mengenai pungung wanita itu. Tangisan pilu mengalir begitu saja di wajah cantiknya Savina.

Sans berjongkok, menyentuh dagu wanita itu kasar.

"Ini belum seberapa, aku akan menyiksamu sampai kau mati perlahan ditempat ini."

"Jangan menangis jalang! Air matamu itu tak akan berubah menjadi mutiara!" pekik Sans menjambak keras rambut wanita itu.

"Aku membencimu! Sangat membencimu!"

"Siksa dia, jangan berikan dia makan selama tiga hari!"

"Baik tuan," sahut pengawalnya Sans.

Pria itu meninggalkan Savina dalam kondisi seperti itu. Ditempat yang gelap dan tak layak untuk ditempati.

'Apa salahku sampai aku harus dihukum seperti ini," batin Savina menangis terisak.

Bersambung...

Ada yg suka sama cerita ini kah?

SavinaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang