Cemburu tanda cinta? Cih itu tidak berlaku untuk Savina. Savina hanya sedikit penasaran bagaimana mereka jadi akrab seperti telah kenal bertahun-tahun.
Flasback on.
Setelah kejadian waktu itu. Sans, selalu ingat dengan mantan kekasihnya Kenan. Dan sialnya dia lupa siapa nama wanita itu, sangat cantik, wajah manis wanita itu selalu terbayang dipikirannya. Apakah ini yang dinamakan jatuh cinta pada pandangan pertama?
Tak sengaja Sanskara melihat temannya Sunny yang berada dirumahnya. Dia memperhatikan wanita itu detail, kenapa wajahnya sedikit mirip dengan wanita malam itu. Tapi Sans rasa itu bukan dia.
"Hei kenapa kau melihatku seperti itu?" tanya Sania.
"Sans, jangan menatap sahabatku seperti itu!" kata Sunny adiknya Sans.
"Beberapa hari yang lalu aku bertemu wanita yang wajahnya sedikit mirip denganmu, tapi aku lupa namanya, dia memiliki lesung pipi, dan rambutnya hitam, namun kau tidak." Memang, temannya Sunny, Sania memiliki rambut berwana pirang kecoklatan sedangkan wanita itu memiliki rambut hitam berkilau.
"Benarkah? Apa jangan-jangan kau bertemu dengan saudariku Savina? Ciri-cirinya sangat mirip dengannya." duga Sania.
"Kau punya saudari?"
"Tentu saja, dia lebih cantik dariku." Sania mulai menunjukan foto cantik Savina yang memakai dress putih saat acara keluarga. "Apa dia orangnya?"
"Benar, dan aku juga pernah bertemu dengan ayahmu saat mengantarkan wanita itu."
"Wahh, kebetulan apa ini?"
"Dan kebetulan Savina sudah putus dari kekasihnya. Ada peluang untukmu untuk mendapatkan saudariku."
"Apa kau tertarik dengan saudarinya Sania?"
"Entahlah, tapi dia sangat menarik perhatianku." Jantung Sans selalu berdegup kencang setiap memikirkannya.
"Kau bisa mengikuti sosial medianya," ucap Sania memperlihatkan instagram milik saudarinya.
Tanpa basa-basi Sans langsung mengikuti akun instagram wanita itu. Senyuman manis mengukir di wajahnya.
Flasback off.
Kini hanya mereka berdua saja yang tersisa di dalam mobil, karena tadi Sania sudah dijemput oleh suaminya.
Sans yang melihat istrinya diam menatap ke arah jalanan tak mengucapkan sepatah kata pun. Entah apa yang dipikirkan oleh wanita itu dia tidak tahu.
Perasaannya sangat senang setelah menyadari sekarang Savina kembali lagi disisinya. Ditambah lagi jagoan kecil dari buah cinta mereka yang menambah kebahagiaan Sans.
"Aku bertemu dengan Sania dua tahun yang lalu, dia sahabatnya Sunny, hampir tiap hari dia datang ke rumahku," jelas Sans.
"Jangan cemburu, aku hanya tertarik kepadamu saja ibunya Sean."
"Kenapa kau mengoceh sendiri? Apa aku ada bertanya?" sahut Savina ketus.
"Jadi kenapa kau mendiamkanku?"
"Tak ada yang perlu kau jelaskan lagi. Aku malas berbicara denganmu!"
"Apa kau tidak merindukanku?"
"Cih, buat apa aku merindukan bajingan sepertimu!"
"Kyaaa..."
Tiba-tiba bayi itu menangis. Sans, langsung menghentikan mobilnya.
"Aku rasa anak kita haus."
"Berikan saja susu formula untuknya."
"Aku belum membelinya."
"Ya sudah belikan saja sekarang."
"Anak kita perlu asi dari ibunya.
Kau ingin membuang asi berhargamu?"
"Jangan harap itu terjadi! Aku tidak mau menyusuinya! Dia putramu. Jadi kau yang harus bertanggung jawab."
"Kau juga ibunya, asi itu sangat baik untuk bayi. Cepat berikan Savina. Atau aku pakai cara lain agar kau menurut!"
"Tugasku hanya melahirkannya bukan?"
"Tentu, akan ku bantu dia meminum susu ibunya."
Sans memang gila. Dia mengikat kedua tangan Savina ke belakang dengan borgol. Langsung membuka satu persatu kancing baju wanita itu. Dia mendekatkan putranya pada Savina dan tangisan anak itu langsung berhenti setelah meminum asi dari ibunya.
"Sans kau gila!"
"Lepaskan aku!" kata Savina memberontak.
"Putraku sangat perlu ini, maafkan aku sayang."
"Sans!"
Karena tak bisa diam, Sans langsung melumat bibir istrinya agar berhenti bicara. Sial! Savina tidak bisa memberontak. Sans memperdalam ciumannya, seperti pria yang kehausan melahap istrinya.
Mereka bernapas terengah-engah kehabisan napas. Ciuman yang sangat memabukkan dan rasanya lebih menantang. Entah kenapa jantung Savina berdegup kencang saat ini.
Sans menatap wanita dihadapannya penuh kemenangan.
"Aku mencintaimu Savina, sampai kapan pun tidak akan ku lepaskan dirimu. Kau hanya perlu menurut kepadaku maka semunya akan lebih baik." ucap Sans sambil mengecup kening wanita itu.
"Kau memang pria gila Sans!"
"Aku gila karnamu sayang."
Bersambung...
Hai-hai, aku kembali setelah sekian lama. Cinta Sans semakin menggebu-gebu ke Savina. Akankah Savina luluh?
KAMU SEDANG MEMBACA
Savina
RomanceBermula dari penculikan dan kesalahpahaman yang menyebabkan hidupnya berantakan. Pria itu menyiksanya, menjadikannya jalang sebagai pemuas nafsunya. Sampai suatu hari semuanya terbongkar sampai tak mampu berkata-kata, dan menyadari jika benih- benih...
