Savina mengerjapkan matanya terbangun dari tidurnya, tubuhnya terasa lelah. Jujur, dia tak ingin bangun dari brankarnya. Namun, terlihat seorang pria tidur terlelap di tepi brankar dan tangisan seorang bayi yang menyambutnya di pagi hari. Wanita itu menghela napasnya, dia lupa kini dirinya sudah menjadi seorang ibu.
"Kau sudah bangun sayang?" tanya Sans menyadari pergerakan Savina.
"Bisakah kau pergi dari hadapanku? Dan bawa juga putramu ini. Tugasku hanyalah melahirkan anak ini." sahut Savina.
"Apa maksudmu?" tanya Sans tak mengerti.
"Kau tidak ingat perjanjian yang kau janjikan dulu?"
"Lahirkan seorang pewaris untukku, maka aku akan membebaskanmu," kata Savina mengulang ucapan Sans dulu.
"Jangan pura-pura lupa akan hal itu Sans."
"Savina, tapi keadaannya sudah berbeda sekarang. Semua orang sudah merestui pernikahan kita. Jadi kita lupakan semua itu," sahut Sans meluruskannya.
"Semudah itu?" tanya Savina tak percaya.
"Kini pikirkan masa depan anak kita. Sean juga perlu seorang ibu."
"Oh iya, aku memberikan nama anak kita Sean. Apa kau suka?" tanya Sans kepada wanita dihadapannya.
"Terserah kau saja, aku tidak peduli akan hal itu, sekarang tugasku sudah selesai. Tolong bawa anakmu itu pergi!"
"Jika kau merasa Sean perlu seorang ibu, maka menikahlah lagi. Carilah wanita lain yang tepat untuk dirimu, kau tampan dan kaya raya, pasti banyak wanita berlomba-lomba ingin menjadi istrimu."
"Jangan usik kehidupanku lagi Sans. Saatnya aku merayakan kebebasanku." ucap Savina hendak turun dari brankar. Namun, Sans mencegahnya.
"Kau kira semudah itu aku melepaskanmu Savina? Kau lupa siapa aku? Dan aku tidak menyangka seorang ibu tidak mau bersama anakknya. Orang- orang diluar sana mengemis dan memohon agar bisa merawat anak mereka, sedangkan kau.."
"Jangan samakan aku dengan mereka!"
"Kita akan tetap membesarkan Sean bersama. Bukankah kau hanya ingin menikah sekali hanya denganku? Aku rasa benih-benih cinta sudah tumbuh diantara kita."
"Cinta? Jangan terlalu percaya diri Sans! Aku? Mencintai bajingan sepertimu? Lebih baik aku menjadi janda."
"Aku akan membuatmu mencintaiku Savina."
"Jangan terlalu yakin."
"Aku yakin hal itu."
"Mari kita buat kesepakatan. Jika dalam setahun aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku, maka.."
"Maka apa?" tanya Savina.
"Kau akan menjadi istriku dan miliku untuk selamanya?"
"Jika tidak?"
"Kau akan menjadi ibunya Sean dan menjadi istriku selamanya."
"Tidak ada bedanya, jadi terima saja takdirmu bersamaku, kita besarkan Sean dengan cinta dan kasih sayang." ucap Sans tersenyum.
"Jangan bermain-main lagi denganku Sans! Cukup sampai disini, kita akhiri saja semua ini. Aku sudah memenuhi semua keinginanmu. Jadi rawatlah putra kesayanganganmu itu sendiri."
"Savina dengar.."
Tiba- tiba seorang pria paruh baya memasuki ruangan itu. Dia adalah ayahnya Savina, yang tidak sengaja mendengar perdebatan mereka tadi.
"Jangan egois Savina, kau tahu bagaimana anak yang dibesarkan tanpa seorang ibu?"
"Kembalilah bersama Sans, mulailah hidup baru kalian."
KAMU SEDANG MEMBACA
Savina
RomansBermula dari penculikan dan kesalahpahaman yang menyebabkan hidupnya berantakan. Pria itu menyiksanya, menjadikannya jalang sebagai pemuas nafsunya. Sampai suatu hari semuanya terbongkar sampai tak mampu berkata-kata, dan menyadari jika benih- benih...
